My Wife My Hero

My Wife My Hero
162.emeli menari di balkon



"Dasar kakek tua masih aja cemburuan dulu dia cemburu padaku setengah mampus eh sekarang sama putrinya pun dia cemburuan emang gak ada akhlak orang tua satu itu." ucap mama Nadia lalu keluar dari kamar


Sementara di dalam kamar mandi tampak bima cengengesan mengingat wajah sang istri yang terlihat kesal melihatnya saat mengatakan istri durhaka untuk saja aku cepat masuk kamar mandi kalau tidak Nadia pasti akan melemparkan sesuatu padaku." ucap Bima


Sementara itu Tiara yang berada di ruang kerjanya tampak melihat beberapa data milik Anisa, "beruntungnya kau wanita dicintai oleh Steven seperti itu aku sangat iri padamu andai saja aku bisa menjadi sepertimu." ucap Tiara


Hari berlalu dengan cepat Sofia yang sudah berjanji akan menjaga kan pasien dokter Aris tampak sedang berada di rumah sakit menjaga pasien tersebut sementara Dinda yang berniat untuk menemani Sofia tampak terus menatap Sofia menunggunya untuk selesai memeriksa pasien tersebut dan kembali ke ruangan milik Sofia bersama, tampak Sofyan sudah selesai memeriksa pasien tersebut lalu melihat ke arah Dinda "ada apa apakah ada sesuatu yang kau tanyakan." tanya Sofia


"Aku sangat bingung dan kak Sofia karena aku tak pernah melihat kak Sofia belajar bahkan buku saja kak Sofia jarang memiliki saat kuliah pun seperti itu tapi kak Sofia selalu berhasil menyelesaikan ujian yang diberikan dan mendapatkan nilai sempurna." ucap Dinda


"Kalau masalah itu aku harus bersyukur kepada ibuku karena memberikanku otak yang cerdas dan IQ di atas rata-rata ucapkan sambil tersenyum lalu mencolek dagu Dinda lalu keluar dari ruangan tersebut sambil merangkul Dinda


Sementara itu di tempat lain tepatnya di sebuah gedung yang tak terpakai tampak seorang pria sedang berbicara dengan pria lainnya "apa Tuan yakin ingin menculik gadis itu, tapi kenapa tua tak memiliki fotonya hanya mengatakan ciri-cirinya kalau aku sampai salah menculik seseorang bagaimana." tanya pria tersebut


"Justru karena itu aku memintamu datang untuk mengikutiku sampai ke rumah sakit dan di saat dia keluar hendak pulang aku akan memberimu tanda agar kau tahu yang mana yang harus diculik dan ingat kau jangan menyakitinya dan usahakan untuk tak meninggalkan jejak apapun." ucap pria tersebut


"Bagaimana dengan pengawal yang menjaganya bukankah Tuan bilang kadang dia memiliki pengawal yang menjaganya." ucap pria tersebut


"Aku sudah melihat beberapa hari ini dia sudah tak dikawal lagi seperti sebelumnya jadi aku yakin dia tak memiliki pengawal untuk saat ini itulah mengapa aku berniat menculiknya."." ucap pria tersebut


"Baiklah kami akan menculik wanita itu dan membawanya ke gudang ini nanti kau bisa mengambil wanita tersebut dari sini setelah kami berhasil menculiknya, tapi ingat kau jangan lupa membayar sisa pembayaran kami Karena setelah melakukannya kami akan melarikan diri karena kami tak ingin sampai seseorang mencurigai kami." ucap penculik, "kalian harus menembakkan obat bius terlebih dahulu secara diam-diam, agar kalian dengan mudah menangkapnya aku tak ingin sampai terjadi sesuatu padanya karena berusaha melawan kalian."ucap pria tersebut


"Baiklah aku mengerti aku harus bersiap karena waktunya tinggal beberapa jam lagi aku tak ingin ada kesalahan atau gagal dalam misi ini aku akan ke sini beberapa jam lagi untuk bersama-sama ke rumah sakit." ucap penculik, selalu pergi dari tempat tersebut meninggalkan pria tersebut seorang diri


"Kau sendiri yang memintaku untuk melakukan hal ini jadi jangan salahkan aku jika aku membuatmu takkan bisa lari dariku dan menjadi wanita yang harus mematuhi apa yang aku inginkan." ucap pria tersebut lalu tersenyum penuh arti kemudian keluar dari tempat tersebut


"Sungguh wanita yang cantik dan imut Dia pasti salah satu tamu hotel." ucap tersebut tapi tampaknya seseorang mengganggu kesenangan sebuah ketukan pintu membuatnya langsung mengalihkan pandangannya dan kemudian duduk di kursi kebesarannya sambil menutup tirai jendela kaca yang berada di belakangnya


Sementara email yang sedang bernyanyi tampak menghentikan kegiatannya lalu berlari turun menuju kamarnya sepertinya ada sesuatu yang dia lupakan


Sementara itu pertemuan antara kerajaan dan tokoh-tokoh terkenal tampak telah memasuki hari kedua di mana Abraham yang mewakili Samuel yang berencana berinvestasi pada beberapa kerajaan dan hal tersebut disambut baik oleh beberapa kerajaan karena itu bisa membantu perekonomian kerajaan mereka termasuk kerajaan milik kerajaan Arjun dan juga Kerajaan tetangga sangat tertarik dengan investasi yang akan dilakukan oleh perusahaan yang diwakili oleh Bima, setelah pertemuan berakhir tampak Bima langsung menuju ke ruangan milik Samuel yang berada di lantai atas hotel


Tampak Abram yang sudah memasuki ruangan kerja milik Samuel "apakah Tuan baik-baik saja sepertinya bahagia hari ini ucap Abraham sambil duduk di depan Samuel


"Aku tadi melihat kupu-kupu yang sedang terbang jadi aku senang, jadi bagaimana apakah rencanamu berhasil apakah mereka bersedia kita memberikan investasi dan jika mereka berniat mereka bisa mengajukan pinjaman." ucap Samuel


"Sepertinya rencana kita akan sukses besar mereka sangat tertarik dengan uang memikirkan dampaknya jika mereka tidak berhasil membayar investasi ini gagal karena kesalahan mereka." ucap Abraham


"Itu bagus kau buatlah beberapa perjanjian kerjasama dengan mereka dan aku ingin perjanjian tersebut ditandatangani sebelum mereka meninggalkan kota ini agar kita dengan mudah bisa melakukan peninjauan setelah mencairkan investasi untuk mereka setelah itu keluarkan nggak ada investasi untuk mereka sesuai yang mereka inginkan tapi ingat jangan membuat kesalahan, lakukan sesuai rencana." ucap Samuel


"Baik Tuan ada jangan khawatir aku akan membuat perjanjian sesuai dengan legalitas hukum yang ada dan aku tak akan merugikan pihak manapun terkecuali memang mereka terlalu serakah dalam mengelola apa yang mereka miliki." ucap Abraham


"Dan untuk rencana selanjutnya apa kau sudah mengatakan pada direktur bank apa yang harus dilakukan agar tertarik untuk meminjam kepada bank milik kita." tanya Samuel


"Sudah Tuan setelah masalah investasi selesai maka direktur bank akan menutup beberapa orang dengan wilayah kerja masing-masing agar mereka produk pilihan yang dapat membantu beberapa kerajaan." ucap Abraham


"Kau memang bisa diandalkan baiklah sekarang kerjakan perjanjian investasi itu dan bicarakan pada mereka jika mereka setuju langsung tanda tangan." ucap Samuel, tampak Abraham menunduk hormat lalu keluar dari ruangan Samuel.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya