My Wife My Hero

My Wife My Hero
337.hukuman



Tampak anna meringis berusaha menahan sakit di tangannya akibat jari jempolnya dipotong, setelah beberapa jam berlalu tampak pria yang tadi bertanya kepada anna kembali masuk ke ruangan sementara kedua pria yang merupakan teman Ridho tampak masih setia menjaga anna di ruangan tersebut "bagaimana keadaannya apakah dia baik-baik saja sepertinya kalian cukup bersenang-senang dengannya, cepat buat dia sadar aku ingin bertanya tentang barang-barang milik Ridho aku harus mendapatkan flash disk." ucap pria tersebut


"Halo anna ucap pria tersebut membuat anak terkejut ada apa apakah kau merasa terkejut aku mengetahui siapa dirimu tentu saja aku mengetahui dari jempol tanganmu sendiri sungguh kau wanita jahanam yang luar biasa dari kecil kau sudah berbuat jahat bahkan sampai besar pun kau terus berbuat jahat bahkan kau dengan tega menghilangkan dua nyawa orang sekaligus tanpa pandang bulu baik dia yang sudah menolong ataupun seseorang yang tidak punya masalah dengan sekarang katakan padaku di mana flash disk milik Ridho." tanya pria tersebut


"Sungguh aku tidak mengetahui di mana flash disk itu berada sepertinya ada seseorang yang telah mencuri barang-barang milikku di hotel dan di situ terdapat barang-barang Ridho aku tidak tahu siapa pencurinya ucap Anna jujur, "Apa kau yakin anna tidak mengetahui di mana flash disk tersebut aku mungkin bisa meringankan hukumanmu jika kau mengatakan di mana flash disk tersebut mana ada seseorang yang merampok di hotel sebesar itu apalagi sistem keamanan di hotel itu sangat ketat." ucap pria tersebut tak percaya apalagi hotel tersebut sangat menjaga barang-barang milik tamu mereka dan semua yang bekerja di dalam hotel tersebut memiliki sertifikat dan tak pernah melakukan kejahatan sekecil apapun


"Anna kau jangan lagi berbohong atau bermain-main denganku aku tak memiliki kesabaran lebih lagi untukmu jika kau tak cepat mengatakan yang sebenarnya di mana flash disk itu kau sembunyikan maka bukan hanya jari jempolmu yang aku potong semua jarimu akan aku potong dari tangan hingga kaki dan juga lidahmu itu akan aku potong karena sudah berani berbicara bohong di hadapanku." ucap pria tersebut


"Tolong Tuan ampuni aku maafkan aku aku benar-benar tidak tahu benar tentang flashdisk itu aku pikir itu barang yang tidak berguna jadi aku meninggalkannya begitu saja di kamar hotel bersama barang-barangku yang lain dan juga barang-barang Ridho aku tidak mengetahui bahwa akan ada seseorang yang datang mencuri barang-barangku saat aku keluar dari hotel." ucap Anna


Tuan tadi di hotel di mana dia menginap kami sempat melihat seorang pria datang mencari wanita ini apakah mungkin pria itu adalah rekannya yang mengetahui tentang keberadaan files disk tersebut." ucap salah seorang pria yang tadi menampar Anna, kau memang wanita dan selalu saja berbohong hanya satu hukuman yang pantas untukmu sebagai wanita pembunuh dan pembohong potong semua jari kaki dan jari tangannya dan lidahnya lalu kirim dia kepada penampungan wanita penghibur kelas rendah biar dia menjadi budak di sana dan tak bisa berbuat apapun selamanya dan cari pria tersebut dan bawa dia kemari." ucap pria tersebut Lalu hendak keluar dari ruangan di mana anna berada


"Tuan aku mohon ampuni aku maafkan aku aku akan melakukan apapun untukmu asalkan kau Jangan melakukan itu padaku aku mohon Tuan Jangan kirim aku ke tempat itu Tuan kumohon maafkan dan ampuni aku Tuan." ucap Anna menjerit memohon, apalagi yang kalian tunggu cepat singkirkan wanita jahanam itu membuat telingaku sakit saja ucap pria tersebut lalu keluar dari ruangan tanpa basa-basi sementara kedua orang tersebut tampak tersenyum jahat kepada anna bagaimana kalau kita menikmati tubuhnya dulu bersama kawan-kawan kita sebelum kita memotong kaki dan tangannya serta lidahnya lalu kita mengirimnya ke tempat itu." ucap salah seorang pria tersebut


Tanpa terasa hari sudah semakin larut di kediaman Ruben tepatnya di ruang bawah tanah milik Ruben tampak James yang sedang meringkuk karena merasa sakit di sekujur tubuhnya setelah Ruben kembali menyiksanya karena tak bisa ini yang sedang sakit membuat Ruben kembali menyiksa, beberapa orang dengan mengangkat tubuh James dan membawanya keluar dari sel tanpa James sadari Karena dia sudah pingsan setelah mereka keluar dari ruang bawah tanah api langsung menyala membuat keributan di kediaman Ruben tampak orang-orang mulai berlarian untuk memadamkan api di dalam ruang bawah tanah sementara Ruben yang sedang berada di ruang kerjanya menjadi sangat kesal setelah mendapatkan laporan bahwa ruang bawah tanah kebakaran


"Apa saja yang kalian lakukan bisa-bisanya ruang bawah tanah kebakaran Untung saja apinya tidak sampai belahan seluruh bangunan hanya sebagian besarnya saja." ucap Ruben sambil menatap bawahannya yang sedang melaporkan hal tersebut, pria yang melaporkan kebakaran tersebut tanpa ragu mengatakan hal berikutnya setelah mengatakan bahwa terjadi kebakaran di ruang bawah tanah tapi sudah bisa dikendalikan melihat ke arah pria tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan "ada apa lagi cepat katakan." ucap Ruben


"Maaf tuan dalam kebakaran di ruang bawah tanah sepertinya Tuan James telah menjadi salah seorang korban yang terbakar karena api tersebut melahap sel milik Tuan James." ucap pria tersebut "Apa katamu sel milik James terbakar dan dia tak bisa diselamatkan bukannya kalian bilang korban hanya dua orang bagaimana bisa sel James juga terbakar kalian bilang hanya beberapa sel saja." tanya Ruben


"Kebetulan api tersebut memang hanya melihat beberapa sel dan api tersebut melahap dari ujung sel itulah mengapa sel Tuan James yang berada di ujung bagian kanan terbakar dan sel di sebelahnya." ucap pria tersebut, "Apa kalian sudah menemukan dari mana asal api tersebut jika ini kelalaian salah satu dari kalian aku pastikan sebuah hukuman sudah menunggu kalian cepat bersihkan ruang bawah tanah dan ingat jangan sampai ada yang mengetahui mengetahui bahwa James sudah meninggal." ucap Ruben


"Baik Tuan aku mengerti kami masih menyelidiki mengapa bisa terjadi kebakaran padahal tak ada dapur di sekitar ruang bawah tanah dan para penjaga yang berjaga di sana jarang menyalahkan api baik untuk merokok maupun untuk melakukan hal-hal lainnya." ucap pria tersebut, "sudahlah aku tidak ingin mendengar pendapatmu tentang hal tersebut yang aku inginkan adalah bukti apa yang terjadi sehingga ruang bawah tanah terbakar." ucap Ruben, setelah mendengar perkataan Ruben pria tersebut langsung menunduk hormat lalu keluar dari ruangan Ruben.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya