My Wife My Hero

My Wife My Hero
125.SAH



Kini Arthur dan calon istrinya sudah duduk saling berdampingan di hadapan pak penghulu tak perlu nampak menatap pengantin pria dan wanita lalu tersenyum lalu tersenyum, "apakah semua sudah ada bagaimana dengan saksi sudah siap pengantin apakah sudah siap jadi semua sudah siap baiklah kita akan melaksanakan pernikahan antara Tuan Arthur dengan calon mempelai wanita nona queen apakah ada yang keberatan dengan pernikahan ini atau ada sesuatu yang ingin disampaikan silakan disampaikan saat ini juga sebelum ijab kabul kita mulai ucap pak penghulu


Sementara itu di rumah sakit terdekat tampak Ratih membawa bi Ija yang tampak sudah tak dapat bergerak lagi para perawat segera membawa bi Ija ke ruangan untuk diperiksa oleh dokter setelah beberapa menit tampak dokter keluar lalu menggeleng kepalanya maaf nona sepertinya pasien yang anda bawa tak bisa kami terselamatkan lagi karena racun tersebut menyebar dengan sangat cepat." ucap sang dokter Ratih sangat terkejut mendengar hal tersebut


Semua karena wanita sialan itu kalau saja dia tidak menunduk pasti racun itu sudah mengenai dirinya dan dia yang harusnya mati tapi tak berselang lama Ratih berpikir kemudian tersenyum penuh arti "aku akan menggunakan kematian bi Ijah agar proses pernikahan Tuan Arthur dan calon istrinya bisa aku cegah pasti Tuhan atur akan menghentikan pernikahannya jika mengetahui bahwa bi Ijah sudah meninggal biar bagaimanapun ia adalah wanita yang merawatnya dari kecil hingga dewasa dia pasti akan merasa sangat sedih atas kematian dan akan menunda pernikahan." ucap Ratih penuh semangat , hati lalu melihat jam tangan miliknya jam tangan menunjukkan pukul 11.00 pagi yang terapi acaranya sudah dimulai Ratih dengan cepat bergegas kembali ke kediaman tersebut untuk bertemu langsung dengan Arthur


Sementara itu di kediaman Arthur tampak proses pernikahan telah berjalan dan hampir selesai sementara itu Ratih tampak baru sampai di gerbang tapi saat akan masuk ke dalam tiba-tiba Roy muncul di hadapan Ratih lalu menarik Ratih membuat Ratih sangat terkejut dia yang tadinya ingin masuk ke dalam langsung di tarik Roy Ratih berusaha untuk melepaskan pegangan tangan Roy tapi Roy dengan jahil menarik Ratih hingga menjauh dari gerbang kediaman Arthur "hei apa yang kau lakukan bodoh lepaskan aku, aku ingin bertemu Tuan Arthur ada berita penting yang ingin aku sampaikan." ucap Ratih sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Roy tapi sepertinya Roy seakan-akan tuli tak mau mendengar perkataan Ratih dan terus menarik hati ke arah Pantai


Begitu sampai di Pantai tampak Roy langsung tersenyum tanpa rasa berdosa "aku tahu kau malu pasti mengakui perasaanmu di hadapan banyak orang itulah mengapa aku menarikmu kemarin di sini adalah tempat sepi dan jauh dari kediaman utama bagaimana kalau kita memadu kasih di sini sebagai awal mula hubungan indah kita." ucap Roy


Sementara itu wajah Ratih wajahnya sudah memerah karena marah dan kesal pada Roy "dasar brengsek bodoh kamu laki-laki tidak berguna Aku sama sekali tidak menyukaimu bahkan Aku jijik melihatmu sekarang kau puas Aku tak ingin berada di dekatmu 1 menit pun sekarang jangan pernah kau mendekatiku Aku jijik saat kau menyentuhku ucap Ratih lalu bergegas pergi meninggalkan Roy yang masih berdiri di pantai


"Aku pikir tugas diberikan oleh Tuan Rendra akan sangat mudah ternyata wanita tersebut adalah wanita iblis dia bahkan menghinaku habis-habisan membuat hati dan jiwaku terluka awas saja nanti aku pasti akan menjadi suamimu dan membuatmu menyesal atas apa yang telah kau katakan." ucap Roy bertekad


Sementara itu Ratih langsung berlari menuju kediaman utama tampak Ratih tak mempedulikan apapun lagi selain berusaha untuk sampai ke dalam kediaman tersebut tepat waktu sebelum acara ijab kabul dilaksanakan tapi sayangnya saat memasuki pintu kediaman utama suara dari penghulu membuat Ratih benar-benar kecewa "bagaimana para saksi apakah sah...." ucap pak penghulu


Sah


Sah


Tampak Arthur tersenyum dan hendak membuka tudung wajah yang dikenakan oleh istrinya dengan hati-hati Arthur membuka tudung tersebut lalu mengecup jidat sang istri tampak mulung yang melihat kecantikan istri Arthur pak penghulu dibuat melotot membuat Arthur langsung menatap tajam ke arah pak penghulu setelah dia mengecup kening istrinya lalu menutup kembali tudung wajah istrinya tatapan Arthur membuat penghulu merasa tak enak "maaf Tuan." ucap pak penghulu


Tak ada kata yang keluar dari mulut Arthur dia hanya mengisyaratkan bahwa dia kurang nyaman dengan apa yang dilakukan oleh pak penghulu saat acara pernikahan ini acara dilanjutkan dengan makan siang tapi saat tiba-tiba Ratih datang dan langsung berada di hadapan Arthur "maaf tuan ada yang ingin aku sampaikan di Ijah sudah meninggal di rumah sakit." ucap Ratih


"Apa meninggal bagaimana bisa bukankah bi Ijah baik-baik saja tadi juga dia sempat keluar lalu kembali lagi bagaimana bisa dia tiba-tiba meninggal." tanya Arthur, "entahlah tuan apa yang terjadi tapi menurut dokter bi Ijah keracunan ada seseorang yang meracuninya." ucap Ratih


"Apa keracunan terus bagaimana bisa dia keracunan tidak mungkin dia keracunan di kediaman ini karena kediaman ini selalu diawasi oleh penjaga dan Ijah salah satu orang yang bebas keluar masuk di kediaman ini jika dia memang keracunan di kediaman ini kenapa kau tak langsung melaporkannya tapi langsung membawa di Ijah ke rumah sakit." tanya Arthur


"Tadi pagi di ijah makan sesuatu tiba-tiba dia merasakan menggigil lalu aku ingin melaporkan hal ini tapi kata bi Ija dia tak ingin mengganggu acara pernikahan Tuan jadi dia menyuruhku untuk membawanya ke rumah sakit secepatnya tapi sayang sekali begitu sampai di rumah sakit ternyata tidak bisa terselamatkan." ucap Ratih


"Aku turut berduka cita atas meninggalnya bi Ija baiklah biar aku saja mengurus pemakaman bi Ijah sekarang kau pergilah beristirahat." ucap Arthur


"Maaf tuan tapi sebelum bi Ija meninggal Dia menyampaikan sebuah pesan kepada tuan pesannya yaitu dia ingin melihat aku menikah dan Tuan yang akan memutuskan pernikahan tersebut dia ingin Tuan menjaga diriku." ucap Ratih menggunakan kesempatan dalam kesempitan


Tampak Arthur terdiam tak berselang lama tampak Rendra tak jauh darinya Mereka berdua saling menatap entah apa yang mereka berdua bicarakan dari mata ke mata seperti ada pembicaraan jalur batin saja Arthur tampak terdiam sambil melihat ke arah Ratih dengan pandangan yang sulit diartikan jadi maksudnya aku di suruh menjagamu dan menikahkanmu secepat mungkin." tanya Arthur.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya