
"Aku terbuat dari tanah emas dia terbuat dari tanah sengketa itulah mengapa sifatnya buruk ." ucap Samuel sambil menunjuk Steven
"Kalian berdua di buat dari tanah kuburan karena seperti iblis." ucap Sofia lalu bangkit dan pergi ke kamarnya, jika kita seperti iblis lantas dia terbuat dari tanah apa sedangkan dia iblis kuadrat." ucap Steven setelah kepergian Sofia, mulutmu itu kalau dia dengar bisa-bisa dia mengadu pada ayah apa kau ingin di gantung terbalik kau ingat kan waktu kecil saat kita tak sengaja membunuh burung kakaktua miliknya, ayah bahkan membuta kita berlari selama beberapa hari di lapangan." ucap Samuel
"kau benar aku hampir saja aku keceplosan Untung saja dia tak mendengar apa yang aku katakan kalau tidak habis aku." ucap Steven sambil terkekeh, sementara itu Sofia yang sudah masuk ke dalam kamarnya tampak membuka sebuah lemari tak berselang lama tampak di dalam lemari ada sebuah pintu Sofia langsung membuka pintu tersebut kemudian melangkah berjalan beberapa langkah tampak sebuah pintu dalam ruangan tersebut sosial langsung membuka pintu itu tampak sebuah ruangan seperti kamar tapi kamar tersebut cukup sempit tidak seperti kamar-kamar yang lain di dalam villa tampak Sofia melangkah menuju sebuah dinding yang di mana ada sebuah lukisan yang sangat besar tampak Sofia menaikkan sesuatu membuat tembok yang berada di balik lukisan tersebut langsung terbuka
sementara Arthur yang sedang beristirahat tampak terbangun karena dia ingin membersihkan tubuhnya tapi saat dia melihat ke arah dinding kamar tampak dinding tersebut terbuka Arthur sangat terkejut tapi sebelum dia bereaksi dari balik tembok tersebut memperlihatkan sosok istrinya yang berada di dinding sebelah tiba-tiba Sofia masuk ke dalam kamar Arthur melewati dinding tersebut Arthur langsung bangkit dan melangkah menuju sang istri yang sudah melangkah masuk ke dalam kamar milik Arthur dan kemudian menekan sebuah tombol di ruangan tersebut membuat dinding itu kembali seperti semula
"kau ada di sini sayang bagaimana bisa aku bahkan tidak tahu bahwa dinding itu merupakan sebuah pintu yang menghubungkan dengan ruangan yang lain." ucap Arthur
"aku memang sengaja merancang villa ini agar jika terjadi sesuatu nanti ada jalan yang bisa digunakan untuk keluar dari villa ini dan dindingnya kini bukan satu-satunya jalan yang bisa kita lewati untuk terhubung dengan kamar yang lain ada beberapa jalan yang bisa langsung membawa kita keluar dari villa ini." ucap Sofia
"wah pantas saja villa ini sangat indah dan memiliki banyak ruangan dan juga sangat luas bahkan kolam renangnya saja sangat besar, oh iya apakah kau baik-baik saja tadi aku melihatmu makan sesuatu yang sangat pedas aku takut kau terluka atau perut mu sakit aku tadi tidak sempat mempertanyakan hal tersebut karena aku ingin menanyakan langsung kepadamu itulah mengapa aku tidak menanyakan saat Kita berkirim pesan ." ucap Arthur
Tampak Sofia tersenyum melihat suaminya yang sangat khawatir padanya, "aku tidak apa-apa itu bukan apa-apa bagiku aku suka makan pedas saat sedang bersemangat." ucap Sofia, syukurlah aku sangat khawatir tadi, aku memiliki sesuatu untuk mu aku." ucap Arthur lalu Arthur berjalan menuju tas miliknya tampak Arthur mengambil sebuah kotak perhiasan lalu membawanya dan di berikan kepada Sofia
Sofia langsung mengangkat rambutnya agar Arthur bisa memasang memasangkan kalung ke leher Sofia, tampak Sofia melihat kalung tersebut yang sangat indah dan sangat cocok di lehernya lalu Sofia membuka kotak perhiasan tersebut tampak Sofia melihat berbagai macam perhiasan yang sangat indah "terima kasih sayang aku sangat menyukai kalung ini dan semua perhiasan di kotak ini sangat indah." ucap Sofia lalu menutup kembali kotak perhiasan tersebut
"sayang kau tahu kan aku sangat merindukanmu sudah beberapa minggu aku tak bisa memelukmu dengan hangat menyimpan kotak yang dipegang Sofia di atas meja lalu mulai merapatkan tubuhnya dengan tubuh Sofia kini bibir mereka sudah saling menyatu satu dengan yang lain, tapi saat bibir mereka saling menyatu tiba-tiba sebuah ketukan membuat mereka menghentikan kegiatan tersebut
sementara itu di ruang tamu tampak aktifkan dan Samuel sedang berdiskusikan sesuatu tapi dengan suara yang sedikit kecil dan saling berdekatan "apa kau yakin mereka memiliki hubungan yang spesial." tanya Steven, aku sangat yakin mereka memiliki hubungan spesial tapi aku tidak mengetahui hubungan seperti apa bagaimana kalau kita mengadakan taruhan." ucap Samuel , "taruhan seperti apa jangan bilang kau ingin bertaruh apakah Arthur dan adik kita Sofia saling mencintai atau mereka hanya teman biasa." tanya Steven
"ya aku ingin bertaruh Mereka adalah pasangan kekasih atau mereka bukan pasangan kekasih kau pilih yang mana pemenangnya akan mendapatkan satu permintaan yang harus dikabulkan oleh pihak yang kalah." ucap Samuel, Apa kau yakin mereka pasangan kekasih aku meragukan hal itu lihatlah atur lihat aku tampan aku dan saya kaya diriku apa yang dilihat oleh Sofia pada pria seperti itu ucap Steven, "aku juga berpikir hal yang sama denganmu saat pertama melihatnya tapi saat aku bertanya secara pribadi tentang Arthur Sofia tampak marah kau tahu mobilku dia ledakan dan kau tau mobil itu adalah mobil kesayanganku dan kau lihat tadi dia membakar villa ku apa kau tidak merasa curiga mereka memiliki hubungan spesial." ucap Samuel
"baiklah Mari Kita bertaruh aku memiliki sebuah koin jika kau melempar dan jatuh dengan gambar kepala maka kau akan memilih opsi pertama yaitu mereka memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih tapi jika yang terlihat adalah gambar ekor maka kau akan memilih opsi kedua yang berarti mereka tak memiliki hubungan apapun." ucap Steven
sementara itu Kevin yang sudah membersihkan tubuhnya dan sudah berpakaian rapi hendak mengajak tuannya berjalan-jalan melihat pantai yang berada depan villa apalagi di tepi laut ada jembatan di ujung jembatan ada beberapa kapal dan berbagai macam alat yang digunakan untuk bersenang-senang di pantai Kevin lalu mengetuk pintu kamar milik Arthur setelah beberapa kali mengetuk tak ada reaksi dari dalam.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya