My Wife My Hero

My Wife My Hero
57.operasi plastik



"Baiklah Ayo kita kembali dulu ada sesuatu yang aku ingin bicarakan denganmu ucap Sofia lalu mereka berdua kembali ke kediaman


Sementara itu di codet yang sudah tiba di markasnya langsung membanting beberapa barang yang ada di ruang kerjanya dasar sialan si garmo dia sudah mulai bertingkah kali ini aku tak akan memaafkan ya dan membuatnya mengerti bahwa aku bukan seseorang yang mudah untuk dikhianati." ucap si codet


Nampak garmo sangat kesal kepada si codet karena berani menyerangnya secara diam-diam sepertinya si codet ingin mencari gara-gara dengan kita aku akan menyerangnya setelah mengumpulkan kekuatan aku akan bekerja sama dengan silandak agar bisa membunuh si codet." ucap garmo


Sementara itu di perusahaan milik Aron tampan Aron yang sedang bekerja, tak berselang lama sebuah panggilan masuk dengan senyuman di wajahnya Aron pun langsung mengangkat panggilan telepon tersebut, "halo Aron Aku ingin bertanya kepadamu mengenai informasi tentang sila." tanya Arthur , "maaf tuan aku saat itu sangat terburu-buru sehingga aku menyimpan berkas tersebut di apartemen milikku tanpa sempat melihatnya atau membacanya karena saat itu aku akan berangkat dan aku pikir Tuan tak menginginkan informasi tersebut lagi jadi aku tak begitu peduli tentang isi ataupun dokumen tersebut, tapi jika tuan menginginkannya kunci apartemen milikku ada di laci milik Tuan aku sengaja menduplikat kunci tersebut karena di apartemenku banyak milikku yang berharga yang sengaja aku simpan di sana dan aku hanya percaya pada Tuan saja." ucap Aron


Nampak Arthur terdiam mendengar perkataan Aron "kau ini mempersiapkan hal-hal seperti itu seperti kau akan pergi jauh saja Baiklah aku mengerti." ucap Arthur lalu menutup telepon


"Apa Arthur sampai saat ini belum memiliki asisten Astaga di mana asisten yang kemarin aku tawarkan kepadanya dia memang tak bisa bekerja sama dengan sembarang orang tapi semoga saja asisten tersebut bisa lebih dekat dengannya agar mengetahui bahwa sifat Arthur sangat baik." ucap Aron lalu melanjutkan pekerjaannya


Sementara itu di perusahaan Arthur sampak sang asisten sedang bekerja keras sesuai dengan arahan Arthur, "aku pikir aku hanya akan menemaninya dan menulis semua perintahnya dan melaksanakan serta melindungi dirinya tapi ternyata aku dibuat melihat semua berkas dari riwayat perusahaan dan beberapa perjanjian yang sudah lama apa ini juga merupakan tes dari aku yakin tiga hari tiga malam pun aku begadang belum tentu bisa mempelajari semua berkas ini." ucap asisten Arthur sambil terus merapikan beberapa bekas yang sudah dia pelajari


Sementara itu di kediaman kakeknya tampak Arthur yang baru saja menutup teleponnya kemudian kembali duduk di dekat kakeknya, "jadi Aron sudah kembali ke ke kotanya pantas saja kau datang ke sini sendirian Apa kau sudah menemukan asisten baru." tanya kakek Arthur


"kakek benar dia sudah kembali beberapa hari yang lalu karena pamannya sedang sakit apalagi harta peninggalan kakeknya Tak Lagi Bisa diurus oleh pamannya sehingga menyuruh untuk kembali dan untuk asisten baruku Sepertinya dia orang yang lucu dan setia Aku sudah mengawasinya beberapa hari ini dengan memberikan perhatian yang lumayan berat walaupun dia sedikit mengomel tapi tetap melakukannya." ucap Arthur


"Benarkah Apakah kau sudah mengetahui informasi tentang asisten tersebut secara menyeluruh." tanya kakek Arthur


"Kakek tak perlu khawatir aku dan Aron yang sudah memeriksa semuanya sehingga aku tidak ragu menjadikannya asistenku dan mengenai berkas latar belakang sila berkas tersebut berada di apartemen Aron mungkin aku akan melihatnya nanti ucap Arthur


"Aron apakah kau sedang sibuk akhir-akhir ini karena Daren mengundang kita besok ke villanya satu dua hari untuk merayakan kedatanganmu." ucap tuan Baroto, tampak Aron Sedang berpikir sejenak sambil melihat ke arah daren dan Tuan baruto apalagi ini adalah undangan dari Daren walaupun mereka jarang berinteraksi tapi Daren adalah menantu tuan baroto tidak mungkin Aron menolak undangan tersebut walaupun saat ini dia sedang sibuk, "Aku tidak terlalu sibuk paman jika memang Ini undangan dari Daren aku sangat berterima kasih Tentu saja aku akan menerima undangan ini dengan senang." ucap Aron, tampak dari langsung tersenyum melihat rencananya satu persatu sudah mulai berhasil


"Aku senang kau menerima undangan dariku aku sengaja melakukan hal ini agar bisa lebih akrab denganmu." ucap Daren bohong, " kau benar mungkin karena kita sama-sama orang yang tak banyak bicara sehingga kita kurang berinteraksi." ucap Aron


Setelah berbincang-bincang kini Aron Langsung kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum pergi ke villa sementara tuan baroto pergi ke ruang kerjanya sedangkan sepasang suami istri Daren dan Alisa langsung masuk ke dalam kamarnya


Di kediaman stuart tepatnya di ruang kerja milik stuart tampak Mr D yang sedang berbincang-bincang dengan stuart, "ada apa Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan tanya stuart, " maaf buat bawahanku sudah menyelidiki mengenai anak yang bebas beberapa tahun silam tapi sepertinya dia sudah melakukan beberapa operasi plastik dan membunuh dokter dan perawat yang menangani dirinya saat operasi plastik bahkan dia membakar setiap rumah sakit yang melakukan operasi plastik padanya." ucap Mr D


"Benarkah sungguh pria yang berubah menjadi psikopat setelah dewasa entah apa yang ada di otak pria tersebut." ucap Stuart


"Tuan benar jadi para bawahan ku agak kesulitan untuk mencarinya karena selain Dia sering operasi plastik dia selalu berpindah pindah tempat dengan cara membakar kediaman yang dia tinggalin dan menghapus jejaknya dengan cara yang brutal bahkan pernah membunuh sebuah keluarga yang berada di dekat kediamannya karena telah melihat wajahnya sebelum operasi plastik." ucap Mr D


"Dia pria berbahaya dengan sakit jiwa yang parah tapi aku yakin dia pasti meninggalkan sebuah jejak walaupun dia sudah melakukan yang terbaik untuk menghilangkan semua itu aku yakin dia pasti meninggalkan sesuatu kau suruh bawahanmu menggeledah tempat terakhir di mana dia berada barang sekecil apapun jika memang menurut bawahanmu adalah sesuatu yang penting kumpulkan dan bawa padaku." ucap stuart


"Baik tuan." ucap Mr Dlangsung memberi hormat dan keluar dari ruangan tersebut setelah mendengar perintah dari stuart.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya