
Sementara kedua suami istri sedang mencari cara untuk keluar dari pulau tersebut sedangkan para pengawal yang menjaga mereka diam-diam tersenyum melihat kemarahan pasangan suami istri tersebut sepertinya mereka tak menyadari bahwa ada CCTV di setiap sudut pulau ini termasuk di dalam villa sehingga membuat semua yang mereka lakukan dan mereka katakan dapat didengar dan dilihat
Sementara itu di kediaman Stuart tepatnya di kamar Sofia tampak Dinda senyum-senyum tidak jelas membuat Sofia menatap bingung ke arah Dinda "Ada apa denganmu dari tadi kulihat kau senyam-senyum kayak orang gila saja." ucap Sofia
"Aku sudah bertemu dengan seorang pangeran." ucap Dinda, kau bertemu seseorang pangeran dari kerajaan mana Dia di mana kau bertemu dengannya." ucap Sofia yang berpikir pangeran yang dikatakan Dinda adalah seorang pangeran asli
"Kakak ini maksudku bukan pangeran yang seperti itu maksudnya itu adalah seorang pria yang aku sukai." ucap Dinda
"Astaga Benarkah kau bertemu di mana Apakah dia di rumah sakit atau di mana." tanya Sofia penasaran
"Aku bertemu di rumah Kakak tapi aku masih malu mengatakannya pasalnya aku tidak tahu apa dia juga menyukaiku." ucap Dinda
Sofia menatap Dinda dengan pandangan yang aneh "jangan bilang kau menyukai Kakak Samuel atau mang Kadir tukang kebun yang duda itu." tanya Sofia
"Mana ada aku menyukai tukan kebun apalagi pak Kadir yang sudah jadi duda lima kali, Bukan juga kakak Samuel tapi seseorang yang dekat dengan kak Samuel." ucap Dinda
"Apakah kau jatuh cinta pada Steven Apa kau gila sekarang dia sudah menikah dengan Anisa." ucap Sofia
"Aduh Kakak ini bagaimana bisa aku menyukai seorang playboy seperti kakak Steven aku itu menyukai Abraham yang tampan, sangat mempesona, baik dan ramah." ucap Dinda
"Astaga jangan berkata bahwa kau jatuh cinta pada si batu kali yang tanpa ekspresi itu entah bagaimana bisa membuatnya bisa berekspresi Apa kau yakin jatuh cinta padanya." tanya Sofia
"Kenapa kakak memangilnya batu kali murahan sekali, dia itu seperti pangeran berkuda putih bagiku." ucap Dinda
"Terserah kau lah, bagaimana kalau sepulang kerja kita pergi makan bersama dengan Sheila dan Anisa." ucap Sofia
"Itu ide yang bagus aku Juga sudah rindu dengan Sheila, aku juga ingin bertanya kapan dia kan menikah Jagan sampai kita semua sudah menikah duluan dia belum nikah-nikah." ucap Dinda
"Kau ini sembarangan sekali mulut mu dia sudah bertunangan mungkin saja dia akan segera menikah." ucap Sofia
"Tampak di sebuah pulau adik Tuan Ronald dan sang suami sudah capek berkeliling untuk mencari jalan keluar agar bisa keluar dari pulau tersebut tapi tak ada gunanya Sepertinya di pulau tersebut tak ada apa-apa selain hutan belantara, sebaiknya kita pulang dulu beristirahat Aku sangat lelah." ucap adik Tuan Ronald
"Kau benar sayang aku juga sangat capek Apalagi ditambah aku hanya makan sedikit tadi." ucap sang suami lalu mereka berdua kembali ke villa
Sesaat kemudian Anisa teringat bahwa besok mereka akan kembali bekerja Anisa, Anisa tak ingin terlebih dahulu orang di perusahaan tahu tentang hubungannya dengan Steven jadi dia menunggu Steven mengakhiri panggilan teleponnya dengan asistennya dan membicarakan hal tersebut tampak Steven yang sudah selesai berbicara dengan asistennya
"Kakak aku ingin bicara denganmu." ucap Anisa membuat Steven langsung melihat ke arah Anisa lalu bangkit dan berjalan lalu duduk di dekat Anisa "ada apa, apa kau ingin mengatakan sesuatu." tanya Steven
"Aku mau untuk sementara waktu kita tutupi dulu tentang pernikahan kita di perusahaan Aku tidak mau ada gosip-gosip yang timbul karena aku sekretaris mu dan kita baru saja menikah dan ingat kakak harus memperlakukan ku seperti sekertaris." ucap Anisa
Steven sejenak berpikir betul juga ucapan Annisa kasihan istrinya jika tiba-tiba ada gosip yang mengatakan bahwa istrinya adalah orang yang merusak hubungannya dengan Carla apalagi mereka Langsung tiba-tiba menikah
"Baiklah sayang terserah kau saja kapan saja kau ingin mengumumkan pernikahan kita aku selalu siap." ucap Steven
Keesokan harinya tampak Anisa terbangun sedang berada di pelukan Steven membuat Anisa sedikit terkejut apalagi semalam dia tidur terlebih dahulu, Anisa bangkit dengan hati-hati lalu ke kamar mandi dia berniat akan ke kantor terlebih, sudah selesai mandi dan berpakaian rapi lalu berdandan tak lama dia keluar dari kamar
Nadia yang melihat putrinya sudah rapi dan cantik "mau ke mana kau sayang pagi-pagi begini." tanya Nadia, "Aku ingin pergi bekerja Ibu aku bosan kalau seandainya pasti bekerja dan aku hanya di rumah." ucap Anisa
Tapi setelah Nadia berpikir "tunggu dulu bukankah kau adalah sekretaris Steven Kenapa kalian tidak pergi bersama saja." tanya Nadia
"Aku tak ingin pernikahanku dan Steve diketahui oleh orang lain Aku ingin pernikahanku dirahasiakan untuk sementara waktu sampai aku benar-benar siap." ucap Anisa, Nadia hanya mengehembuska nafasnya lalu mengaguk
"Baiklah sayang Ayo kita sarapan ayahmu juga belum bangun entah apa yang dilakukan semalam sehingga dia tidur larut malam." ucap Nadia, setelah sarapan Anisa kembali masuk ke kamar melihat suaminya yang masih terlelap Anisa langsung mengambil tangan suaminya dan menciumnya lalu keluar dari kamar dan langsung menuju mobilnya
Steven tersenyum kecil ternyata dia sudah bangun saat Anisa kembali masuk ke kamar tapi dia pura-pura tidur dan dia tak menyangka Anisa akan mencium tangannya sebelum pergi kerja membuat hati Steven menjadi hangat, setelah istrinya keluar dari kamar lalu menuju kamar mandi dia sudah tak sabar untuk berangkat ke perusahaan melihat wajah istrinya yang menjadi sekretarisnya
sementara di sebuah apartemen tampak Carla sedang berdandan, dia berencana untuk menemui Steven dan meminta maaf atas apa yang sudah terjadi bahkan dia rela jika harus meminta maaf kepada Anisa asalkan Steven mau memaafkannya itulah mengapa dia sejak pagi sudah melakukan beberapa perawatan agar bisa terlihat cantik
kini Anisa sudah sampai di perusahaan Anisa langsung masuk menuju ke ruangannya Tak berselang lama Steven juga datang, tampak event terus tersenyum saat masuk ke perusahaan, Steven langsung menaiki lift yang akan menuju ruangannya begitu keluar dari lift langsung berjalan menuju ruangannya Tampak sebelum ruangannya meja Anisa langsung tersenyum dan main mata pada Anisa serta memberikan sebuah kotak entah apa isinya
Anisa lalu mengambil kotak tersebut Lalu membukanya betapa terkejutnya Anisa saat dia melihat cincin berlian yang sangat indah dengan ada catatan kecil pakailah itu hadiah dari suamimu.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya