
Sementara itu mobil yang di Kendarai oleh Ruben sudah sampai di parkiran hotel hotel galaxy tampak Ruben memarkirkan kendaraannya lalu membukakan pintu untuk mereka keluar saat Malika akan melangkah masuk tampak beberapa orang langsung menunduk hormat kepada malaikat yang dikenal sebagai pemilik hotel tersebut beberapa petinggi hotel pun langsung berdatangan untuk menyambut kedatangan Malika membuat Ruben tampak melayang di udara karena dia tidak percaya wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah pemilik dari hotel galaxy selamat datang nyonya Malika kami sudah membersihkan kamar yang biasa Nyonya tempati." ucap seorang manajer
Tampak Malika masuk ke dalam hotel dengan wajah yang tegar seperti tak pernah terjadi apapun seolah-olah menjaga pada semua karyawannya dan Ruben sudah masuk ke dalam lift menuju ke kamar Malika, begitu sampai ke depan pintu kamar tampak Malika yang akan masuk ke dalam kamar langsung berbalik dan melihat ke arah Ruben Yang sepertinya hendak mengikuti Malika masuk ke dalam kamar maafkan aku Tuan Ruben tak bisa mempersilahkan kamu dirimu masuk ke dalam kamar apalagi saat ini aku suamiku sedang ada masalah yang cukup serius yang membuat aku harus berpisah dengannya aku harap kau mengerti aku benar-benar menyukaimu tapi aku harap kau juga bisa mengurus perpisahan mu dengan istrimu jika memang kau ingin kita berdua bersama." ucap Malika yang berdiri tepat di depan pintu kamar miliknya saling berhadapan dengan Ruben
"Kau jangan khawatir sayang aku mengerti kau adalah wanita terhormat, baiklah aku akan kembali untuk mengurus hal tersebut agar secepatnya kita bisa bersama dan menjadi pasangan yang harmonis untuk selamanya." ucap Ruben, tampak Malika langsung mengecup pipi Ruben lalu langsung masuk ke dalam kamar membuat Ruben semakin berbunga-bunga
Tampak Ruben yang sudah berada di kediamannya, melihat Neni yang sudah sehat Ruben langsung menarik Neni "aku mau membicarakan sesuatu denganmu." ucap Ruben sambil terus menarik Neni masuk ke dalam kamar, kini keduanya sudah berada dalam kamar "kemasi semua barang-barang milikmu dan pergi dari rumah ini aku akan segera menceraikan mu." ucap Ruben tanpa perasaan, Neni sangat terkejut mendengar perkataan Ruben yang tiba-tiba ingin menceraikan dirinya padahal selama ini dia sudah memohon tapi selalu di abaikan oleh Ruben tapi kali ini Ruben sendiri yang melepaskan dirinya, "bagaimana dengan kakak ku di mana dia." tanya Neni
Ruben menatap Neni dengan tatapan tajam "kau ini banyak sekali pertanyaanmu bersyukurlah aku membebaskan mu dan menceraikanmu atau kau ingin aku menceraikanmu dan kau menjadi tahanan untuk menggantikan kakakmu yang berada di penjara." ucap Ruben, Neni tampak terdiam mendengar perkataan Ruben apalagi perkataan Ruben ada benarnya sebaiknya dia menyelamatkan dirinya terlebih dahulu dari pada dia mati di tempat tersebut lagipula dia harus bergegas pergi sebelum Ruben berubah pikiran tentang hal tersebut, baiklah aku akan pergi ucap Neni bergegas membereskan barang-barang yang akan dia bawa
"Sayang aku ingin berbicara padamu." ucap Stuart saat masuk ke dalam kamar di mana Kikan sedang bersantai sambil menonton TV, Kikan tampak menoleh Dangan mulut penuh makanan, "ada apa ." tanya Kikan tapi matanya kembali melihat ke layar, seingat ku kakak Edi pernah memberikan sebuah batu giok padamu sebagai hadiah ulangtahun mu tahun lalu." ucap Stuart, tampak Kikan berpikir sejenak entahlah di mana aku menyimpannya tapi yang jelas semua barang berharga milik ku ada di tempat perhiasan kau bisa mencarinya di sana." ucap Kikan cuek melanjutkan nontonnya, tampak sekuat bergegas menuju kamar di mana semua barang-barang milik Kikan berada begitu sesuatu masuk ke dalam tampak Stuart terbelalak melihat semua barang-barang milik istrinya karena baru pertama kali masuk ke dalam kamar tersebut yang berisi semua barang-barang pribadi milik istrinya segala macam bentuk perhiasan ada di dalam ruangan tersebut sementara itu barang-barang seperti kalung kalung cincin tampak berserakan begitu saja di sebuah lemari kaca yang panjang "oh astaga aku tidak menyangka ternyata istriku memiliki semua barang-barang ini ternyata banyak sekali perhiasannya padahal seingat ku aku hanya memberi dia beberapa buah perhiasan saja dan dia juga tidak pernah berbelanja perhiasan sudahlah sebaiknya aku mencari benda itu lagi pula semua ini milik istriku suka-suka dia." ucap Stuart lalu kembali mencari barang yang diinginkan tapi begitu mendekati lemari kaca tersebut tampak tua kembali menghembuskan nafasnya karena benda-benda tersebut bertumpuk jadi dia harus mencari benda tersebut secara hati-hati apalagi giok tersebut memiliki pinggiran emas tampak Stuart mencari dengan teliti akhirnya dia menemukan benda tersebut dengan cepat Stuart mengambilnya lalu keluar dari ruangan tersebut saat Stuart akan keluar dari kamar tiba-tiba kikan berbalik melihat ke arah Stuart "jangan lupa kembalikan apa yang kau ambil aku menghafal semua perhiasan milikku." ucap kikan, baiklah aku Mengerti, astaga bagaimana mungkin dia menghafal seluruh jumlah perhiasannya dia seperti pedagang emas saja." ucap Stuart Langsung kembali ke ruang kerjanya untuk memastikan sesuatu
Nampak Stuart sudah berada di ruang kerjanya langsung melihat ulang rekaman pintu ruang bawah tanah kemudian mencocokkan gambar pola pada pintu dengan giok dengan lapisan emas yang diberikan oleh Edi kepada Sofia saat dia ulang tahun dan benar saja ternyata giok itu sangat cocok dengan pola yang berada di pintu, sementara itu mister di yang masih berada di pulau di mana tampak menyisir semua tempat di sekitar lab tersebut siapa tahu saja ada sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di dalam lab tersebut dan di mana keberadaan Edi dan putranya
Sementara itu di tempat lain tampak kakek Sofia sedang memeriksa barang-barangnya di masa lalu dia ingin memastikan sesuatu tentang sosok pria yang memakai penutup wajah yang dikirim gambarnya oleh Sofia.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya