
"Sudahlah lupakan jika memang dia sudah kembali ya sudah aku tak ingin memikirkannya bagiku persoalan 30 tahun yang lalu sudah selesai aku yakin jika dia sampai melakukan sesuatu tindakan untuk menyakitiku dan keluargaku itu semua bukan karena dendamnya 30 tahun yang lalu tapi dia menginginkan sesuatu dariku karena bagaimana mungkin setelah 30 tahun dia datang kembali kemari setelah dia berjanji tak akan pernah kembali
"Aku harap kau menahan diri biar bagaimanapun dulu kita bersahabat dulu dia pergi begitu saja setelah kejadian itu kita tidak tahu apa yang selama 30 tahun ini dia lakukan, aku hanya mendengar bahwa dia sudah kembali bersama dengan putranya selebihnya aku tak mendengar apapun mungkin saja dia datang bukan untuk membalas dendam tapi ingin menjalin silaturahmi dengan kita aku hanya mengatakan ini agar kau bisa bersiap untuk bertemu dengannya kita tidak tahu kenapa dia bisa meninggalkan kita 30 tahun yang lalu begitu saja setelah kematian kekasihnya itu." ucap Bima
"Sudahlah ini hari pernikahan putriku Mari kita merayakannya kita tidak perlu lagi mengingat hal tersebut." ucap Stuart, Dia pikir aku tidak tahu dia sedang mengawasi keluargaku tapi semua itu tidak akan lama karena aku yang akan menghabisi mu terlebih dahulu." ucap Stuart dalam hati
Sementara itu di ruang kerja kakek Leo tampak kakek Arthur dan kakek Leo sedang bermain catur "aku tak menyangka bahwa ucapan istriku dahulu akan menjadi kenyataan bahwa cucu kita akan berjodoh." ucap kakek Arthur
"Kau benar aku sampai lupa akan ucapan itu dan terbukti ternyata cucu kita memang berjodoh." ucap tuan Leo "yang aku pikirkan bagaimana bisa cucumu bertemu dengan cucuku dan tiba-tiba mereka menikah sementara saat itu di pulau yang terpencil cucuku sedang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan sementara kau bilang cucumu sedang melakukan sesuatu di sebuah daerah sebagai tugas kemanusiaan." ucap kakek Arthur masih tak mengerti
"Sudahlah kau tak perlu memikirkan apa yang terjadi sehingga mereka bisa bertemu itu adalah jodoh yang memang Tuhan sudah rencanakan untuk mereka jadi walaupun mereka terpisah oleh jarak dan waktu jika Tuhan Memang menginginkan pertemuan mereka mereka pasti akan bertemu." ucap tuan Leo
Sementara itu semua orang sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing sementara itu Sofia tampak sedang menunggu Arthur di dalam kamar tak berselang lama tampak Arthur datang Lalu masuk ke dalam kamar pengantin tampak Sofia yang duduk masih dengan gaun pengantin miliknya Arthur mendekati sang istri "sayang terima kasih." ucap Arthur
"Kenapa kau berterima kasih padaku aku tak melakukan apapun bahkan aku yang harus meminta maaf padamu karena aku kau harus terluka hingga harus dirawat oleh kakekku." ucap Sofia, tidak aku memang pantas mendapatkannya oh iya terbaik yang kau mengerti pakaianmu dulu agar lebih nyaman karena aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu tadi ayah sempat membicarakan sesuatu padaku." ucap Arthur lalu membantu istrinya bangkit untuk mengganti pakaiannya tampak Sofia mengikuti apa yang diinginkan oleh sang suami, kini mereka berdua sudah sama-sama berpakaian santai tanpa keduanya duduk di atas ranjang
"Tidak sayang biarkan saja orang kepercayaanmu yang mengurus perusahaan itu apalagi itu perusahaanmu sendiri aku akan ke kota D untuk mengambil alih perusahaan yang telah diwariskan oleh kakek kepadaku apalagi tadi kakak Samuel mengatakan hal yang aneh dia menyuruhku saat aku pulang ke kota D untuk pergi ke rumah Ruben untuk melihat sepupuku yang menikah dengannya." ucap Arthur
Sofia langsung menatap ke arah Arthur dengan tatapan yang sulit diartikan "jika Kakak Samuel berkata seperti itu berarti dia mengenal Ruben dengan baik, dan aku sarankan kita harus secepatnya ke kota D." ucap Sofia, "sayang aku baru ingin bertanya kepadamu apakah kau ingin ikut denganku di kota ke kota D tapi bagaimana dengan pekerjaanmu di sini dan bagaimana dengan kehamilanmu bukankah guncangan pesawat sangat tidak baik untuk kandungan." ucap Arthur
"Kau jangan khawatir sayang kandunganku baik-baik saja lagi pula kandungan ku sudah kuat apalagi kita naik jet pribadi yang memungkinkan aku bisa beristirahat dengan tenang di pesawat dan untuk pekerjaan aku akan meninggalkan pekerjaan ku sampai aku melahirkan." ucap Sofia, "baiklah sayang setelah 3 hari di sini kita akan kembali ke kota D sekarang sebaiknya kau beristirahat kau pasti sangat lelah " ucap Arthur
"Sayang maafkan aku jika aku hanya bisa menjadi istri bayangan dan kau menjadi suami bayangan untuk sementara waktu apakah kau tidak keberatan seperti yang dikata ayahku bahwa identitasmu sebagai suamiku akan dirahasiakan untuk sementara waktu." tanya Sofia, tidak apa-apa sayang aku mengerti mungkin memang belum waktunya aku tampil sebagai suamimu apalagi di luar sana aku tidak tahu mana musuh mana lawan yang bisa menjatuhkan mu melalui diriku kapan saja." ucap Arthur mengerti akan situasi keluarga sang istri
"Terima kasih sayang karena sudah mengerti aku sangat mencintaimu." ucap Sofi, aku yang lebih mencintaimu kau lihat semua harta ku sudah kuberikan padamu jadi jika nanti kau tidak mencintaiku dan mengusirku maka aku takkan mempunyai apapun lagi." ucap Arthur, "oh betapa sedihnya aku menikah dengan seseorang yang tak memiliki apapun sebaiknya sayang kau bekerja keras agar kau bisa menghasilkan lebih banyak lagi uang untukku." ucap sofia, astaga sayang apakah kau ingin membunuhku hartamu saja lebih banyak daripada hartaku yang sudah menjadi milikmu kumohon sayang kasihanilah suamimu yang tak memiliki apapun ini hanya memiliki cinta untukmu dan untuk calon buah hati kita." ucap Arthur
Sementara itu di kamar kikan tampak Stuart yang baru masuk ke dalam kamar setelah menunggu beberapa jam sampai Kikan tertidur pulas pasalnya kikan tak ingin tidur dengannya, "semenjak dia hamil Dia terlihat semakin seksi saja aku ingin sekali menggarap sawah miliknya tapi aku takut jika dia terbangun dan langsung memukulku atau menendangku aku hanya bisa memeluknya oh kenapa anak yang selalu aku inginkan menjadi sangat durhaka kepadaku biasa saja kelakuannya dia bahkan tak ingin aku dan ibunya berdekatan." ucap Stuart, lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah mengenakan pakaian bersih Tuan langsung naik keranjang dengan sangat berhati-hati takut Kikan akan terbangun begitu merasa sudah aman keluar langsung mengambil selimut kemudian menutupi tubuhnya dengan kikan sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya