My Wife My Hero

My Wife My Hero
31.dion



Anisa mengangguk mendengar perkataan ibunya sementara Bima tampak sedikit kesal karena istrinya


Sementara itu di kediaman Stuart tampak Sofia yang sudah berada di kamarnya langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah keluar langsung mencari ponselnya yang selama beberapa hari ini diabaikan tampak Sofia sedikit terkejut karena Dinda terus meneleponnya bahkan beberapa kali mengirim pesan bertanya tentang dimana keberadaannya, kenapa tak membalas pesan dan mengakat telepon


"Ada apa dengan Dinda dari kemarin menghubungiku tanpa henti sudah tahu aku jika pergi keluar daerah selalu tak terlalu mempedulikan ponselku dan selalu membuat ponselku hanya bergetar tapi tak berbunyi beberapa kali beberapa kali menghubungi seperti itu sebentar lah aku menghubunginya aku ingin makan dulu lalu beristirahat baru aku akan menghubunginya kembali." ucap Sofia


Sementara Lita yang sudah berada di apartemen tampak sangat kegirangan karena hidupnya semakin membaik dia hanya disuruh merayu seorang pria dan tidak harus mengeluarkan uangnya sendiri tapi dia yang akan dibayar


Lita bertekad akan mengumpulkan uang untuk membalik kepada tempatnya yang sudah melakukan hal buruk padanya


Steven sudah selesai makan tapi dia tidak langsung bangkit dari meja makan dia menunggu Anisa menyelesaikan makanannya sementara Bima dan Nadia sudah pergi dari meja makan


Anisa yang sudah menyelesaikan makannya Anisa tampak melihat ke arah Steven dia bingung kenapa masih berada di meja makan padahal saya dari tadi makanannya sudah habis, tapi Annisa pura-pura tak peduli setelah makan Anisa langsung bangkit lalu kembali ke kamar tanpa mempedulikan Steven begitu Anisa bangkit Steven juga bangkit dan langsung mengikuti Anisa dari belakang


Sementara itu Bima dan Nadia tampak sedang berdebat di dalam kamar "Kenapa sih Ibu seperti itu sepertinya Ibu tidak senang Anisa tinggal bersama kita untuk waktu yang lama." ucap Bima


"Memangnya kenapa Anisa harus tinggal berlama-lama di sini dia sudah punya suami dan suaminya mampu untuk menafkahi dirinya dan membangunkan rumah untuknya biarkanlah mereka merasakan bagaimana berumah tangga kau jangan terlalu ikut campur dalam rumah tangga Anisa dan Steven aku tahu kau menyayangi Anisa Tapi kau jangan berlebihan berpikir buruk tentang Steven sehingga kau berpikir bahwa Steven akan menyakiti Anisa." ucap Nadia


"Aku hanya menjaga putriku agar tidak terluka dan kecewa Apa salahnya lagi pula kita kan belum tahu bagaimana karakteristik yang sebenarnya Steven entah apa dia mencintai Anisa atau tidak siapa tahu saja dia menikahi Anisa karena terpaksa karena dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan Aku ingin putriku mendapatkan cinta yang tulus dari pasangannya bukan orang yang hanya ingin bertanggung jawab atas perbuatan yang dia lakukan." ucap Bima


"Cinta memangnya saat kita menikah kau mencintaiku Aku mencintaimu tidak kau menikah ku karena kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan padaku dan buktinya di saat pernikahan kita sudah berjalan kita bisa saling mencintai dan sampai saat ini kita masih bersama." ucap Nadia


"Dulu Aku adalah pria yang baik tak pernah sekalipun menyentuh seorang wanita apalagi pergi bersamanya tapi beda dengan Steven Dia terkenal karena seorang playboy yang suka gonta-ganti pacar aku tak ingin putriku sampai terluka karena nya." ucap Bima


"Astaga Bima dia adalah pria normal dan lagi pula Apa kau tidak mendengar apa kata ayah Leo dia memang gonta-ganti pacar tapi dia tidak pernah menyentuh wanita lain selain Putri kita Anisa jika memang dia pernah menyentuh wanita lain mungkin sudah banyak wanita yang datang meminta pertanggungjawaban pada keluarga huges." ucap Nadia


Sementara itu Anisa dan Steven yang sudah berada di dalam kamar tampak Anisa berjalan ke sofa di mana dia ingin bersantai sambil menonton TV, Steven juga ikut duduk di sofa tersebut membuat Anisa menatap tak suka ke arah Steven


Apa yang kau inginkan kenapa kau mengikutiku terus dari tadi apa kau tak punya pekerjaan lain sebaiknya kau segera bekerja supaya kau bisa kau punya kerjaan, dari pada mengikuti ku." ucap Anisa sepertinya dia lupa bahwa dia sekertaris Steven


"Aku akan bekerja di saat kau juga masuk kerja Tenang saja kau tidak amnesia kan kau adalah sekretaris ku oh iya aku ingin membicarakan sesuatu padamu." ucap Steven


"Katakan saja apa yang ingin kau katakan aku ada tempat di hadapanmu." ucap Anisa


"Bagaimana kalau kita bulan depan tinggal di kediaman kita sendiri aku sudah melihat beberapa rumah semalam yang akan aku mau beli jika kau menyetujuinya, tunggu sebentar aku akan mengambil beberapa gambar rumah yang dikirimkan oleh asisten ku semalam." ucap Steven, tampak Steven bangkit dan mengambil ponselnya


Tampak Anisa terdiam sambil menunggu Steven, Steven kembali duduk di samping Anisa lalu memberikan ponselnya pada Anisa, "ini lihatlah kalau kau setuju kau bisa beritahu aku rumah mana yang kau inginkan dan tolong berikan aku tanda pengenal mu agar aku bisa membuat sertifikat rumah tersebut atas namamu dan ini kartu untuk mu gunakanlah sesukamu, aku juga akan mengalihkan beberapa saham serta hotel sebagai mas kawin yang aku berikan padamu." ucap Steven


Anisa sedikit terkejut perkataan Steven dia tak menyangka Steven akan sangat bertanggung jawab padanya dia pikir Steven tak akan berbuat seperti itu, Anisa yang tadinya cuek langsung mengalihkan pandangannya pada Steven yang menghadap kearahnya sambil memberikan ponsel miliknya dengan kartu


Tampak Anisa mengambil ponsel dan kartu tersebut Lalu melihat-lihat rumah yang ada di gambar setelah melihat seluruh rumah Anisa tertarik pada sebuah rumah yang mempunyai halaman luas dan sangat indah "yang ini kakak aku menyukai rumah ini." ucap Anisa


Melihat rumah tersebut memang rumah itu yang dia inginkan Steven dia tak menyangka Anisa pun memilih rumah tersebut "baiklah aku akan mengurus surat-surat rumah ini berikan aku tanda pengenalmu agar besok aku bisa menyuruh Dion mengurusnya." ucap Steven, lalu mengambil tasnya setelah mengambil identitas miliknya kami bisa kembali lalu menyerahkan identitas tersebut kepada Steven


"Oh iya kapan kita akan mulai bekerja." tanya Anisa, "kapanpun kau ingin bekerja kalau aku besok aku akan mulai bekerja." ucap Steven


"Aku pasti bosan bila berada di rumah aku juga akan bekerja besok." ucap Anisa.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya