
Tampak mobil Samuel dan Sofia sama-sama masuk ke dalam pekarangan kediaman mereka tampak begitu mobil sudah terparkir dengan sempurna dari mobil tampak Samuel turun, begitupun Dinda dan Sofia tapi tampak Dinda berlari melihat ke arah mobil yang di tumpangi oleh Samuel seperti mencari sesuatu siapa lagi kalau bukan sang ke kasih hati yang sudah saling berjanji untuk bertemu di kediaman Sofia dan mengantar kembali ke rumah
"Kak Samuel di mana kak Abraham bukannya biasanya kakak pulang bersama kak Abraham." tanya Dinda saat Samuel sudah melangkah sedikit jauh, berbalik melihat ke arah dinda lalu Samuel tersenyum dan ingin mengerjai Dinda "astaga apa kau tidak tahu tadi Abraham mengantar salah satu tamu hotel yang mobilnya rusak di bengkel sepertinya dia seorang aktris tapi aku tidak mengenalnya sepertinya dia teman kuliah Abraham, mengatakannya padamu." ucap Samuel
Tampak raut wajah kesal Dinda melihat dengan tatapan jengkel ke arah Samuel "kakak jangan berbohong aku tahu kakak Abraham bukan tipe laki-laki yang akan mengantar teman lamanya ataupun teman barunya apalagi dia seorang wanita cepat katakan di mana kakak Abraham atau mobil Kakak aku gores ancam." Dinda
"Eh jangan lakukan itu Dinda baiklah Abraham sedang di hotel Dia sedang mempunyai pekerjaan sedikit mungkin beberapa menit lagi dia akan kembali." ucap Samuel lalu masuk kedalam rumah sambil merangkul Sofia, sementara Dinda berjalan di belakang mereka
Sementara itu di hotel setelah kakek dan bibi Sofia beristirahat tampak bibi Sofia masuk ke dalam kamar sang ayah, tampakkan ayah yang sedang duduk di sebuah kursi menghadap ke balkon, tampak bibi Emeli langsung duduk di hadapan sang ayah, "ayah aku sudah berbicara dengan kerajaan tetangga dan kebetulan raja sedang ada di pertemuan ini, jadi ratu ingin mengirim beberapa orang suruhannya yang bertugas untuk membawa Putri Emily di kerajaannya." ucap bibi Emeli
"Benarkah kapan mereka akan datang sebaiknya kita bergegas melaksanakan rencana kita karena pertemuan ini hanya 3 hari saja berlangsung dan setelah itu Arjun akan langsung pulang begitupun kerajaan yang lain aku tak ingin rencana kita sampai gagal, apalagi sepertinya Arjun akhir-akhir ini sangat memperhatikan putrinya dan menjaganya dengan baik." ucap kakek Emeli
"Entahlah ayah mungkin mereka akan datang besok atau lusa tapi aku ingin kita menculik Emeli saat di bandara karena aku yakin jika di bandara pasti Arjun tak akan menyadari bahwa dia telah kehilangan putrinya apalagi kita bersama rombongan yang lain dan aku yang akan membuat Emily menjauh dari rombongan aku akan menumpahkan air ke bajunya sehingga dia akan ke kamar mandi dan di sanalah mereka menunggu untuk menculik." ucap bibi Emeli
"Wah idemu sangat bagus dengan begitu Arjun tak akan mencurigai kita apalagi kita ikut bersama rombongan dan tak melakukan interaksi apapun dengan siapapun ucap kakek Emeli
Sementara itu di kerajaan tetangga tepatnya di kerajaan di mana calon suami Emeli berada tampak seorang pria tinggi besar perut buncit dan wajah yang kurang tampan sedang bermanja-manja dengan sang ibu "ibu di mana calon pengantinku aku sudah menunggunya beberapa bulan tapi tak ada kabar." ucap sang anak
"Sabar sayang semua ada waktunya yang penting kan kau sudah melihat foto pengantin wanitamu apa kau merasa puas kan masih banyak wanita yang bisa jadi mainanmu." ucap sang ibu
"nak ingat wanita yang akan kau nikahi kali ini bukan wanita yang seperti biasa para pengawal bawa untukmu Dia adalah seorang putri kerajaan yang memiliki kekuasaan jadi kau tak boleh sampai membunuhnya kau boleh bermain-main dengannya tapi jangan sampai membuat dia terluka parah seperti para wanita lainnya yang selama ini kau jadikan selir atau simpanan, kau tak mau kan ayahmu menghukum ibu Dan dirimu atau sampai mengusir kita dari istana ini jika terjadi sesuatu pada calon istrimu ini nanti." ucap sang ibu
"Jadi aku tidak boleh bermain kasar jadi aku harus melakukan apa padanya ibu tahu kan bagaimana aku jika sudah bersama seorang wanita aku kadang tak bisa menahan diriku sendiri untuk tidak melakukan kekerasan kepada mereka." ucap pria tersebut
"Ibu tahu tapi kau harus belajar untuk menahan emosimu dan menahan dirimu untuk melukai istrimu atau bisa-bisa kerajaan kita dan kerajaan tetangga akan berperang." ucap sang ibu
"Kenapa ibu takut kita kan lebih kuat dari mereka lagi pula kerajaan kita lebih besar daripada mereka dan kita memiliki prajurit yang kuat, kita pasti akan menang dari kerajaan mereka ibu jangan khawatir sudahlah biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan aku akan berusaha tidak membunuhnya tapi kalau melukainya aku tidak tahu." ucap pria tersebut
Sementara itu di kediaman Bima tampak Bima baru saja keluar dari kamar milik putrinya Anisa dengan senyuman ringan lalu melangkah ke arah kamarnya saat melirik Steven sekilas yang sedang berdiri di samping pintu kamar, tampak Bima tersenyum sinis "makanya jangan terlalu bangga jadi playboy kena batunya kan awas saja jika sampai putriku mendapatkan bukti kau aku akan aku jadikan sate Buaya." ucap Bima lalu melanjutkan langkah menuju ke kamarnya
"Tampak Steven menghembuskan nafas kasar melihat kelakuan sang mertua laknat "sayang ini aku tolong bukakan pintu aku benar-benar tak punya hubungan apapun dengan dokter yang memeriksa dirimu tadi jika kau tak percaya kau boleh memegang ponselku selama beberapa hari untuk membuktikan bahwa aku benar-benar tak memiliki hubungan apapun dengan dokter tersebut." ucap Steven
"Benarkah tapi aku masih jengkel dengan Kakak besok saja aku memeriksanya sekarang aku ingin tidur kakak tidurlah di kamar sebelah, karena di ruang tv sofanya Baru saja aku beli bersama ibu." ucap Anisa
Steven sedikit bernafas lega karena tak harus tidur di sofa walaupun tak ada pelayan atau penjaga yang akan lewat karena sofa tersebut di area dalam dekat kamar mereka tapi tetap saja tinggi badan Steven tak muat di sofa membuatnya kadang kesulitan saat tidur, tapi sekarang istrinya menyuruhnya tidur di kamar sebelah itu tandanya istrinya tidak terlalu marah padanya, "baiklah sayang aku akan beristirahat di kamar sebelah jika kau menginginkan sesuatu kau bisa langsung memanggilku atau kau hanya perlu menelepon dari telepon kamar." ucap Steven karena sedikit khawatir jika istrinya sendiri di kamar dengan perut buncit apalagi Anisa yang kadang sulit bergerak .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya