
"Tuan jangan merasa bersalah atas kejadian itu lagi pula saat kejadian itu Tuhan mengalami kecelakaan dan membuat tuan harus dirawat di rumah sakit dan bahkan tuan sampai lumpuh, lagi pulang Tuhan sudah berniat memberitahukan kepada tapi selalu tidak ada waktu untuk berbicara dengan Tuan dan saat Kakek ada pemberitahuan kakek anda tentang masalah itu semuanya sudah terlambat." ucap Rendra
"Kau benar mungkin ini sudah takdir kak smit aku hanya berharap anak yang ada dalam kandungan sila adalah anak kak Smith bukan anak dari Edo jika memang anak sila adalah anak kak smit mungkin aku bisa memaafkannya tapi jika anak itu bukan anak kak smit aku pastikan dia akan menderita." ucap Arthur
Tampak waktu telah menunjukkan pukul 07.00 malam kini semua orang sudah berada di meja makan, kali ini dokter Robby tidak seperti saat sarapan tadi pagi ini dia hanya tertunduk sambil terus menikmati makanan yang berada di piringnya kartun melihat hal tersebut tapi dia tidak berpikir macam-macam sementara Sofia dengan santai melahap makanannya setelah makan malam Arthur kembali ke ruang kerjanya, tampak Sofia yang sedang duduk di taman tak berselang lama tiba-tiba Rendra datang "selamat malam nyonya pelayan mengatakan bahwa nyonya mencariku." ucap Rendra sambil memberi hormat dan terus menunduk tak berani menatap wajah Sofia
Sofia tampak mengeluarkan sesuatu dari sakunya "aku ingin berbicara empat mata denganmu itulah mengapa aku memanggilmu kemari bisakah aku percaya padamu." tanya Sofia, tentu saja nyonya Anda bisa percaya padaku." ucap tegas Rendra
"Aku ingin menitip kan Arthur pada mu jagalah dia dengan baik aku tahu kau selalu menjaganya dengan baik aku harus meninggalkan Arthur untuk alasan yang tak dapat aku katakan padanya aku harap kau tak mengatakan apapun padanya, aku tak ingin sampai dia terluka karena diriku." ucap Sofia
"Maksudnya nyonya akan pergi begitu saja meninggalkan tuan tanpa mengatakan apapun." ucap Rendra, "kau benar Rendra aku harus melakukan itu jika aku mengatakannya pada Arthur dia pasti tak akan bisa sembuh dari penyakit yang di deritanya, ambillah ini hubungi nomor ini jika terjadi sesuatu pada Arthur atau ada yang sesuatu yang mengancam nyawanya bisakah kau melakukan itu untukku ." tanya Sofia
Rendra terdiam dia bingung harus menjawab apa jika mengatakan setuju itu berarti akan membuat sang tuan muda patah hati dengan kehilangan istri yang dicintai jika tidak menyetujui permintaan istri tuanya dia pasti akan mendapatkan masalah apalagi jika sampai Tuan yang tahu bahwa dia pernah berbicara berdua dengan sang nyonya, "maaf nyonya tapi tidak bisa kah anda tinggal saja bersama Tuan dan menemaninya Tuan sangat mencintai nyonya dan sangat membutuhkan nyonya apalagi dengan keadaannya yang saat ini." ucap Rendra
Maafkan aku Rendra seandainya aku bisa tinggal di sini dan hidup damai bersamanya pasti akan aku lakukan tapi itu tidak mungkin jika sampai aku berlama-lama di sini itu akan membahayakan nyawa Arthur, aku harus segera pergi dari situ demi keselamatan Arthur, kau jangan ragu menghubungi nomor itu jika memang Arthur dalam keadaan bahaya." ucap Sofia
"Bagaimana bila Tuan Arthur tak mau berobat jika Anda pergi meninggalkannya Tuan, "saat ini Tuan akan melakukan pengobatan dengan dokter Robi jika nyonya pergi dari tempat ini maka Tuan tak akan lagi mau mengobati kakinya." ucap Rendra
"Tentang kesembuhan Arthur kau tak perlu khawatir nanti juga kau akan tahu sekarang aku hanya memintamu untuk merahasiakan apa yang kita bicarakan malam ini sekarang pergilah." ucap Sofia
Roy melihat benda tersebut "apakah ini rusak atau macet sebaiknya aku bertanya kepada Tuan Arthur." ucap Roy lalu keluar dari kediamannya menuju kediaman Arthur begitu sampai di dalam kediaman Roy langsung ke ruang kerja Arthur setelah mengetuk beberapa kali Roy kemudian masuk
Kini Roy sudah berada di dalam ruang kerja Arthur tampak Arthur yang sedang bekerja di laptopnya langsung menghentikan pekerjaannya dan melihat ke arah Roy "ada apa malam-malam kau kemari Roy." tanya Arthur
"Maaf tuan tadi nyonya memberikan ini kepadaku katanya ini digunakan saat aku berhadapan dengan Ratih aku sempat curhat kepada nyonya tentang persoalanku dengan Ratih yang tak ingin melakukan hubungan suami istri denganku dan nyonya menyenangkan agar aku menggunakan ini tepat di wajah Ratih tapi aku bingung bagaimana cara menggunakannya bisakah Tuan bertanya kepada nyonya bagaimana cara menggunakan benda ini." ucap Roy sambil menyerahkan sebuah benda seperti bundaran yang memiliki tombol tapi terbuat dari perak dengan beberapa lubang tampak
"Apa Roy kau curhat pada istriku tentang hubungan suami istri enak sekali kau ya aku saja belum melakukannya dan kau ingin mendahuluiku jangan mimpi, sebaiknya kau tinggal berpisah dulu dengan Ratih sampai aku berhasil melalui malam pertamaku dengan istriku ini adalah hukuman karena kau berani curhat kepada istriku." ucap Arthur
Aduh Tuan ku mohon jangan salah paham padaku akupun tak sengaja curhat saat aku sedang ada di tepi pantai untuk berdoa kepada Tuhan tiba-tiba nyonya berada di tempat tersebut sedang memandang ke laut akhirnya nyonya mendengar doaku lalu dia mengatakan untuk datang menemuinya dia akan memberi sesuatu." ucap Roy
Arthur mengambil benda yang disedorkan oleh Roy kemudian melihat benda itu dengan siapa kemudian menggoyang-goyangnya seperti lonceng "Tuan bukan begitu caranya tadi nyonya mengajariku menekan tombol yang berada di ujung tapi saat aku menekannya sepertinya macet dan tidak terjadi apa-apa bisakah Tuan bertanya kepada nyonya bagaimana cara menggunakan benda itu dengan benar." ucap Roy
"Baiklah aku akan bertanya pada istriku bagaimana cara menggunakan benda ini tapi aku akan memberikan benda ini besok pagi karena aku akan bertanya saat nanti aku kembali ke kamar." ucap Arthur , "terima kasih Tuhan atas bantuannya aku akan kembali ke kediamanku terlebih dahulu." ucap Roy lalu bangkit dan berjalan keluar dari ruang kerja Arthur
Nampak Arthur kembali melakukan pekerjaannya di depan komputer setelah beberapa jam duduk di depan komputer atur pun melihat jam yang ternyata menunjukkan sudah hampir pukul 10.00 malam ataupun bergegas untuk kembali ke kamar untuk beristirahat tanpa Arthur yang sudah masuk di dalam kamar nggak lihat istrinya yang sedang membaca buku, "sayang tumben kau belum tidur jam seperti ini biasanya kau sudah terlelap." ucap Arthur.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya