My Wife My Hero

My Wife My Hero
379.hutan



setelah pernikahan Tania menatap garang kearah Kevin, Kevin langsung berbalik dan memeluk Arthur yang tepat berada di sebelahnya tuan tolong aku bertapa malangnya nasibku , cinta pertamaku ternyata lato-lato belum sembuh dari cinta pertama aku di paksa menikah dengan wanita yang tidak menginginkan sebuah pernikahan di tambah lagi semau adalah kesalahanku sehingga pernikahan ini terjadi ." ucap kevin


Arthur tampak hanya menepuk bahu Arthur lalu melihat ke arah istri Arthur yang tampak menatap tajam kearah mereka "wao sepertinya kah harus memiliki jiwa sabar dan hati yang kuat untuk bisa bersama dengan istrimu, tapi tunggu dulu bukannya kau bilang ibumu juga sangat kejam pada ayahmu sehingga yang mengambil keputusan di rumah adalah ibumu walaupun ayahmu adalah kepala rumah tangga yang mencari nafkah tapi dia tak berani mengatakan tidak pada ibumu." tanya Arthur


"Ayahku memang selalu mengalah tapi itu karena ayah ku sangat mencintai ibuku lagi pula ibuku tak sekejam itu dia hanya sedikit cerewet dan judes saat berhadapan dengan orang yang belum mengenal kebaikannya, buktinya ibuku sangat menyanyi dan memanjakan ku menanganinya ada apa ." tanya Kevin


"Kenapa kau tidak biarkan ibumu datang kemari biarkan ibumu yang berhadapan dengan istrimu, bukannya itu hal baik, seburuk-buruknya sifat Tania dia pasti akan menghargai ibu mertuanya jadi kau harus bisa mengambil hati mertuamu ." ucap Arthur


"bagaimana kalau Tania melawan ibuku dan ibuku jatuh sakit karena marah pada Tania dan aku pasti akan sangat menyesal jika sampai ibuku sakit karena ulah Tania apa yang harus aku lakukan aku kan tidak mungkin memarahi istriku dengan kejam kau tau aku tak bisa marah pada siapapun." ucap Kevin


"kau ini persis seperti ayahmu tak pernah. Marah hanya sifat cerewet mu saja menurun dari ibumu, kau jangan khawatir aku yakin ibumu wanita yang sangat kuat tidak mungkin ayahmu akan tunduk padanya jika dia lemah, oh iya aku baru ingat aku kebetulan memiliki rumah tak jauh dari rumah milikku aku akan memberikan ruang itu sebagai hadiah pernikahan mu, nanti aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan kunci dan surat-suratnya, jadi saat ibumu dan istri mu memulai perang kau bisa memantau mereka dari kediaman ku jadi jika terjadi pertumpahan darah antara mereka kau bisa cepat menolong." ucap Arthur


"Apakah akan separah itu sampai harus terjadi pertumpahan darah tuan ini bisa saja bagaimana mungkin istri dan ibuku saling membunuh tuan ini ada-ada saja makasih tuan atas Hadiahnya kuncinya tuan bisa kirimkan saat tuan sudah pulang untuk surat-suratnya sebaiknya tuan Menganti menjadi namaku terlebih dahulu sebelum memberikannya padaku." ucap Kevin tanpa malu


"Kau ini ada juga orang yang di beri hadiah menyuruh untuk mengganti nama dulu sebelum di berikan apa kau tak bisa melakukannya sendiri jangan merepotkan ku kau adalah asisten ku tau diri sedikit lagi pula itu adalah hal biasa yang kau urus lepaskan pelukanmu nanti mereka berpikir kau juga sejenis penyuka lato-lato." ucap Arthur sambil mendorong Kevin yang sedari tadi memeluknya, nampak wajah Kevin terlihat sedih seperti anak-anak yang kehilangan ibunya


Tampak Tania sedang berbicara dengan kedua orang tuanya, "Tania sayang sekarang kau sudah menikah dan sudah menjadi seorang istri kau harus bisa merubah sifat mu ingat jangan pernah berpikir untuk bercerai dari suamimu atau ayah tak akan pernah menemui mu." ucap ayah tania tegas, Tania menatap ayahnya dengan tatapan sedih walaupun dia anak yang keras kepala tapi dia sangat mencintai ayahnya Tania sangat peduli pada ayahnya karena dari kecil ayahnya lah yang sangat memanjakan dan mencintai dirinya lebih dari siapapun walaupun ibunya juga mencintai dirinya tapi Tania sangat dekat dengan sang ayah


"Knp ayah berbicara seperti itu jika nanti aku dan Kevin memiliki masalah dan kami harus berpisah bagaimana atau Kevin menceraikan diriku karena dia tak tahan memiliki istri seperti ku bagaimana." ucap Tania


"Bagaimana jika Kevin yang ingin menceraikan diriku lihat saja di sana dia selalu memeluk pria yang menjadi saksi pernikahan kami dan lihatlah mereka berpelukan seperti pasangan kekasih." ucap Tania Tania, aku yakin Kevin bukan pria seperti itu." ucap ayah Tania " kau jangan sembarangan berbicara Tania pria itu adalah tuan Arthur suami dari nyonya Sofia atasan ku dan pria itu adalah atasan Kevin di perusahaan." ucap Malik membuat Tania langsung menutup mulutnya


"maaf paman aku tak tau aku pikir pria itu teman Kevin karena mereka terlihat seperti teman bukan seperti bis dan bawahan." ucap Tania langsung meminta maaf, tak ada suara yang keluar dari mulut Malik


Sementara itu di kediaman orang tua Neni tampak beberapa orang pria hendak menerobos masuk ke dalam kediaman tersebut tapi beberapa orang langsung menahan mereka dan mengepung orang-orang tersebut lalu membawa merak menjauh dari kediaman tersebut tampak di dalam mobil para pria tersebut bingung kerena mereka langsung di todong senjata begitu Samapi di depan rumah Neni lalu di paksa naik ke mobil books, kini mobil itu sudah berada di tengah hutan tampak para pria tersebut langsung di suruh keluar dari mobil satu persatu sambil di todong senjata "ambil senjata mereka lalu ikat Mereka di pohon." ucap seorang pria


"apa yang kalian lakukan kami hanya datang bertemu dengan Nyonya Neni atas perintah tuan Ruben kenapa kalian menghentikan kami dengan cara menodongkan senjata ." ucap salah seorang pria yang telah di ikat


"Apakah kalian datang bertemu dengan nyonya kalian dengan membawa senjata dan datang beramai-ramai seperti ini, kalian tidak usah berbohong aku tau kalian ingin melakukan apa di kediaman tersebut, sekarang sepertinya sudah terlambat untuk mundur ada kata-kata terakhir." tanya pria tersebut


"Apa yang kalian lakukan kami adalah bawahan tuan Ruben jika sampai kami tak kembali maka tuan Ruben pasti akan melakukan hal yang lebih buruk lagi pada nyonya neni, sebaiknya kalian membebaskan kami atau kalian akan di cari oleh tuan Ruben." ucap pria terikat


"Wah kata-kata terakhir mu sangat panjang tapi tidak Maslah karena aku tak akan mengabulkan hal tersebut terserah jika tuamu mau menawarkan nyawa bawahannya lebih banyak lagi, kalian bunuh mereka setelah itu kita pergi menikmati hari indah ini." ucap pria tersebut, bunyi senjata tampak terdengar jelas mengantar kepergian para bawahan Ruben.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya


Terimakasih sudah memberikan semangat aku akan berusaha untuk nulis walaupun pakai kacamata hitam ...... semoga kalian selalu di berikan kesehatan dan umur panjang aamiin