
"Dasar Kak Samuel bisa-bisanya dia mengerjai seorang gadis kecil lihatlah sepertinya Dia gadis yang baru saja tamat sekolah." ucap Sheila
"Tapi itu sangat bagus karena dia boa kalian terkabul kakak Samuel mendapatkan wanita yang sangat pencemburu kau tau kan anak gadis jaman sekarang kalau cemburu astaga naga ular naga berkepala naga sepertinya otak mereka bergeser Sampai ke lutut karena cemburu gak pakai logika." ucap Sofia
Sementara ketiga wanita tersebut sedang membahas tentang Samuel dan Emeli yang sedang berdebat Emeli yang keras kepala tampak masih tak percaya bahwa kamu yang memiliki saudara kembar mereka memakai baju yang sama sementara Anisa saja seolah-olah dia tak ada tempat itu
"Baiklah aku akan memangil Steven kemari jika memang kau mau, halo Steven istrimu memakan makanan yang berlemak dan jus yang memiliki banyak gula." ucap Samuel
Anisa yang sedang asyik menonton langsung mengalihkan pandangan yang ke arah Samuel kenapa "sih kakak melapor pada kakak Steven awas ya aku doakan KK cepat nikah." ucap Anisa, tak berselang beberapa menit pintu diketuk Dinda langsung membukanya benar saja Steven langsung masuk dan langsung berjalan ke arah istrinya memeriksa makanan yang dimakan oleh sang istri sementara Anisa tampak bernafas lega saat semua makanan yang tadi dia makan sudah diamankan di sebuah lemari "sayang aku dengar dari Samuel kau mau makan dan minum makanan yang tidak baik untuk kesehatan bayi kita dan dirimu apakah itu betul." tanya Steven
"Mana ada kakak itu bisa-bisanya kak Samuel saja gara-gara tak bisa merayu pacar kecilnya dia membawa bawa namaku agar pacar kecilnya tahu bahwa dia memiliki saudara kembar." ucap Anisa, Steven yang hanya fokus kepada istrinya langsung mengalihkan pandangannya ke arah Samuel yang kini saling berhadapan dengan Emily langsung bingung melihat gadis yang tadi menatapnya dengan seksama saat dia akan keluar dari kamar hotel pantas saja gadis itu terus melihatnya ternyata gadis itu adalah kekasih kakaknya "sejak kapankah kakak Samuel memiliki kekasih." tanya Steven
"Entahlah aku juga tidak tahu kau tanya saja sama Sofia dia kan yang mengajak kami kemari katanya dia ingin memperkenalkan kakak ipar barunya." ucap Anisa
Sementara Emily yang melihat keberadaan Steven tampak membatu dia bingung harus berkata apa karena Samuel dan Steven memang sangat mirip bahkan mereka tak bisa dibedakan apalagi pakaian mereka pakaian yang mereka kenakan sama sangat berbeda wajahnya dengan Sofia yang berambut pirang dan memiliki mata biru Steven dan Samuel berambut hitam dan memiliki mata hitam pekat walaupun walaupun wajah mereka agak sedikit mirip tapi tak akan yang tak akan ada yang menyadari bahwa Samuel Steven dan Sofia adalah saudara kembar jika hanya Samuel dan Steven orang akan yakin bahwa mereka adalah saudara kembar
"Sekarang kau sudah lihat kan itu adalah adik kembarku namanya Steven itu istrinya yang sedang hamil besar." ucap Samuel, emang lagi sangat malu dia hanya bisa mengangguk saja lalu diam
"Akhirnya drama ini berakhir Kak Samuel kalian pergilah kami harus melanjutkan acara kumpul bersama antara sesama wanita jadi silakan kalian keluar." ucap Sofia, kedua pria tersebut langsung melihat ke arah sang adik, tampak Steven dan Samuel langsung ditarik keluar oleh Sofia karena mereka tak ingin pergi dari tempat tersebut setelah kepergian Samuel dan Steven Sofyan langsung mengunci pintu kemudian kembali berkumpul saat ini kelima wanita tersebut sudah berada di atas ranjang dan saling bercerita walaupun Anisa masih dengan cemilannya sementara Emily masih malu-malu apalagi tadi tempat ada drama antara dirinya dan Samuel sangat antusias tentang pertemuan Emily dan Samuel
Sementara itu di ruang kerja Stuart tampak Mr D yang baru saja masuk, "selamat malam apakah ada sesuatu sehingga Tuhan memanggilku malam-malam begini." tanya Mr D
"Aku memanggilmu kemarin ingin membicarakan tentang Sofia bagaimana kalau kita langsung memberikannya ujian terakhir saja lagi pula dia sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik tanpa ada seorang pun yang mengetahui tentang siapa pembunuh mafia yang berasal dari kota d yang dibunuh oleh Sofia beberapa waktu yang lalu." ucap Stuart
"Kenapa kita tidak menjadikan hal itu sebagai ujian terakhir untuknya untuk apa dia repot-repot bergabung dengan sebuah klan mafia hanya untuk menjadi bawahan seorang pria yang tak normal, aku pikir Sofia sudah siap menjadi seorang ketua mafia menggantikan mu, pembuktian apalagi yang kuinginkan bukankah dia sudah menjadi ketua klan di dunia bawah tanah yang sangat ditakuti dan disegani ." ucap Mr D, Stuart terdiam mendengar perkataan Mr D
"Apa kau yakin kita tak usah dengar dia masuk ke sebuah clan dan menjadi bawahan agar dia merasakan apa perasaan seorang bawahan saat melakukan tugas tidak sesuai dengan apa yang diinginkan." tanya Stuart
Stuart Sofia adalah anak yang cerdas dengan dan mempunyai IQ di atas rata-rata bahkan di atas kedua saudaranya dan dia sudah berlatih ilmu obat sejak dia kecil dan dilatih sendiri oleh sang kakek dan dia hidup dengan di lingkungan orang-orang yang saling menghargai apa kau pikir dia akan memberikan seorang seseorang tugas untuk membunuh orang yang tidak bersalah Dia adalah seorang dokter yang menyelamatkan hidup seseorang mengapa kau masih meragukan Sofia padahal kau adalah ayahnya yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang jika dia sedang marah tapi semua itu pasti karena dia ingin melindungi sesuatu." ucap Mr D
"Baiklah anggaplah hal yang dia lakukan untuk menyelamatkan seorang ibu dan anaknya adalah ujian terakhir untuk sementara dia akan menggantikanku sebagai wakil ketua di saat dia sudah siap dan aku akan pensiun dia akan mengambil semua haknya menjadi seorang ketua." ucap Stuart
"Akhirnya pikiranmu bisa terbuka dan mengerti situasi yang ada kau jangan terlalu menekan putrimu Sofia bukan robot Dia seorang gadis yang mempunyai perasaan kau selama ini selalu bertindak keras padanya walaupun semua orang mengetahui bahwa kau sangat mencintainya tapi kau selalu berusaha membuat dia seperti dirimu." ucap Mr D
"Baiklah aku mengerti, mungkin kasih sayangku padanya terlalu berlebihan membuat aku tak ingin dia terluka baik hanya goresan kecil aku keras padanya karena aku ingin dia tahu bagaimana kerasnya dunia di saat kau terluka tak akan ada orang yang membantumu mereka hanya melihatmu dan memberikan semangat tapi mereka tidak pernah tahu apa yang kau butuhkan." ucap Stuart.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya