
Ruben langsung mengambil ponselnya dia hendak menghubungi neni tapi ponsel Neni sepertinya tidak aktif "dasar wanita sialan aku akan membuatnya menyesal karena dia berani menantang ku." ucap Ruben lalu menghubungi seseorang habisi istriku berserta keluarganya aku sudah tak mau mengunakan cara lembut lagi atau jangan culik mereka semua dan bawa di tempat biasa aku melakukan penelitian terhadap tubuh seseorang aku ingin membuat mereka merasakan akibatnya karena sudah menentang ku ." ucap Ruben lalu menutup panggilan telepon
"Tuan apa yang anda lakukan jika istri anda menghilang di tengah persidangan maka semua orang Pasti akan menuduh anda apa tidak sebaiknya Tuan tenang dulu dan kita pikirkan cara yang halus bukan kata tuan tadi kakak ipar tuan ada di tangan tuan kita bis mengunakan kakak ipar tuan untuk membuat mereka mundur dari persidangan setelah semua selesai terserah tuan ingin melakukan apa pada mereka." ucap pengacara tersebut
tampak Ruben berpikir sejenak kemudian melihat kearah pengacara tersebut, "aku sudah cukup baik dengan keluarga ini apalagi kakak ipar ku nyatanya sudah tiada karena sudah di lahap api lagipula Tampa bukti mana mungkin aku bisa di jadikan tersangka dan walaupun mereka mempunyai bukti aku juga hanya akan di sidang beberapa kali dan kemudian di penjara beberapa bulan lalu di bebaskan begitu saja lagi pula semuanya akan tertutupi dengan uang yang aku miliki." ucap Ruben
"Tapi tuan kali ini sepertinya yang kita hadapi bukan orang sembarangan tidak seperti dulu kemarin saat aku akan menyuap hakim dan orang-orang di dalam pengadilan mereka sepertinya tak bergeming dan menolak diriku secara halus seolah-olah mereka sudah taubat dan kembali ke jalan yang benar padahal baru beberapa hari yang lalu sebelum ada kejadian ini kami sempat bertemu dan berpesta serta aku memberikan buah tangan kepada mereka yang sangat banyak untuk sebuah kasus pembunuhan dan mereka menerimanya dengan senang hati membuta kasus itu tenggelam dan pelaku di bebaskan." ucap pengacara tersebut
tampak Ruben menautkan alisnya mendengar perkataan pengacara tersebut, "apa kau sedang becanda Mana mungkin ada orang yang menolak di beri uang yang banyak, mungkin saja kau kurang memberikan mereka uang." ucap Ruben, "aku sangat serius tuan itulah mengapa kasus tuan jadi seperti ini, karena mereka bahkan tak mau menemuiku dengan alasan ada urusan yang lain atau sedang pergi keluar negri dan ada yang bahkan mengatakan dia sedang pergi untuk mencari ketenangan di sebuah lembah tak ada satu orang pun yang mau bertemu denganku dengan berbagai alasan padah kemarin aku tak perlu mencari mereka bahkan akan bertanya sendiri." ucap pengacara tersebut
Sementara d sisi lain tampak Tania yang sudah memakai gaun pengantin tampak keluar dari kamar dengan Wajah cemberut Tania langsung duduk di samping Kevin dengan cara kasar membuta Kevin terkejut dan langsung memegang dadanya "astagfirullah apa tidak bisa kau duduk baik-baik." ucap Kevin spontan, Tania langsung menatap tajam kearah Kevin
Penghulu melihat kedua pengantin yang wajahnya terlihat sangat tidak bahagia, Kevin Yanga tampak seperti orang yang terpaksa menikah sementara Tania seperti seorang wanita yang sedang marah dengan semua orang, "wah tampaknya kedua mempelai sangat serasi dan saling mencintai aku yakin tak ada yang keberatan atas pernikahan ini, oh iya bagaimana dengan saksi." ucap penghulu santai
"Aku keberatan atas pernikahan ini aku di paksa ." ucap Tania tapi perkataannya seolah-olah di abaikan oleh pak penghulu, " "sedikit lagi dia akan tiba sepertinya saksinya sudah tiba." ucap Malik lalu bel pintu berbunyi membuta Malik tersenyum lalu bangkit membuka pintu apartemen milik tania
Sementara itu arthur yang di depan pintu apartemen Tampak terkejut saat melihat Malik yang membukakan pintu untuknya, "kau di sini di mana Kevin." tanya Arthur, "silahkan masuk tuan Kevin sudah menunggu anda di dalam." ucap Malik sopan biar bagaimanapun Arthur adalah suami dari Sofia, mendengar perkataan Malik Arthur kemudian masuk ke dalam alangkah terkejutnya Arthur saat melihat Kevin yang menggunakan baju pengantin sudah duduk di hadapan penghulu
"Ada apa dengan mu sudah jangan manja sebentar lagi kau akan menjadi seorang suami kau harus bisa memberikan yang terbaik untuk istrimu." ucap Arthur lalu sedikit berbisik tenang semua bisa di atur menikah sajalah dulu." bisik Arthur, tampak Kevin melihat kearah Arthur dengan pandangan yang sulit di artikan
"Baiklah karena semua sudah lengkap maka pernikahan bisa di lanjutkan baiklah soudra Kevin Aprilio saya nikahkan dan kawinkan saudara dengan Tania binti Surya dengan mas kawin sebagai berikut di Bayar tunai." ucap pak penghulu
"saya terima nikah dan kawinnya Tania binti Surya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." ucap kevin
Sah
Sah
Sah
Pernikahan antara Kevin dan Tania pun telah selesai di laksanakan tampan wajah semua orang terlihat bahagia hanya wajah kesu pengantin yang tak bahagia.
maaf up hanya sedikit kalau novel lain belum soalnya kondisi kurang sehat mata dan kepala agak sedikit kurang nyaman kalau lihat layar hp