
Sementara itu Ruben yang sedang bersama pengacara tampak kembali berdiskusi, "tuan sepertinya aku harus memeriksa beberapa dokumen tentang kasus anda baiklah aku pamit tuan." ucap pengacara tersebut setelah berdiskusi beberapa jam dengan Ruben, tampak pengacara tersebut sudah keluar dari ruang kerja Ruben, setelah kepergian pengacara tersebut Ruben memeriksa ponselnya karena dia sedang menunggu kabar dari orang suruhannya, "Kenap sudah lewat dua jam mereka belum juga mengabariku ." ucap Ruben
Sementara itu di sebuah Hutan belantara tampak beberapa orang membersihkan tempat eksekusi para bawahan Ruben yang Barus saja mereka kuburkan di hutan tersebut , "tuan semuanya sudah beres kita bisa kembali ke markas ." ucap salah seorang pria, setelah mendapatkan laporan tampak pria tersebut mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang setelah memberitahu apa yang terjadi panggilan tersebut terputus lalu mereka meninggalkan tempat tersebut
Sementara itu di kediaman Neni tampak Neni sangat bahagia setelah mendapatkan kabar dari pengacara bahwa kemungkinan besar mereka akan memenangkan kasus dan Ruben akan di penjara atas perbuatannya, tampak Neni keluar dari kamar dan mencari ke dua orang tuanya tampak ke dua orang tua Neni sedang bersantai di ruang keluarga, nenek langsung memeluk sang ibu membuat ibunya sangat terkejut
"Ada apa sayang mengapa kau memeluk ibu dan terlihat sangat bahagia." tanya ibu neni, ibu sidang pertama berjalan sangat lancar ada kemungkinan besar kita memenangkan persidangan dan Ruben bisa di penjara atas perbuatannya." ucap neni, "benarkah nak itu berita yang sangat bagus mengingat Ruben adalah anak seorang pengusaha yang sukses dan dia juga memiliki banyak usaha membuta ibu khawatir mereka akan mengunakan koneksi dan harta mereka untuk membuat kita kalah di persidangan sehingga Tak ada keadilan untuk kita ." ucap ibu Neni, ayah neni yang sedang membaca koran tampak melipat koran yang sedang dia baca
"siapa pengacara yang membelamu kau tak pernah mengatakan pada ayah karena setahun ku pengacara Ruben adalah pengacara tebaik di kota D ini dan dia tak pernah kalah dalam kasus apapun dan memiliki koneksi di mana-mana." ucap ayah Neni
"Aku juga tidak tau ayah yang aku tau dia seorang pengacara yang terkenal di luar negri dan selama ini dia selalu berkeliling dunia dan menangani berbagai macam kasus kalau aku tidak salah namanya tuan rehan ." ucap Neni
Astaga apa kau tau siapa tuan rehan dia sangat terkenal dan tidak sembarang orang yang bisa menyewa jasanya walaupun kau memiliki uang dia memilih Kasus apa yang ingin dia bela Kasus mu hanya perceraian tapi dia mau mengambilnya dan kau akan membayarnya dengan apa kau tau kondisi keuangan kita setelah James mengunakan dana perusahaan untuk bersenang-senang." ucap ayah Neni
"Ayah jangan khawatir aku menemukan dermawan yang membantu dia seorang wanita cantik dan baik hati aku tak sengaja bertemu dengannya saat berada di pusat perbelanjaan dan dia tanpa sengaja melihat lukaku lalu berbicara sedikit kemudian dia berkat ingin membantuku aku awalanya kurang percaya tapi saat dia berkata Dia adalah seorang yang mengenal Arthur membuta aku percaya, dia pun mulai menyuruh ku menyusun sebuah rencana dan Akhirnya Ruben benar-benar mengusir diriku dari kediamannya dia wanita yang sangat baik dan cantik dan ayah tau aku tak perlu membayar atau melakukan apapun dia hanya berkata ucapan terimakasih sudah cukup." ucap Neni
"Apa kau sudah bertanya pada Arthur tentang wanita itu apa kau yakin dia membantu mu dengan tulus, mana ada orang yang membantu seseorang tanpa mengharapkan imbalan sebaiknya kau lebih berhati-hati ayah takut kau di tipu." ucap ayah Neni, "aku belum bertanya apapun pada Arthur tapi aku sangat yakin pria itu berniat baik padaku buktinya dia membantu ku sejauh ini, apakah wanita itu menyukai Arthur itulah mengapa dia menolong ku walau istri Arthur cantik tapi wanita yang aku temu sangat cantik bahkan istri Arthur kalah di banding wanita tersebut." ucap Neni
Sementara itu di tempat pernikahan Kevin tampak semua orang sudah kembali ke kediaman mereka hanya ada ke dua orang tua Tania dan Kevin, "kenapa kalian masih disini semua orang sudah kembali sebaiknya kalian masuk ke dalam kamar ayah dan ibu juga mau istirahat." ucap ibu Tania
dengan malas Tania bangkit dan berjalan menuju kamarnya dia sudah capek berdebat dengan kedua orang tuanya, sementara Kevin tampak bingung mengikuti Tania ke kanra atau tetap di ruangan tersebut karena dia yakin Tania pasti tak akan suka jika Kevin. Ikut masuk ke dalam kamar "kau kenapa belum pergi kau menunggu apa." tanya ayah tania
"Aku akan masuk sebentar lagi paman silahkan paman dan bibi istirahat." ucap kevin , kau ini kenapa panggil paman dan bibi, kau harus memanggil ibu dan ayah, kau masuk saja ke dalam ikuti istri mu ayah dan ibu Masih mau mengobrol di sini." ucap ayah Tania, dengan berat hati Kevin bangun dari kursi lalu mengetuk pintu kamar membuta orang tua Tania menatap Kevin dengan bingung " kenapa di ketuk masuk saja kamarnya tidak di kunci ." ucap ibu Tania
tampak Kevin mulai menarik gagang pintu benar saja kamar tersebut tidak di kunci dengan hati resah Kevin masuk ke dalam kamar, melihat Tania yang sedang mencoba melepaskan gaunnya "baju jelek apa ini kenapa res nya harus di belakang menyusahkan sekali ." ucap Tania berusaha menarik res pakaian pengantin miliknya
"Mau aku bantu ." ucap Kevin, Tania yang tak menyadari keberadaan Kevin langsung menatap tajam kearah Kevin "mau apa kau masuk ke dalam kamarku keluar kau dari sini ." ucap Tania, "tapi ke dua orang tuamu berada di luar mereka yang menyuruh ku masuk jika memang kau ingin aku keluar baiklah." ucap Kevin, Tania yang mendengar hal tersebut tampan kesal dia tak mungkin mengusir Kevin dari dalam kamar apalagi ke dua orang tuanya di luar
"Baiklah kau boleh berada di dalam kamar ini untuk sementara tapi setelah kedua orang tuaku masuk ke dalam kamar kau harus secepatnya keluar dari kamar ini aku tak mau kau berada di dalam kamar ku kau jangan pernah bermimpi untuk tidur denganku." ucap Tania .
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya