
Tampak ke dua orang tua Neni bingung saat seorang pelayan membawa masuk sebuah koper besar, "sayang apa yang terjadi mengapa kau membawa barang sebanyak ini apakah kau bertengkar dengan Ruben." tanya mama Neni
"Aku dan Ruben akan berpisah ibu ayah karena kami sudah tidak sejalan lagi sehingga aku memutuskan untuk kembali kemari." ucap Neni dengan tertunduk dia tak mungkin menceritakan apa yang telah dilakukan Ruben kepadanya jika sampai kedua orang tuanya tahu apa yang dilakukan Ruben jelas saja mereka akan marah dan mungkin saja akan mencari Ruben ke kediamannya dan hal itu pasti tidak akan baik untuk kedua orang tuanya jadi lebih baik dia mengatakan bahwa perpisahan ini karena keinginannya
Tapi sayang Apa kau yakin kau akan berpisah dengan Ruben susah loh mendapatkan suami yang seperti Ruben Dia pekerja keras, memiliki perusahaan dan dari keluarga yang terpandang dan dia juga terlihat sangat menyayangimu kalau hanya perbedaan prinsip kalian kan masih bisa membicarakannya secara baik-baik." ucap ibu Neni, maafkan aku ibu tapi sepertinya perceraian ini adalah hal yang terbaik untukku aku akan masuk ke kamarku terlebih dahulu aku ingin beristirahat aku sangat lelah ucap neni lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya meninggalkan kedua orang tuanya, setelah kepergian ini kedua orang tua nya tampak berdiskusi ibu sebaiknya biarkan Neni tenang dulu kita kan tidak tahu apa yang terjadi di dalam rumah tangga ini mungkin saja keputusan yang diambil ini sudah dia pikirkan secara matang-matang." ucap ayah Neni yang melihat raut wajah putrinya tidak ada kesedihan itu berarti ini sama sekali tidak sedih atas perceraiannya ini terlihat jelas dari raut wajahnya Yang sepertinya merasa lega dengan apa yang terjadi hanya saja seperti dia sangat kelelahan
"Tapi ayah di mana lagi kita bisa menemukan menantu seperti Ruben yang kaya dan tampan serta sangat baik pada kita seharusnya ini bersyukur menikah dengan Ruben bukan malah meminta perceraian hanya gara-gara masalah prinsip." ucap ibu Neni, "sudahlah sayang biarkan ini beristirahat Ayo kita juga kembali ke kamar untuk beristirahat." ucap Ayah Nini lalu merangkul sang istri masuk ke dalam kamar, sementara itu nenek yang sudah berada di dalam kamar tampak langsung mengentaskan tubuhnya di ranjang sepertinya dia sangat lega sudah keluar dari kediaman rumit tampak Nini bangkit dan pergi ke depan kaca besar yang ada di kamarnya ini melepaskan baju yang dia kenakan saat melihat tubuhnya yang penuh dengan bekas luka dari pangkal leher sampai paha membuat mini sangat sedih karena kulit mulusnya dulu Sudah tak ada lagi semua hanya bekas penyiksaan Ruben yang berbekas walaupun bisa ditutupi dengan pakaian tapi membuatnya banget jadi dan terluka dan takutnya ada yang akan melihat bekas luka tersebut sekarang hidupnya benar-benar sudah berubah entah apa yang harus dia lakukan untuk bisa hidup normal dan melupakan apa yang pernah terjadi padanya tapi sepertinya lihat akan pernah bisa melupakan apa yang sudah pernah terjadi jika dia melihat bekas-bekas luka yang ada di tubuhnya
Sementara itu profesor Abdullah yang berada di ruangannya tampak membuka dus yang tadi dia bawa dari gudang tampak beberapa foto dan beberapa berkas masih tertata rapi di dalam dus tersebut profesor Abdullah mengeluarkan satu persatu barang-barang tersebut di atas mejanya setelah semua barang-barang yang ada di dos sudah berada di atas meja profesor Abdullah langsung duduk dan memeriksa berkas-berkas tersebut sambil melihat ponselnya melihat dengan seksama gambar yang dikirimkan oleh Sofia kepadanya
Sementara itu Stuart yang berada di ruang kerjanya tampak memikirkan sebuah rencana tak berselang lama ada laporan dari Mr D melalui pesan singkat tuan sepertinya ada seseorang yang ikut mengawasi lab tuan Eddy tapi dia mengawasi di tempat yang sedikit jauh dari pulau." Isi pesan Mr D, "abaikan saja mereka aku yakin mereka takkan berani mendekati pulau tersebut lihat saja bagaimana mereka memantau Pulau itu saat waktunya yang tepat tangkap mereka semua aku yakin salah seorang dari mereka pasti mengetahui apa yang terjadi satu tahun yang lalu karena mereka tak berani mendekati pulau tersebut hanya bisa memandangnya dari jauh." isi balasan pesan Stuart
Sementara itu seperti biasa saat Arthur sedang tertidur lelap Sofia tampak keluar dari kamar dan menuju ruang kerja milik Arthur tampak Sofia membuka laptopnya dan melihat beberapa laporan dari para bawahannya tampak Sofia berpikir keras tentang siapa sebenarnya pria yang memakai penutup wajah tersebut nampaknya dia tidak juga mudah dan tidak juga tua tapi bagaimana bisa dia berkenalan dengan Ruben dan kemana perginya Paman Edi apalagi Paman Edi sangat dekat dengan ibunya dia memang selalu memutuskan komunikasi dengan siapapun tapi dengan kikan dia selalu memberikan kabar walaupun hanya pesan singkat setelah di ijin pada Kikan setahun yang lalu Paman Edi mengatakan dia belum Akan menghubungi ibunya selama setahun dia berkonsentrasi dengan penelitiannya dan hanya akan mengirimkan pesan jika Kikan khawatir itu berati selama ini Kikan tak pernah putus komunikasi dengan Kikan ibunya tapi bagaimana bisa karena sepertinya Paman Edi sudah menghilang setahun yang lalu begitu saja yang membuat aku semakin Bingung tapi bukanya seharusnya ibu panik karena paman Edi sudah tak menghubunginya
Sofia bergegas mengambil ponselnya lalu menelepon sang ayah agar menanyakan hal tersebut kepada ibunya sementara Stuart yang sedang berada di ruang kerjanya Tampak sedikit berpikir dengan perkataan putrinya setelah menutup panggilan telepon buat kemari keluar dari ruang kerjanya menuju kamar di mana sang istri berada sedang menonton drama Korea kesukaannya, "sayang aku ingin berbicara denganmu ucap Stuart yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar membuat ."kikan yang sedang asyik menonton sedikit terkejut, "astaga sayang apa pasti kau mengagetkanku saja emangnya kau ingin bicara apa larut ini katakan padaku ada masalah apa." tanya Kikan
"Sayang apakah selama ini Kak Edi sering memberimu kabar tentang dirinya." tanya tuan, "baru kemarin dia memberikan kabar melalui pesan bahwa dia saat ini sedang melakukan penelitian di lab miliknya, bukankah selama ini dia memang hanya mengirim pesan saja dan tak pernah menelepon memangnya ada apa bukan kakak Edi baik-baik saja." ucap kikan.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya