
Tampak Abraham yang keluar dari ruangan Samuel setelah kepergian Abraham Samuel berdiri lalu melihat ke arah jendela besar di ruang kerjanya entah apa yang dipikirkan pria tersebut tapi sepertinya dia merasa penasaran akan sesuatu sementara itu Abraham begitu sampai di ruangannya langsung duduk lemas di kursi miliknya adik dan kakak sama-sama membuatnya tertekan
Sementara itu Sofia yang sudah selesai berkemas tanpa keluar dari rumah sakit menuju ke mobilnya tiba-tiba seorang dokter yang merupakan teman Sofia menyapanya "hai Sofia aku ingin mengatakan sesuatu padamu apakah kau sudah dengar bahwa dokter Aris akan segera bertunangan." tanya dokter wanita tersebut
"Tidak aku tak mengetahuinya tapi kalau memang dia sudah bertunangan itu kan hal yang baik." ucap Sofia, "kau benar baiklah aku duluan hati-hatilah di jalan saat pulang ucap dokter wanita tersebut Lalu berjalan ke arah mobilnya sementara Sofia melanjutkan perjalanannya menuju mobilnya langsung masuk ke dalam mobil dan bergegas meninggalkan parkiran rumah sakit
Sementara itu di kediaman dokter Aris tampak kedua orang tuanya bingung melihat dokter Aris yang akan berbicara dengan mereka "ada apa nak tiba-tiba kau ingin berbicara dengan ayah dan ibu apakah ada sesuatu yang terjadi." tanya ayah dokter Aris," , "ayah, ibu Carikan aku calon istri aku sudah mengatakan kepada teman-temanku yang berada di rumah sakit bahwa aku sudah memiliki tunangan akan segera menikah." ucap dokter Aris
"Apa yang kau katakan memangnya kenapa kau bisa berbicara seperti itu apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga kau mengatakan hal itu." tanya ayah dokter Aris, "sudahlah Ayah jangan bertanya lagi kalau memang putramu ingin dicarikan jodoh mengapa tidak kebetulan sayang ibu kemarin habis mengadakan pertemuan dengan beberapa teman ibu dalam sebuah acara arisan dan teman ibu juga mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik baik dan profesinya adalah seorang model bagaimana kalau kau bertemu dengannya dan berbicara siapa tahu saja kalian cocok dan kalian bisa secepatnya bertunangan." ucap ibu Aris
Dokter Aris melihat ke arah ibunya "boleh juga ibu asalkan dia cantik itu tak masalah untuk ku." ucap dokter Aris karena dia berpikir seorang model pasti sangat cantik dan seksi apalagi dia sudah mengatakan pada teman-temannya bahwa dia sudah bertunangan dan teman-temannya mengatakan bahwa wanita itu pasti lebih daripada Sofia itulah mengapa dokter Aris lebih memilih wanita tersebut namanya model pasti dia sangat cantik dan seksi pikir dokter Aris
"Ada apa dengan kalian berdua ini kau juga Aris tiba-tiba memutuskan untuk bertunangan dengan seseorang apalagi dalam kondisi terburu-buru itu berarti kau tak ingin lagi mengejar Sofia." tanya ayah Aris, "tidak Ayah aku tak ingin lagi dengan Sofia aku pikir mungkin Sofia memang bukan jodohku jadi aku berpikir untuk mencari wanita lain saja." ucap dokter Aris
Sementara itu di kota D tampak ana yang sudah berada di depan gerbang pintu rumah Billy para penjaga menghadang ana yang terus berusaha untuk masuk ke dalam kediaman Billy "maaf Nona anna sebaiknya nona pergi saja dari sini karena tuan dan nyonya tak ingin bertemu dengan anda." ucap penjaga tersebut
"maaf ana aku rasa sudah tak ada lagi yang perlu kita bicarakan keputusanmu untuk meninggalkanku Sudah jelas kau sudah pergi dengan ayahmu kau pikir aku laki-laki bodoh yang mau menunggu wanita sepertimu tidak aku tahu semuanya aku harap kau tak lagi mengganggu hidupku sekarang silakan pergi." ucap Billy
"Tunggu Billy aku mohon maafkan aku aku menyesal telah melakukan itu kumohon aku takkan pernah lagi meninggalkanmu jadi kumohon maafkanlah aku pilih aku benar-benar menyesal aku bersedia melakukan apa saja untukmu asalkan kau mau kembali denganku aku mohon Billy kembalilah padaku." ucap Anna tak tau malu sementara Rika ternyata melihat semua hal tersebut dari balik jendela dia juga sangat penasaran siapa yang telah membuat keributan di depan pintu pagar
"Kau jangan gila anna aku sekarang sudah memiliki istri dan aku mencintai istriku jadi sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi aku sudah muak melihatmu." ucap Billy, "kalau memang itu keinginanmu baiklah tapi kau pernah berjanji padaku saat kau menikah kau akan memberikan aku apartemen dan membiayai semua hidupku dan kau akan datang sesekali untuk menjengukku." ucap Anna yang masih berharap
"Sebaiknya kau Jangan berharap lebih padaku apartemen itu sudah aku alihkan menjadi nama istriku dan kartumu sudah aku blokir karena itu akan menjadi kartu milik istriku jadi kau jangan pernah mengatakan apapun ataupun berharap padaku sekarang aku sudah bahagia dengan istriku sebaiknya kau pergi saja mencari pria lain Jangan menggangguku." ucap Billy
"Brengsek kau Billy kau sudah mengkhianati ku aku akan membalas semua perbuatanmu." ucap anna, " penjaga usir dia jangan biarkan dia mendekat ke rumah ini jika Dia mendekati lagi rumah ini bawa saja dia ke kantor polisi dengan tuduhan mengganggu keamanan rumah ini." ucap Billy lalu kembali masuk ke dalam rumah sementara Rika yang mengintip di jendela bergegas kembali masuk ke dalam kamar, tampak anna mengepalkan kedua tangannya melihat bilih yang sangat cuek padanya berbanding terbalik dengan beberapa minggu yang lalu yang masih sangat mencintainya
Billy tampak masuk ke dalam kamar melihat istrinya yang sedang duduk di tepi ranjang bilang langsung menghampirinya "ada apa sayang siapa yang sudah membuat keributan di luar." tanya Rika pura-pura tidak tahu, "biasa orang gila tapi semua sudah aman sayang para penjaga sudah mengusirnya." ucap Billy, Rika hanya mengangguk saja mendengar perkataan Billy dalam hati Rika sangat bahagia karena ternyata suaminya lebih memilih dirinya daripada anna tadi dia sempat takut jika Billy bertemu anna Billy akan kembali kepada anna dan tak mempedulikannya lagi seperti sebelumnya sebelum dia menikah.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya