My Wife My Hero

My Wife My Hero
262.undangan



Kini Sofia sudah berada di kediamannya tampak Samuel melihat ke arah adiknya yang baru saja datang "kau baru saja kembali sayang." ucap Samuel menyapa sang adik, "iya kenapa Kakak kemari setelah pulang kerja biasanya kakak langsung kembali ke apartemen apakah Emily ada di sini." tanya Sofia


"Iya aku menjemput Kakak iparmu tadi dia izin kepadaku untuk bertemu dengan ibu bagaimana kota D Apa kau tidak sempat berjalan-jalan di sana." tanya Samuel, sangat indah mungkin aku bisa mengajak ke Emily untuk berlibur di sana berdua." ucap Sofia membalas perkataan Samuel, tiba-tiba dari arah belakang tampak emeli datang "hai Sofia sayang aku sangat merindukanmu aku harap kita bisa pergi berjalan-jalan berdua." ucap Emily membuat Sofia langsung tersenyum simpul ke arah Samuel


"Tentu saja kakak iparku yang manis aku nanti akan mengajakmu berjalan-jalan kalau perlu kita akan ke luar negeri bersama." ucap Sofia, "wah benarkah itu pasti akan sangat menyenangkan jika berjalan-jalan dengan tidak seperti seseorang yang mengajakku berjalan-jalan tapi seperti sebuah sangkar." sindir emeli kepada Samuel, sementara Samuel hanya bisa terdiam melanjutkan minum kopinya


"Kakak ipar tenang saja akan ada waktunya kita akan keluar bersama kita juga bisa mengajak ibu agar perjalanan kita lebih aman." ucap Sofia, tiba-tiba Kikan datang dari arah kamar "sayang kau sudah pulang kau sudah berteman dengan Kakak iparmu sekarang pergilah ke kamar dan bersihkan tubuhmu kita akan makan malam bersama." ucap Kikan


"Baiklah ibu aku naik dulu ya aku akan membersihkan tubuhku lalu kembali bergabung dengan kalian." ucap Sofia lalu bergegas menaiki anak tangga menuju ke kamar miliknya


Sementara itu di kediaman tampak Anisa yang sedang duduk santai di taman belakang tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya "selamat ya karena berhasil merebut kekasihku dan sekarang kau sudah hidup bahagia bahkan sebentar lagi kau akan melahirkan aku harap kau bisa mempertahankan Steven di sisi mu." isi pesan tersebut membuat Anisa sedikit bingung siapa yang mengirim pesan tersebut sementara itu Steven yang melihat pesan tersebut tampak menautkan alisnya karena tidak semua orang mengetahui nomor ponsel sang istri tampak Samuel menunggu balasan Anisa


"Makasih atas doanya jika memang suamiku tergoda dengan nenek lampir seperti mu berarti dia pria murahan." balas santai Anisa Steven tertawa melihat balasan sang istri Untung saja Anisa tak mengetahui bahwa ponselnya di sadap oleh Steven kalau tidak habis dia


"Kau sangat percaya diri, apa kau tidak tau suamimu sempat beberapa kali bermain denganku." isi pesan tersebut lalu ada beberapa foto Steven dan seorang wanita yang wajahnya sudah di blur oleh si pengirim


"Wah foto yang sangat bagus tapi tolong editannya lebih halus karena suamiku tak memiliki tai lalat di dekat pusat dan suamiku memiliki bulu dada yang sedikit tebal." ucap Anisa, membuat si pengirim pesan sangat kesal "dasar wanita gila aku tau kau pasti tak bisa menerima semua kenyataan yang terjadi bahwa suamimu sudah tidur denganku." isi pesan tersebut


sementara itu seorang wanita yang berada dalam kamar tampak membanting ponsel yang digunakan setelah itu dia membuangnya ke perapian di dekat jendela kamar "dasar wanita gila bisa-bisanya dia tidak termakan dengan omonganku dengan santai menjawab semua kata-kataku apa yang harus aku lakukan." pikir wanita tersebut


sementara itu Abraham yang sudah berada di ruangannya tampak menghubungi Kevin untuk meminta waktu agar bisa ke kota A untuk bertemu dengan Samuel, setelah berbicara dengan Abraham tanpa Kevin langsung masuk ke ruangan Arthur "maafkan tuan aku mendapatkan telepon dari Tuan Abraham kata tuan Abraham Tuan Samuel ingin mengundang Anda ke kota A dan Samuel akan langsung menjemput anda menggunakan jasa pribadinya jika anda setuju untuk ke kota A." ucap kevin


"apa katamu Tuan Samuel mengundangku secara pribadi di kota A." tanya Arthur"benar Tuan Dia meminta waktu Tuan kapan kiranya Tuan bisa pergi ke kota A." ucap kevin


"kenapa ya Tuan Samuel mau mengundang ki secara pribadi ke kota A bukannya kita baru selesai membicarakan kontrak baru, tapi dia pasti akan merasa tidak dihargai jika kita tidak menerima undangannya." ucap Arthur


"Tuan Samuel pasti akan tersinggung jika kita tidak menerima undangannya jadi aku akan mengatakan pada Abraham lusa kita akan berangkat ke kota A kebetulan lusa jadwal Tuan kosong sampai dia hari setelahnya." ucap Kevin


"baiklah katakan pada Abraham bahwa kita akan ke kota A lusa untuk bertemu dengan Tuan Samuel dan tolong kau persiapkan beberapa buah tangan untuk Tuan Samuel." ucap Arthur .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya apa