
Tampak terlihat jelas wajah cemberut si tato setelah selesai berpakaian "lihat kau sangat tampan seharusnya kau bersyukur karena kami sudah membantu untuk memakaikan baju di mana lagi kau bisa menemukan sahabat sebaik kami ini yang rela melihat tubuhmu yang tidak indah itu." ucap dori
"Dori benar apalagi kami secara ikhlas membantumu seharusnya kau memberikan kami hadiah bukan memberikan kamu wajah cemberut jelek itu sudah sebaiknya perbaiki wajahmu itu sudah lebam dan bonyok masih juga dijelek-jelekin ntar Lisa takut melihatmu saat menikah." ucap si codet
"Aku heran kenapa kalian memperhatikan sekali keadaan wajahku apakah wajahku seburuk itu padahal aku rasa aku hanya menerima beberapa pukulan bisakah kau memberikan aku cermin Aku ingin melihat wajahku Aku tak ingin tampil jelek di hari pernikahanku." ucap si tato
Tampak dori dan si code saling memandang lalu melihat ke arah si tato "sudahlah kau tak usah bercermin aku akan menyuruh make up artis untuk menyamarkan luka yang ada di wajahmu agar kau kelihatan tampan lagi pula di kamar ini tak ada kaca kecil yang ada hanya kaca di dalam kamar mandi aku tak mungkin membawa kaca itu ke hadapanmu." ucap si codet mencari alasan
"Kenapa kalian tak membantu ku bangun lalu berjalan ke kamar mandi agar aku bisa berkaca." ucap si tato, "aduh sepertinya aku mengecek make up artis dulu siapa tahu dia sudah di depan." ucap dori lalu bergegas keluar sementara si codet yang masih berada di dalam kamar bersama mencari alasan apa sehingga dia bisa keluar dari ruangan tersebut "oh astaga Aku lupa sesuatu di dalam mobilku aku harus segera mengambilnya tunggu kau jangan kemana-mana lalu bergegas keluar dari ruangan tersebut begitu berada di luar tampak tidur yang berada di depan pintu tampak dori mereka berdua langsung menghela nafas panjang "Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan jika melihat wajahnya seperti itu wajahnya tampak sangat mengerikan sepertinya Malika benar-benar menghajarnya lihatlah wajahnya seperti habis di pukul orang satu kampung." ucap si codet
Sementara di ruangan club tampak semua barang-barang dirapikan pelayan mulai menyiapkan ruangan untuk pernikahan sementara itu tampak melihat ruangan tersebut yang diatur oleh beberapa orang
Sementara itu make up artis yang sudah selesai merias wajah Lisa tanpa bergegas karena tadi ada seorang pelayan yang mengatakan bahwa dirinya dibutuhkan di ruang mempelai pria untuk merias wajah mempelai pria, tampak wanita tersebut berjalan tergesa-gesa menuju ruangan milik si tato
Sedikit penasaran akan wajahnya tampak si tato berusaha untuk bangun tapi sepertinya dia sedikit kesulitan karena punggungnya terasa sakit tampak si tato yang akan bangkit untuk berjalan melihat wajahnya terhenti karena ada seseorang yang masuk ke kamar tersebut maaf tuan saya make up artist tadi ada seorang pelayan yang mengatakan bahwa anda ingin di rias mungkin untuk menutupi lebam yang ada di wajah anda ucap penata rias tersebut
"Maaf tuan apakah tidak sebaiknya aku memperbaiki dada bantuan dulu dan menutupi beberapa lebam yang ada di wajah Tuan setelah itu Tuan bisa melihat cermin ucap penata rias tersebut, "berikan padaku cermin atau aku akan membuatmu menjadi cermin di ruangan kamar mandiku." ucap si tato mengancam
Dengan terpaksa penata rias tersebut mengambil cermin yang ada di dalam tasnya kemudian memberikan kepada si tato tampak si tato melihat wajahnya si tato langsung berteriak dengan kencang "siapa itu wajahnya sangat mengerikan itu bukan wajahku jangan katakan itu adalah wajah tampanku oh Tuhan apa dosaku sampai calon kakak iparku memukulku seperti ini walaupun aku melakukan kesalahan tapi aku pasti akan bertanggung jawab apalagi pada Lisa wanita yang aku cintai sepertinya aku tak sanggup melihat wajahku ambil kembali cermin ini dan rias wajahku setempat mungkin awas saja jika wajahku tak setampan biasanya aku akan mencoret-coret wajahmu." ucap si tato, penata rias tersebut hanya mengangguk saja setelah menyimpan cermin tersebut mulai mengaplikasikan sesuatu ke wajah si tato
Sementara itu Sofia yang berada di markas tapak menerima telepon dari seseorang jadi "aku sudah siap jika lusa kita akan melakukan penyerangan pada markas klan dragon Aku ingin tak ada yang tersisa orang yang sudah menghianatiku." ucap pria yang ada di seberang telepon, aku memang tak suka menyimpan penghianat jadi terserah padamu apa yang kau akan lakukan pada mereka aku hanya menginginkan posisi ketua sebuah klan baru yang aku bangun sendiri." ucap Sofia
"Anda jangan khawatir begitu klan dragon sudah nona kuasai maka nona berhak membuat iklan baru dan menjadi penguasa wilayah bawah tanah karena sudah menghancurkan sebuah peran yang paling berkuasa." ucap pria tersebut
Sementara itu di belahan bumi lain tampak yang sedang mengendarai mobilnya untuk mencarikan makanan istrinya tapi saat mobilnya melaju tiba-tiba mobilnya tak terkendali remnya blong membuat tak bisa mengendalikan mobil tersebut hingga mobil menabrak pembatas jalan lalu terguling hingga beberapa meter lalu menabrak tiang jalanan tampak mobil Smith hancur pengendara lain yang melihat hal tersebut langsung bergegas berusaha menolong tak berselang lama beberapa mobil ambulans tampak berada di tempat kejadian yang sepertinya sudah tak bernyawa karena benturan yang sangat keras apalagi di bagian kepalanya terlihat remuk
Ke dua orang tua smit langsung dihubungi setelah mengetahui bahwa anaknya mengalami kecelakaan kedua orang tuanya bergegas menuju rumah sakit sementara itu di kediaman tampak sila yang pura-pura terpukul dan menangis setelah pihak kepolisian menghubunginya atas apa yang terjadi pada Smith tampak sila beberapa kali pingsan, tampak Edi bergegas mengantar sila ke rumah sakit di mana jenazah tampak di rumah sakit sila langsung melakukan aktingnya yang luar biasa menangis seperti orang gila di hadapan mayat bahkan sila sempat pingsan beberapa kali setelah adegan demi adegan terjadi akhirnya Smith dibawa pulang untuk dimakamkan di makam keluarga sementara sila dirawat di rumah sakit karena kekurangan cairan apalagi saat ini dia sedang hamil, tampak di kediaman Smith orang-orang berdatangan untuk melayat setelah beberapa saat jenazah Smith kemudian di bawah ke tempat pemakamannya diiringi oleh kedua orang tuanya dan tentu saja kakeknya sementara sang istri masih berada di rumah sakit.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya