My Wife My Hero

My Wife My Hero
120.rencana bi Ija



Tampak bibi Ija mengepalkan tangannya dia bingung kenapa Arthur berubah drastis sejak setelah kejadian yang terjadi padanya baru-baru ini sepertinya Arthur sudah tak begitu mempedulikan saranya padahal selama ini Arthur sangat peduli padanya dan selalu menyetujui pendapatnya


Bi Ija lalu menyuruh keponakannya untuk sabar dan segera ke dapur, sementara itu bi Ijah langsung mengetuk pintu kamar milik wanita yang merupakan calon istri Arthur, mendengar ada yang mengetuk wanita di dalam kamar langsung menyuruh masuk tampak di Ijah yang sudah masuk ke dalam kamar "maaf nona Saya bi Ija yang akan membantu nona apakah ada yang sesuatu yang Luna butuhkan seperti makanan cemilan atau minuman." tanya bi Ija


"Tidak berterima kasih tadi Arthur sudah membawakan semua yang aku butuhkan silahkan bibi beristirahat saja aku juga ingin beristirahat ucap wanita tersebut bi Ija mengangguk lalu keluar dari ruangan tersebut "seharusnya aku membawakan saja dia minuman yang sudah aku racik itu, tapi jika aku membawakannya langsung dan dia tapi minumnya itu sama saja aku melakukannya dengan sia-sia apalagi harga bahan-bahan untuk ramuan itu sangat mahal sebaiknya aku melakukannya besok pagi saja tidak mungkin dia tidak minum atau sarapan besok pagi." ucap bi Ija lalu kembali ke kamarnya


Sementara itu Arthur yang sedang berada di kamarnya tampak menerima panggilan telepon dari sang kakek setelah berbicara cukup lama langsung menyimpan ponselnya kembali sementara di luar kamar tampak Rendra yang sedang menunggu pasalnya tadi dia sudah mengetuk tapi tak ada jawaban dari Arthur membuatnya menunggu beberapa saat lagi untuk menutup pintu tampak Rendra mengetuk pintu setelah mendapatkan jawaban dari dalam Rendra langsung masuk "selamat malam tuan ini semua dokumen yang anda inginkan sesuai pesan anda tuan aku sudah memeriksa di luar pulau jika ada berita orang hilang atau ada kecelakaan tapi semuanya tidak ada dan aku sudah berusaha mencari informasi tentang calon istri anda tapi nihil seolah-olah semua informasi tentang calon istri anda di sembunyikan atau informasi tersebut sangat Rahasia padahal aku sudah mencari informasi di bagian pusat informasi di kepolisian biasanya semua informasi pasti akan ada di sana tapi saat foto milik calon istri anda mulai dimasukkan tiba-tiba komputer langsung berhenti beroperasi dan itu membuat aku sangat khawatir sehingga aku tak berani lagi mencari informasi orang yang berada di pusat kota kantor polisi hanya dua orang yang disembunyikan identitasnya oleh negara pertama seorang penjahat yang paling dicari dan paling kejam dan yang ke 2 orang-orang yang memiliki kekuasaan yang tak ingin identitas dirinya maupun keluarganya diketahui oleh siapapun, atau bisa saja dia seorang yang memang tak memiliki identitas dari lahir


Tampak Arthur melihat ke arah Rendra "kalau dia penjahat aku rasa tidak mungkin kalau memang dia berasal dari keluarga kaya raya kenapa tak ada berita tentang dirinya yang hilang atau mungkin saja dia adalah wanita yang hidup di daerah terpencil dan tak memiliki identitas." ucap Arthur


"Entahlah tuan apakah Tuan berpikir bahwa dia adalah wanita yang tinggal di daerah terpencil tapi melihat wajahnya yang cantik alami kemungkinan besar sepertinya dia wanita yang memang tinggal di pedesaan terpencil." ucap Rendra dari ucapannya telah membangunkan seekor singa yang sedang tidur, sementara itu Arthur mendapat tajam Rendra sepertinya kau sangat mengagumi calon istriku sehingga kau menatap foto yang aku berikan, apa kau menikmati wajah foto calon istriku sepertinya kau sedang kurang pekerjaan sehingga kau bisa bersantai seperti ini." ucap Arthur dengan nada menekan kekesalannya


Mendengar perkataan Arthur membuat Rendra tersadar pasalnya sebelum pergi mengurus surat-surat pernikahan dan identitas calon istri atur atur sudah berkesan agar Rendra jangan melihat foto calon istrinya, Rendra menelan silvanya dengan kasar lalu tersenyum ke aku melihat ke arah Arthur yang sudah seperti singa kelaparan "maaf tuan aku benar-benar tak sengaja melihat foto calon istri tuan karena aku ingin mencari tahu identitasnya tapi aku tak melihatnya lama-lama hanya satu menit saja mohon maafkan aku Tuan." ucap Rendra


"Terserah apa yang kau ingin lakukan pokoknya awas saja mereka berdua aku merasa bi Ija memiliki niat yang tak baik yang telah Sudah beberapa minggu ini perasaanku sangat tak nyaman padanya dan bagaimana persiapan pernikahanku besok apakah semuanya sudah siap." tanya Arthur


"Semuanya sudah siap seperti keinginan tuan dan aku sudah memesan gaun pengantin yang akan menutup wajah istri tuan, oh iya Tuan 3 hari lagi dokter yang dikirim oleh keluarga nenek anda akan datang aku disuruh oleh kakek untuk menjemputnya dan membawanya kemari." ucap Rendra


Sementara itu di kamar gadis yang merupakan calon istri Arthur tampak wanita tersebut sedang tertidur lelap tiba-tiba beberapa kilasan bayangan seperti mimpi hadir di dalam benaknya membuatnya langsung terbangun tapi setelah mencoba untuk mengingat mimpi tadi tiba-tiba wanita tersebut kembali kehilangan ingat akan mimpi tersebut, wanita tersebut lantas bangkit dan meminum air putih yang ada di samping ranjangnya kemudian menatap keluar jendela


"Sementara itu di kamar bi Ija dan Ratih tanpa kedua perempuan yang beda usia tersebut sedang berbicara berdua sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu untuk besok, "besok kau harus bersiap bibi sudah berencana akan memasukkan racun ke minuman calon istri Tuan Arthur begitu racunnya sudah bereaksi kau pura-pura memanggil Tuan Arthur, ingat jangan ada siapapun di dapur saat kau melarutkan racun tersebut ke minuman itu dan ingat pelayan yang membuat minuman itu jangan sampai mengetahui perbuatanmu apalagi di sini banyak cctv dan penjagaan tapi bibi sudah memastikan bahwa di bagian dapur tersebut cctv-nya akan mati dan kau harus panik dan berusaha ingin menolong calon istri tuan Arthur bersikaplah seperti gadis yang kehilangan orang yang sangat berarti dengan begitu Tuan Arthur tak akan mikir gaya kita dan pernikahan ini akan berlangsung dengan kau menjadi pengantin yang akan menggantikan calon istri yang keracunan aku yakin aku takkan pernah mencurigai aku sebagai pelakunya dan aku akan membuat dia mau menerima kau menjadi calon istri tuan Arthur." ucap bi Ija penuh percaya diri.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya