
Pria bertopeng hanya menghembuskan nafasnya kasar setelah melihat pria itu keluar dari ruangan tersebut, senyum penuh arti entah apa yang ada di dalam otaknya Yang licik itu tapi sepertinya dia bukan seorang pria yang mudah untuk dikendalikan
Di markas si codet tampak kini si codet dan Lusi sudah saling berhadapan tampaknya kali ini si codet harus benar-benar mengeluarkan semua jurusnya jika ingin menghadapi wanita yang ada di hadapannya walaupun dia tidak tahu seberapa kuat lusi Tapi saat melihat kedua bawahannya yang menghajar anak buahnya yang berjumlah 100 orang dia yakin kekuatan perempuan ini pasti lebih hebat
Si codet yang sudah berdiri di lapangan tampak menutup matanya "ya Tuhan kali ini aku berdoa padamu Jika memungkinkan Tolong jangan terjadi pertarungan ini karena aku yakin aku pasti kalah dan itu akan sangat memerlukan bagiku jadi aku mohon padaMu Tuhan buatlah sesuatu agar pertandingan ini jangan sampai terjadi ucap si codet dalam hati memohon pada Tuhan
sementara lusi yang sudah bersiap di hadapan si codet tampak bingung melihat si codet yang menutup matanya begitu erat seperti sedang membaca sebuah doa "Apakah kita bisa memulainya." tanya Lusi yang sudah tak sabar ingin bertarung, si codot membuka matanya lalu melihat sekelilingnya "Bukankah seharusnya kita memiliki wasit agar pertandingan ini lebih baik dan juga dua orang juri." ucap si codet
"Untuk apa kita memiliki wasit dan juri Bukankah ini hanya pertandingan biasa lagi pula di sini ada bawahanmu dan juga ada bawahanku mereka bisa menjadi wasit sekalipun sekaligus juri sekarang Ayo kita mulai pertandingan ini aku sudah tak sabar lagi." ucap Lusi, menghembuskan nafasnya kasar "biarkan aku minum dulu aku merasa sangat haus." ucap berniat untuk meninggalkan arena dan mengambil minuman tapi tiba-tiba seorang bawahannya sudah membawakan air mineral untuknya membuat si codet melirik tajam bawahannya tersebut, " cepat lah minum." ucap Lusi, ya tuhan aku pasrahkan semuanya kepadamu
" ucap si codet dalam hati
Kini kedua orang tersebut sudah mulai bersiap tapi ponsel milik Lusi tiba-tiba berdering membuat Lusi menghentikan kegiatannya lalu mengangkat telepon penting tersebut setelah berbicara beberapa kata lusi langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan si codet yang sudah bersiap, apa-apaan ini kenapa dia langsung meninggalkan pertandingan begitu saja apa dia takut padaku karena dia merasakan kalah denganku ucap si codet mulai berbicara sesuka hati karena berpikir lu sih sudah pergi walaupun dia tahu lu sih bukannya takut padanya tapi pasti ada sesuatu yang penting sehingga dia langsung pergi begitu saja tak berselang lama ponsel si codet juga berdering ternyata bangunan tersebut dari Dori setelah berbicara beberapa menit si codet juga langsung pergi
Sementara itu di markas milik duri di sebuah ruangan tampak Sofia yang sudah duduk di kursi kebesarannya tampak di sana sudah ada Dori,lani, Lusi, SI Codet, si tato dan Lisa, Baiklah aku sengaja memanggil kalian semua karena ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku bicarakan tapi sebelumnya aku ingin bertanya bagaimana para murid yang kalian latih Apakah mereka memiliki kemajuan." tanya Sofia
"Siap ketua menurutku bawahan dori memiliki kemampuan yang bagus baik dari segi pertahanan maupun tenaga dan mereka sangat baik dalam hal bekerja sama satu dengan yang lain apalagi mereka saling tolong menolong Jika ada yang kesusahan membuat aku sangat senang atas prestasi mereka selama ini." ucap Lani
"Siap ketua menurut ke bawahan si codet cukup lumayan dan mereka pun sangat paham dengan metode yang aku ajarkan masalah kekuatan sepertinya sekarang kekuatan mereka semakin meningkat pesat setelah beberapa kali aku membuat pertandingan antara sesama mereka dan aku pun turut ikut serta bertanding dengan beberapa orang yang aku anggap cukup membunuh standar menjadi salah satu ketua kelompok." ucap Lusi
"Baiklah itu hal yang bagus karena sepertinya pihak busuk mulai mencurigai gerak-gerik kita jadi aku harap kalian lebih berhati-hati terutama kau si codet dan si tato pasti mereka akan menjadikan kalian sasaran utamanya apalagi dengan berita yang beredar bahwa kalian telah memegang kendali atas hotel dan club malam." ucap Sofia
"Kami mengerti ketua itu adalah hal yang harus kami hadapi saat kami bergabung menjadi bawahan ketua dan kami sudah siap untuk hal itu." ucap si codet, benar ketua aku pun memikirkan hal yang sama." ucap si Tato
Baiklah karena aku pikir kalian mungkin akan dalam bahaya jika terus pergi sendiri atau bersama beberapa bawahan yang kurang kompeten Aku ingin kau Lusi jagalah si codet dan kau Lisa jagalah si Tato, kalian akan berperan sebagai sepasang kekasih agar mereka tak curiga, untuk dori dan Lani ada tugas khusus untuk kalian berdua kita akan membicarakannya setelah ini." ucap Sofia
Tampak si tato senyum tak jelas mendengar perkataan Sofia Lisa akan menjadi kekasihnya walaupun itu hanya sebagai kekasih palsu, "tampaknya Tuhan Memang mendengarkan doaku dengan membiarkan dia menjadi jodohku." ucap si tato dalam hati sambil melihat Lisa dengan penuh perasaan sementara Lisa melihat gerak-gerik si tato membuat Lisa merinding merinding
"Aku ingin kalian selalu bersiap setiap saat karena aku yakin seseorang yang di belakang klan dragon sepertinya seseorang yang sangat misterius dan sampai saat ini aku masih memantau jalur perdagangan mereka jika memang saatnya tepat, Aku ingin mengacaukan jalur perdagangan mereka." ucap Sofia
"Ketua Apa perlu aku memerintahkan kanan dan kiri untuk menyusup ke tempat ketua klan daragon, untuk mengetahui rahasia apa yang dia sembunyikan." tanya Lusi, itu ide bagus tapi suruh mereka berhati-hati karena aku yakin markas tersebut tidak semudah yang orang pikirkan." ucap Sofia
"baik ketua aku akan memerintahkan kanan dan kiri untuk melakukan apa yang ketua inginkan." ucap Lusi, sekarang kalian berdua bersama pasangan kalian pergilah untuk melakukan sesuatu yang dilakukan sepasang kekasih Agar kalian dragon tidak curiga jika kalian tiba-tiba bersama." ucap Sofia
Si tato dan si codet saling melirik entah apa yang ada di pikiran kedua pria tersebut tapi sepertinya mereka bingung apa yang harus dilakukan saat berpacaran karena mereka selama ini tak pernah berpacaran jika Mereka menginginkan seorang wanita mereka hanya perlu merayunya lalu membawanya ke tempat tidur dan setelah mereka bosan mereka akan meninggalkannya begitu saja.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya