
Waktu berlalu dengan cepat saat ini waktunya makan siang tampak Sheila sedang menelepon sang tunangan untuk memberitahunya bahwa dia akan makan siang bersama Sofia dan lainnya tapi sepertinya ponsel sang tunangan sedang tidak aktif, "Ada apa dengan damar Kenapa akhir-akhir ini hp-nya jarang aktif, nanti saja aku menghubunginya saya baca aku berkas pergi pasti kak Sofia dan yang lainnya sudah berada di mall." ucap Sheila
Benar saja tampak Sofia, Dinda dan Anisa sudah berada di restoran mall Tak berselang lama tampak Sheila masuk ke restoran dengan terburu-buru
"Halo kakak Sofia cantik tapi tak pernah senyum, halo Dinda dan Anisa maafkan Aku terlambat datang." ucap Sheila lalu duduk setelah mencium semua yang ada di meja tersebut
"Aku sebenarnya penasaran akan satu hal bagaimana kau dengan Steven Apa kalian saling bertengkar cakar-cakaran atau kau sudah menggigitnya hingga dia tak bisa masuk kerja." tanya Sofia
"Mana ada aku melakukan hal tersebut kepada kakak Steven, sekarang sudah beda aku tak mungkin melakukan itu padanya." ucap Anisa sambil tersenyum malu
"Oh Astaga lihatlah senyuman malu-malu itu, aku pikir aku tak akan pernah melihatnya, apa kakakku berhasil membuat mu jatuh cinta padanya." ucap Sofia
"Apa-apaan sih ayo kita pesan makanan berhentilah membahas maslah itu." ucap Anisa sambil tersenyum malu, tapi tanpa mereka sadari ada dua orang pria yang sedang makan siang di restoran mall tersebut sambil melihat ke arah mereka
Mereka pun memesan makanan sesuai selera mereka masing-masing saat akan makan tiba-tiba Dinda melihat damar yang berjalan dengan menggandeng seorang wanita sontak saja Dinda langsung berdiri sambil terus menatap ke arah damar yang sedang berbelanja dengan seorang wanita cantik dan seksi Dinda langsung melihat ke arah Sheila yang sedang makan tak ada yang menyadari hal tersebut
Tampak damar asyik berbelanja bersama wanita tersebut "sayang aku lapar seperti itu ada restoran enak Ayo kita ke sana." ucap wanita tersebut
Tampak damar masuk bersama wanita tersebut dia tak menyadari bahwa Sheila juga makan di restoran tersebut Apalagi Sheila membelakangi mereka Dinda yang melihat hal tersebut matanya semakin lebar sontak saja hal tersebut dilihat oleh Sofia yang tepat berada di samping Sofia langsung mengalihkan pandangannya melihat damar bersama seorang wanita Sofia langsung melihat ke arah Sheila
Sofia dan dinda saling menatap kemudian menggeleng mereka tahu akan terjadi sebuah drama jika sampai Sheila melihat hal tersebut, tanpa Anisa yang tak sengaja melihat damar bersama seorang wanita "kak Sheila Bukankah itu kak damar tunangan kakak Sepertinya dia bersama seorang wanita Apakah itu kakaknya atau adiknya tanya Anisa dengan polosnya padahal sudah jelas wanita tersebut mengandeng mesra damar
Sofia dan Dinda yang mendengar hal tersebut langsung menutup matanya karena mereka yakin sebentar lagi restoran ini akan segera menjadi tempat pertempuran, cepat tutup restoran itu dan katakan pada pengunjung yang lain untuk keluar." ucap Sofia Dinda langsung bangkit lalu menyuruh manajer untuk menutup restoran, sementara pria tersebut yang melihat hal itu langsung segera bangkit "Ayo kita harus keluar dari restoran ini kau tak inginkan menjadi salah seorang yang menyaksikan tragedi." ucap Steven ya pria tersebut ternyata Steven mengikuti istrinya, bosnya tersebut Tapi tetap mengikuti perintahnya mereka langsung keluar dari restoran
Sheila meletakkan sendoknya lalu melihat ke arah damar yang tampak senyum sambil menggandeng seorang wanita damar sangat terkejut saat melihat Sheila tepat berada di hadapannya, tanpa kata Sheila langsung memukul damar membabi buta sementara sang wanita sangat terkejut melihat damar dipukul oleh seorang wanita, wanita tersebut ingin melerai tapi kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Sheila Jika sedang marah
"Sebaiknya kau jangan ikut campur biarkan saja dia adalah tunangan damar." ucap Sofia saat wanita Tersebut hendak mendekati damar dan Sofia
wanita tersebut langsung melihat ke arah Sofi "tidak mungkin damar sudah melamarku dan kami juga sudah bertunangan." ucap wanita tersebut
"Kau dengar Sheila katanya dia adalah tunangan damar itu berarti kau sudah ditipu mentah-mentah oleh damar." ucap Sofia menambahkan bara api di hati Sheila
"Mendengar hal tersebut membuat Sheila semakin murka dengan tendangan bertubi-tubi akhirnya membuat damar pingsan tak berdaya, melepaskan damar, langsung memeluk Sofia dan menangis dia memang sangat keras tapi juga sangat lembut seperti Darmanto ayahnya
Sofia langsung memeluk erat Sheila, Dinda langsung mendekat dan ikut memeluk begitupun Anisa sementara wanita yang tadi bersama damar tampak langsung berlari ke arah damar untuk melihat keadaannya, tampak berapa tenaga medis dengan tempat tidurnya datang untuk mengangkat damar keluar dari restoran
Setelah damar dan Wanita itu pergi restoran kembali ditutup menyisakan keempat wanita yang ada di dalamnya sedang memberikan semangat kepada salah satu temannya sementara di luar restoran tampak Steven dan Dion
"Apa yang terjadi kenapa bisa pria tersebut jadi seperti itu apakah ada yang mengeroyoknya sampai pria tersebut terluka separah itu." tanya Dion
"Ini yang aku takutkan bila membuat wanita marah mereka bisa menjadi Muhammad Ali jika kita berbuat sesuatu yang menyakitinya apalagi jika wanita tersebut berasal dari keluarga huges." ucap Steven, Mendengar hal tersebut membuat dia semakin bingung tak mengerti apa yang dibicarakan oleh Samuel
Tampak Sheila menangis karena sangat kecewa pada damar bukannya apa mereka sudah bertunangan sejak SMA dan saat ini baik dan damar sudah bekerja sebagai dokter dan bahkan mereka sudah bertunangan sebelum masuk kuliah
"Berhentilah menangis angap ini pelajaran sebaiknya kau lupakan saja damar dan fokus pada karir untuk sementara." ucap Sofia
"Aku sungguh kecewa pada damar aku berpikir aku akan segera menikah dengannya paling lambat tahun depan tapi apa yang terjadi dia terang-terangan menghianatiku dengan seorang wanita bahkan dia juga sudah bertunangan dengan wanita tersebut." ucap Sheila
sementara itu di rumah sakit tanpa kedua orang tua damar datang ke rumah sakit karena mendapatkan kabar bahwa anaknya sedang terluka dan berada di rumah sakit kedua orang tua damar melihat seorang wanita cantik dan seksi sedang berada di ruang perawatan damar "siapa kau." tanya ibu damar
"Aku adalah tunangan damar." ucap wanita tersebut, tampak kedua orang tua damar bingung pasalnya yang mereka tahu tunangan damar adalah Sheila karena mereka sendiri yang datang ke rumah Sheila untuk meminta Sheila ke pada orang tuanya
"Apa katamu tunangan damar sejak kapan damar memiliki tunangan sepertimu tunangan damar hanya satu yaitu Sheila." ucap Ibu damar
Mendengar hal tersebut membuat wanita tersebut terdiam sementara damar yang baru siuman dari pingsannya tampak sedikit pusing "apa yang terjadi siapa yang melakukan ini padamu." tanya ibu damar.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya