
Tampak Carla yang mengendarai mobilnya untuk Kembali menuju apartemennya dengan wajah penuh dendam kepada Steven dan Anisa
Sesampainya di apartemen Carla langsung menghempaskan tas yang dipegangnya dengan kesal tak berselang beberapa menit ponselnya berdering tampak panggilan tersebut dari asisten Carla
"Apa yang kau sudah lakukan sebenarnya siapa orang yang kau berani singgung kali ini aku tak bisa membantumu lagi karirmu benar-benar tamat beberapa produsen memutuskan kontrak denganmu kini kau tak punya pekerjaan lagi bahkan agensi mengeluarkan." ucap asisten Carla
Tampak Carla sangat terkejut mendengar perkataan asistennya lalu dia teringat ucapan Steven tentang karirnya Carla semakin dendam pada Steven apalagi Anisa
Sementara itu mobil yang ditumpangi oleh Steven dan Anisa sudah sampai di hotel di mana akan diadakan pertemuan Steven bersama Anisa dan Dion masuk ke dalam hotel dan langsung ke restoran di restoran tampak seorang pria paruh baya dan wanita seksi yang cantik sudah menunggu Mereka
Tuan rames tersenyum melihat Steven yang berjalan ke arahnya sementara wanita ini ke sampingnya tampak terpesona melihat Steven di belakang Steven tampak Anisa dan Dino Dion
"Selamat datang tuan Steven Semoga hari ini kau baik-baik saja." ucap tuan rames sambil mengulurkan tangannya, terimakasih sambutanya tuan rames." ucap Steven lalu Steven langsung duduk begitupun yang lain "oh ya kenalkan ini adalah keponakanku Elisa yang akan menjadi direktur keuangan di perusahaanku karena kita akan membahas masalah kerja jadi aku membawanya." ucap tuan rames
Steven melihat kearah tuan rames lalu melihat ke arah wanita cantik dan seksi yang berada di samping "salam kenal aku adalah Steven dan ini adalah Anisa sekertaris ku, dia Dion asisten ku." ucap kesal Steven apalagi melihat wajah Anisa yang kesal melihat wanita yang di samping tuan rames senyam-senyum menggoda
"Baiklah Tuan rames mungkin kita langsung saja membicarakan kerjasama yang akan kita jalani Apakah Tuan rames sudah membawa berkas tentang penawaran yang tuan ajukan pada kami." tanya dion setelah Steven memberi kode
"Ini adalah berkas-berkas tentang pengajuan kerjasama yang ingin aku lakukan dengan perusahaan tuan sebaiknya tuan membacanya terlebih dahulu." ucap tuan rames sambil memberikan kepada Samuel
Steven nampak mengambil berkas-berkas tersebut Lalu melihatnya setelah beberapa menit membaca sambil langsung menatap tuan Rames "Apakah anda sedang bercanda membuat proposal seperti ini aku yang akan memberikanmu modal yang cukup besar tapi kau bahkan tak memberiku keuntungan lebih dari 50% dari apa yang kau dapat apa itu wajar aku ingin ada sesuatu yang bisa kau berikan sebagai jaminan atas kerjasama Kita jika kau hanya memberikan keuntungan 20% aku takkan bisa bekerja sama dengan mu jika tak ada jaminan seperti saham perusahaan." ucap Steven
Rames terdiam sejenak kemudian mengkode Elisa yang ada di sebelahnya agar berbicara untuk merayu Steven "tapi tuan Steven ini adalah hal yang bagus untuk kita dan anda mendapatkan keuntungan 20% itu sudah sangat banyak kami yang harus melakukan semua pekerjaannya Anda tinggal mendapatkan hasilnya Bukankah itu bagus dan anda bisa mendapatkan semuanya jika anda mau bekerja sama dengan kami aku akan selalu siap untuk anda." ucap Elisa dengan nada menggoda
"Aku bingung ini sebenarnya pertemuan apa, ini mau membahas Maslah kerjasama atau mau membahas masalah jual diri." ucap Anisa yang terlihat kesal karena wanita yang ada di hadapannya tampak terus berusaha menggoda suaminya
Mendengar perkataan istrinya membuat Steven menelan ludahnya dengan kasar, tampak Tuan rames dan Elisa menatap bingung pada Anisa apalagi Steven Tidak berkomentar apapun saat Anisa berbicara
"Maafkan aku Tuan rames sepertinya kerja sama kita tak bisa dilakukan kami permisi dulu." ucap Steven bergegas menyelesaikan urusan dengan tuan rames dia tak ingin membuat masalah apalagi dia baru dua hari menikah
"Tunggu dulu tuan Steven Ada apa ini Kenapa Anda sangat buru-buru tidak seperti biasanya dan sepertinya Anda kurang sopan dengan mengatakan hal tersebut aku sangat tersinggung." ucap tuan rames
."Perkataan sekretarisku ada benarnya sebaiknya anda jangan lagi membawa wanita seksi saat bertemu denganku jika memang Anda ingin bekerja sama ." ucap Steven lalu bangkit diikuti oleh Anisa dan Dion
Sementara di rumah sakit tampak Dinda yang berada di ruangannya dia memeriksa beberapa berkas tampak tapi yang sedang sibuk memeriksa berkas terganggu dengan ketukan pintu Sofia langsung menyuruh orang tersebut masuk tampak dokter Aris masuk ke dalam ruangan Sofia
"Hai Apa yang sedang kau lakukan." tanya Dokter Aris Sofia langsung melihat ke arah dokter Aris "oh aku sedang merapikan beberapa berkas pasien Ada apa kau ke ruanganku." tanya Sofia
"Aku ingin mengundang untuk makan siang sambil membicarakan tentang seorang pasien." ucap dokter Aris
Sofia menatap bingung pada dokter Aris pasalnya dokter Aris tak pernah mengajaknya makan untuk membicarakan tentang pasien dia langsung memberikan data pasien padanya dan Sofia akan mempelajarinya setelah itu baru mereka berdiskusi itu pun di ruangan Sofia
"Kenapa tak seperti biasanya kau kirimkan saja aku berkas pasien tersebut untuk apa kita makan bersama lagi pula hari ini aku sudah ada janji dengan Dina untuk makan di luar." ucap Sofia tak punya perasaan
Tampak dokter Aris tersenyum kecut melihat Sofia yang tak memahami maksudnya, "Benarkah bolehkah aku bergabung dengan kalian." tanya Dokter Aris
"Tidak bisa pasalnya semua nya adalah wanita jika dokter Aris bergabung pasti tak akan nyaman." ucap Sofia
"Baiklah aku akan kembali ke ruanganku nanti kita akan membicarakannya lagi." ucap dokter Aris lalu keluar dari ruangan Sofia dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan
Sementara itu di ruangan Dinda tampak Dinda menelepon Sheila, setelah berbicara dengan salah beberapa menit Dinda langsung menutup teleponnya lalu menghubungi Anisa tampak Anisa yang sedang duduk santai di mejanya langsung mengangkat teleponnya "halo ada apa Dinda." tanya Anisa
"Halo Anisa Adik iparmu Sofia mengajak kita untuk makan bersama termasuk Sheila." ucap Dinda di seberang telepon tampak Anisa tertawa saat mendengar perkataan Dinda tentang adik ipar
"Baiklah kita akan makan siang di mana Apakah di tempat kemarin." tanya Anisa, "bukan kita akan makan di restoran dalam mall." ucap Dinda, setelah berbicara mereka berdua lalu menutup telepon
Tampak Anisa mengetuk pintu Steven lalu membukanya dan aktifkan yang sedang duduk di kursi kebesarannya melihat sang istri yang "ada apa Apakah ada sesuatu." tanya Steven
"Kakak aku akan makan siang bersama Sofia dan yang lain bolehkah." tanya Anisa, "boleh Memang kalian akan makan di mana." tanya Steven
"Kami akan makan di restoran dalam mall saat makan siang sebentar." ucap Anisa,"aku mengerti." ucap Steven.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya