
Sofia tampak melihat ke arah suaminya dan Kevin karena saat dia berbicara kedua orang tersebut tampak tidak merespon apapun "ada apa dengan kalian apakah ada sesuatu yang terjadi karena sepertinya wajah kalian terlihat pucat." ucap Sofia sepertinya dia lupa apa yang sudah dia lakukan tadi di hadapan sang suami
"Tidak kami hanya merasa terlalu luar biasa karena bisa mendapatkan James dalam waktu 24 jam dan bisa memberikan pelajaran yang berharga kepada tuan Ruben." ucap Arthur, mendengar perkataan suaminya Sofia langsung teringat atas tindakannya tadi sontak saja Sofia langsung tersenyum manis ke arah sang suami "maaf aku tadi tidak sengaja menendangnya pasalnya aku tidak suka orang sangat tidak sopan apalagi dia masuk ke ruanganmu dengan cara seperti itu itu sangat membuatku kesal dia sangat tidak menghargai mu aku saja istrimu tak berani melakukan hal itu." ucap Sofia
Melihat senyuman manis Sofia membuat bulu kuduk Kevin berdiri bukannya apa dalam waktu 1 detik wajah Sofia bisa berubah dalam sekejap tadi wajahnya serius sangat menakutkan sekarang saat melihat senyuman indah mengembang bagaikan seorang bidadari yang barusan turun dari kayangan "oh iya Kevin bisakah kau pergi untuk mengambilkan beberapa gambar produk yang kalian buat." ucap Sofia
Baiknya ucap Kevin lalu berjalan keluar secepat mungkin dari ruangan tersebut dia sepertinya sangat sesak saat melihat Sofia melihat ke arahnya, begitu sampai di luar ruangan tampak Kevin langsung memegang jantungnya "oh astaga sungguh aku tak menyangka bahwa nyonya memiliki sifat yang seperti itu dan juga menakutkan bahkan saat ini aku lebih takut Nyonya daripada Tuan Arthur sebaiknya aku harus selalu mendukung Nyonya apapun yang terjadi mau dia salah ataupun benar." ucap Kevin lalu berjalan ke bagian produksi untuk mengambil sampel produksi yang sedang dibuat
sementara itu di ruangan Arthur tampak Sofia langsung mendekati Arthur yang terlihat sangat gugup saat didekati oleh Sofia tidak seperti biasanya Arthur yang akan mendekati Sofia dan memeluknya "sayang Apa kau baik-baik saja kau terlihat sangat pucat dan tanganmu dingin." ucap Sofia sambil memegang wajah Arthur lalu memegang tangannya
atur berusaha menetralkan detak jantungnya entah ini perasaan cinta apa takut tapi sepertinya dia sedikit takut kepada istrinya saat ini "tidak sayang aku baik-baik saja aku hanya merasa sangat beruntung bisa menikah dengan wanita sepertimu yang tak ada dua-duanya di dunia ini." ucap Arthur setelah menguasai dirinya sendiri dan selalu berpikir positif bahwa istrinya adalah wanita yang lembut dan baik kepadanya mungkin saja tadi istrinya sedang marah sehingga langsung menendang Tuan Ruben tapi memang Tuan Ruben sangat menjengkelkan tapi Arthur adalah seseorang yang selalu bertindak sesuai aturan yang berlaku jadi dia tidak akan sembarangan memukul seseorang
syukurlah kau tidak apa-apa dan kau baik-baik saja aku sangat takut jika kau sampai sakit atau terluka apalagi aku tak selalu ada di sampingmu." ucap Sofia atur langsung memeluk erat sang istri dia yakin istrinya adalah wanita yang sangat lembut dan baik tadi istrinya refleks menendang Ruben karena mungkin istrinya juga merasa jengkel pada pria tersebut apalagi dia mengetahui bahwa istrinya adalah putri dari istri orang tua yang jelas aja Sofia pasti memiliki ilmu bela diri yang memang dipelajari dari kecil agar mereka bisa menjaga dirinya agar terhindar dari penculikan dan sebagainya, saat kedua sejoli itu sedang asyik berpelukan di tempat lain tampak Abraham yang baru saja tiba di sebuah bangunan tua
"mana paket yang Nona inginkan." tanya Abraham, tampak seorang pria membuka sebuah box besar di mana seorang pria tampak pingsan dengan mata dan mulut tertutup serta tangan dan kaki terikat "ini adalah paket yang diinginkan oleh nona pria ini sangat menyebalkan dia tidak bisa diam jadi kami memberikannya obat penenang dosis tinggi." ucap pria tersebut
sementara seorang pria dan beberapa pengawal yang menunggu Ruben tampak langsung berlari ke arah Ruben "maaf tuan kami harus membawa anda ke rumah sakit karena anda tempat pingsan dan tak sadarkan diri beberapa menit sebenarnya apa yang terjadi sehingga Anda jatuh pingsan dan para pengawal Anda yang lain juga belum sadarkan diri." tanya seorang pria
"kembali ke markas dan para pengawalku itu suntik mati mereka karena mereka sangat tidak berguna jangan biarkan mereka sadar." ucap Ruben pada pria yang menyambutnya tadi lalu berjalan menuju mobilnya Ruben sangat malu dengan apa yang terjadi tidak mungkin dia mengatakan kepada orang lain bahwa Sofia menendangnya hingga pingsan di tempat
kini Ruben sudah berada di markasnya kini sedang duduk di kursi kebesarannya dia sedang berpikir bagaimana caranya agar apa yang terjadi di ruangan Arthur tidak sampai tersebar apalagi di sana banyak orang yang melihat kejadian tersebut ada Arthur,asistennya dan Abraham asisten dari Tuan Samuel tampak Ruben yang sedang terdiam berpikir sangat keras tiba-tiba seseorang memanggilnya membuat Ruben sangat terkejut "Ayah kemari." tanya Ruben saat melihat ayahnya yang berjalan ke arahnya, "sepertinya kau sangat terkejut dengan keberadaan ayah di sini dari tadi ayah memanggilmu ada apa Kenapa wajahmu seperti itu apakah ada sesuatu yang terjadi." tanya ayah Ruben
"tidak Ayah aku tidak apa-apa aku hanya terkejut saja tiba-tiba ayah datang kemari biasanya ayah akan memanggilku untuk datang ke kediaman ayah untuk melihat ibu apa kabar ibu apakah ibu baik-baik saja." tanya Ruben
"ibu mau baik-baik saja dia menanyakan mu karena sudah beberapa hari ini kota penghuninya Ayah hanya ingin melihat markasmu sepertinya markasmu semakin baik saja oh iya aku mendengar bahwa kau bertemu dengan Putri tuan yang bernama Sofia bagaimana apakah kau sempat berbicara dengannya." tanya ayah Ruben
"aku tanpa sengaja bertemu dengannya dan sepertinya Dia memiliki urusan di sebuah perusahaan tapi ayah aku ingin bertanya sesuatu apakah Nona Sofia memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik." tanya Ruben, tentu saja Dia memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik apa kau tidak tahu bahwa ayahnya yang melatihnya secara pribadi ada apa apakah kau sudah berbuat yang tidak-tidak sehingga membuat dia marah kau jangan sembarangan bertindak walaupun kau tak bisa dekat dengannya tapi sebaiknya kau jangan mencari gara-gara dengannya." ucap ayah Ruben
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya