My Wife My Hero

My Wife My Hero
67.sal kuning



lani dengan santai duduk menunggu sementara di dalam hutan tampak beberapa teriakan dari bawahan during membuat Dori terlihat khawatir, Lani yang mengetahui hal tersebut langsung melirik ke arah Dori, kau jangan khawatir bahwa anu tidak akan sampai mati tapi jika kau khawatir Kau boleh ikut masuk ke dalam hutan." ucap lani


Dori tampak merubah ekspresinya "aku yakin para bawahanku pasti bisa melewati semuanya itu mungkin saja hanya teriakan kebahagiaan ucap dori


Tampak lani melirik sinis ke arah dori, "Benarkah sungguh teriakan yang indah, oh iya segera sekedar informasi Aku adalah ahli dalam membuat jebakan baik bagi manusia maupun hewan." ucap lani, tampak Dori hanya terdiam tak ingin menanggapi ucapan lani


Sementara itu para bawahan Dori yang berada di hutan tampak banyak yang terluka karena terkena beberapa jebakan yang dibuat oleh lani walaupun tak sampai mati tapi banyak yang terluka parah dan bawahan Dori yang berhasil melewati jebakan tersebut tampak masuk ke dalam hutan untuk mencari kain kuning yang dimaksud oleh lani


Di tengah hutan yang rimbun tampak seekor harimau sedang bermain dengan sal kuning yang ada di lehernya


Sementara itu di markas si codet tampak Lusi yang baru saja keluar dengan pakaian yang sering digunakan untuk latihan walaupun sudah menutupi seluruh tubuhnya tapi karena tubuh Lusi yang seksi membuat baju tersebut terlihat melekat indah di tubuhnya, kini Lusi berjalan menuju lapangan di mana si codet dan bawahannya sudah menunggu, dicode dan bawahannya tampak tertegun melihat Lusi bahkan mata mereka sampai melotot tak terkendali, Lusi kini sudah berdiri di hadapan mereka tampak Lusi melihat "Apa kau sudah puas melihatku." tanya Lusi


Si codet yang tersadar langsung menetralkan wajahnya "Maaf nona lusi Anda terlihat sangat cantik mengenakan pakaian tersebut sekarang bawahan sudah berkumpul silahkan." ucap si codet, Lusi melihat ke arah bawahan yang sudah bersiap masih sedikit tersenyum Lusi tampak menjadikan jarinya tak berperang lama tampak dua orang pria berada di belakang Lusi, "Baiklah kita akan memulai latihannya kedua orang yang ada di belakangku adalah tangan kanan dan kiriku Mereka berdua adalah orang kepercayaanku yang selalu melindungiku di mana pun aku berada aku ingin kalian semua melawan mereka berdua." ucap Lusi


Nampak si codet melihat lusi dan kedua orang yang ada di belakangnya di bertanya dalam hati dari mana munculnya kedua pria tersebut padahal dari datang hingga si codet membawanya beristirahat si codet tak pernah melihat kedua pria tersebut, dan sekarang Lusi menyuruh bawahannya yang berjumpa 100 orang menyerang kedua pria tersebut apa Lusi sadar apa yang dia katakan apalagi perawakan kedua bawaan Lusi tampak biasa-biasa saja, "apakah aku perlu membagi perkelompok para bawahanku agar bisa teratur melawan kedua orang tersebut." tanya si codet


lusi tersenyum miring "oh itu tidak perlu suruh saja mereka langsung bertarung dengan tangan kosong." ucap Lusi, mendengar perkataan Lusi langsung mengkode anak buahnya untuk menjerang kedua orang yang saat ini sudah saling berhadapan dengan bawahan si codet tampak bara bawa langsung menyerang kedua orang tersebut tapi rupanya kedua orang tersebut bukan orang sembarangan mereka mampu menghindar dan memukul hingga para bawahan berjatuhan di tanah dengan beberapa luka di bibir dada dan punggung pertarungan sangat sengit tapi sepertinya bawahan si codet sudah banyak yang terkapar tak berdaya di tanah, hal tersebut membuat si codet sedikit terkejut pasalnya dia merasa kedua pria tersebut melakukan hal yang tidak mungkin dengan mengalahkan 100 orang pria menggunakan tangan kosong walaupun para bawahannya orang baru yang hanya memiliki sedikit ilmu bela diri tapi mana mungkin jika di pikir


Kini bawah si codet tersisa 50 orang saja yang masih bertahan dalam pertarungan tersebut setelah beberapa menit tak ada yang tersisa dari bawahan si Codet membut si codet hanya bisa menelan silvanya dengan kasar


"Wah Nona sangat cantik menggunakan pakaian apapun bahkan pakaian untuk bertarung saja pakai nona terlihat indah di tubuh nona." ucap si tato


"Benarkah pakaian ini aku rancang khusus untukku dan ini sengaja aku pakai untuk latihan kali ini sekarang kalian mulai saling berhadapan satu dengan yang lain, kalian akan saling berhadapan satu dengan yang lain tapi bukan di lapangan ini tetapi di danau dekat markas aku sudah melihat danau tersebut yang lumayan dalam itu sangat bagus untuk kalian menahan nafas sambil bertarung di danau tersebut." ucap Lisa


Tampak bawahan si tato langsung saling memandang, karena danau yang di maksud oleh Lisa sangat luas dan dalam apalagi banyak hewan di sana, " ada apa, apa kalian takut air atau kalian tak bisa berenang sekarang angkat tangan yang lebih memilih untuk tidak berlatih di danau." ucap Lisa


Para bawahan si Tato tanpa melihat ke arah si tato untuk mencari perlindungan, Tapi nampaknya si Tato pura-pura tidak melihat mereka membuat para bawahan tak berani membantah ucapan Lisa apalagi mereka dengar bahwa yang memerintahkan Lisa adalah ketua bos, "Aku ingin melawan nona jika memang Nona bisa mengalahkanku dalam 1 menit maka kami semua akan langsung loncat ke danau tersebut." teriak pria tinggi besar dan wajahnya sangat garang keluar dari tengah kelompok


Lisa tersenyum melihat pria tersebut "aku sangat mengagumi keberanianmu baiklah jika salah dalam 1 menit aku bisa menjatuhkanmu maka sekalian semua akan pergi ke danau untuk berlatih di sana selama 3 hari 3 malam, Apakah kalian siap dan menerima semuanya." tanya Lisa


"Kami siap ucap parah bawahan si tato dengan keras membuat Lisa semakin bersemangat, Baiklah kita atau yang akan menjadi jurinya." ucap Lisa, tempak Lisa dan pria tersebut saling berhadapan tapi baru saja pertandingan dimulai pria tersebut langsung terlempar dengan beberapa kali pukulan dan tendangan yang lisa layangkan padanya membuat semua orang terbelalak melihat kejadian tersebut karena gerakan Lisa sangat cepat membuat pria tersebut tak mampu membalas pukulan Lisa hanya bisa jatuh tersungkur dan pingsan, si tato dan bawahnya nampak shyok melihat gerakan Lisa padahal Lisa seperti gadis yang lembut


"Baiklah sesuai perjanjian kita ayo semua ke danau ucap Lisa dengan santai lalu menuju danau disamping markas di ikuti bawaha si tato yang lain sementara pria yang bertarung dengan Lisa nampak pingsan membuat si tato langsung menolong pria tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya