
Ronald yang berada di kursi kebesarannya tampak menyapu wajahnya dengan tangannya dia tak pernah menyangka bahwa adiknya segenap itu padanya padahal selama ini dia sangat menyayanginya dan memanjakannya, Tapi sejak adiknya menikah sifatnya perlahan-lahan berubah dan selalu menjaga jarak padanya," ini bukan hukuman yang tepat untuknya aku harus membiarkan dia hidup tanpa bantuan siapapun biarkan dia mencari makan dan melakukan semua pekerjaan sendiri lagipula di sana ada kebun yang bisa mereka ambil hasilnya jika memeng mereka ingin hidup." ucap tuan Ronald
Awalnya dia berencana untuk membiarkan adiknya tinggal di pulau dengan memberinya beberapa kemudahan seperti makanan dan yang lain tapi melihat kelakuan adiknya yang seperti itu membuat Tuan Ronaldo berubah pikiran dan membiarkan adik dan suaminya tersebut bekerja keras demi untuk bisa hidup
Tampak Sofia dan Dinda sudah berada di dalam kamar Sofia kini mereka sedang duduk di sofa tepat di depan TV "jadi ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi sampai kakak Steven menikah dengan Anisa." tanya Sofia
"Baiklah aku akan bercerita padamu jadi menurut yang aku dengar tanpa sengaja Steven tidur dengan Anisa karena mereka dijebak oleh seorang wanita yang ingin menjebak Steven." ucap Dinda
"luar biasa tapi aku penasaran dengan respon Paman Bima pasti dia akan sangat kesal mengetahui kejadian itu Bagaimana reaksi Paman Bima." tanya Sofia
"Paman Bima memukul Abraham hingga babak belur kemudian setelah itu dia juga memukul Steven sepertinya Paman Bima sangat marah mengetahui apa yang terjadi pada Anisa dia menikahkan Anisa pun dengan keadaan terpaksa." ucap Dinda
"Oh astaga aku melewatkan tontonan seru." ucap Sofia, "oh iya tadi kak Aris mencarimu dia bertanya kapan kau akan pergi bekerja." ucap Dinda
"Untuk apa dia mencariku." tanya Sofia, tapi katanya ada pasien yang menderita sebuah penyakit dan dia tak mampu membayar rumah sakit dan Pak Aris ingin berdiskusi dengan tentang pasien tersebut." ucap Dinda, hanya membulatkan mulutnya sambil mengangguk
Sementara itu di belahan dunia lain tampak seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya dengan wajah tampan yang menggoda dan asistennya tepat berada di sampingnya, "tuan aku dengar kakak ipar dan adik anda akan kembali setelah berbulan madu." ucap pria tersebut
"Benar Aron kakakku dan kakak iparku akan segera kembali setelah mereka berbulan madu selama satu bulan." ucap pria tersebut
"Aku dengar kau akan kembali ke kotamu untuk melanjutkan memegang perusahaan kakekmu." tanya pria tersebut
"Sebenarnya aku ingin setahun lagi di sini barulah kembali ke sana tapi paman baroto memaksaku pulang dia bahkan sudah mengalihkan semuanya atas namaku." ucap Aron
"Sudahlah untuk apa kau menjadi asisten terus kau harus bisa mandiri dan mengambil alih perusahaanmu itu adalah milikmu yang diberikan oleh kakek mu." ucap pria tersebut
"Aku masih Ingin bersamamu dan menjagamu seperti kau menjagaku." ucap Aron
"Kau pikir jika kau disana Dan aku disini kita tak akan saling menjaga tentu saja kita akan saling menjaga Kau bukan hanya sekedar asistenku tapi kau juga sahabatku." ucap pria tersebut
"Baiklah Samanta simpan saja di meja lalu keluarlah." ucap Arthur, membuat Samanta tampak tersenyum canggung, kalau menyimpan dokumen tersebut lalu keluar
"Sepertinya Samantha masih tetap gigih untuk membuatmu terpesona." ucap Aron, "sudahlah kau tau bagaimana Samanta, kapan kau berencana untuk kembali ." tanya Arthur
"Mungkin bulan depan aku akan kembali setelah aku mencarikan asisten yang tepat untuk anda." ucap Aron
Sementara itu di sebuah rumah mewah tampak Darmanto dan Yuli sedang duduk di ruang tamu tak berselang lama Sang Putri yang baru saja pulang langsung duduk di hadapan mereka dengan wajah yang cemberut
"Ada apa Sheila kenapa wajahmu seperti itu seperti habis ditabrak bemo saja jangan bilang kau bertengkar Lagi dengan damar." ucap Darmanto
Sheila melihat ke arah kedua orang tuanya "aku jadi kesal pada damar, Kita kan sudah lama bertunangan tapi kenapa dia tidak menikahiku juga aku pikir aku akan duluan menikah sebelum kak Sofia, dinda dan Anisa tapi lihat sekarang Anisa sudah menikah terlebih dahulu apalagi suaminya adalah kakak Steven yang sangat tampan itu aku pikir dulu kakak Steven adalah playboy yang tak bisa bertanggung jawab ternyata dan serius pada seorang wanita tapi dia lebih cepat menikah dari dugaan, kalau aku tau aku akan mengejar kakak Steven." ucap Sheila
Darmanto memutar bola matanya malas memang putrinya ini sangat centil dan cerewet padahal istrinya sangat pendiam dan dia juga sama Tapi saat dia menjadi wanita sadar bahwa dia sangat cerewet dan centil, "kau ini seharusnya kau bisa berpikir Steven dan Anisa menikah itu karena ada sesuatu dan memang mereka harus segera menikah lagi pula kau masih muda untuk apa kau buru-buru menikah." ucap Darmanto
"Tapi aku kan ingin segera menikah untuk apa aku tunangan lama-lama jika pada akhirnya tak jelas ujungnya itulah mengapa aku jengkel pada damar jika aku menyinggung tentang pernikahan dia pasti akan mencari 1001 alasan agar aku membicarakan hal lain." ucap Sheila
"Bukankah pria itu pilihanmu kau sudah berpacaran dengannya sejak SMA dan mengatakan pada ayah bahwa damar pria yang baik bertanggung jawab dan sangat mencintaimu kau sendiri yang memilih damar jadi kau yang harus menyelesaikan dengan damar Apa yang kau sudah mulai jika kau bertanya kepada ayah, ayah akan menjawab silakan pertanggungjawabkan apa yang sudah kau lakukan Kau Yang memilih damar ayah kan sudah beberapa kali mengatakan padamu ada baiknya kau jangan terlalu berhubungan serius dulu apalagi kau baru menjadi dokter beberapa tahun ini nikmati saja dulu." ucap Darmanto
"Kalau berbicara sama Ayah pasti seperti ini bukannya menambah solusi tapi menambah beban aku akan masuk ke kamar dulu." ucap Sheila
"Aku bingung anak itu terbuat dari adonan apa sih Kenapa kepalanya keras seperti itu dulu waktu kecil begitu lembut dan imut pas besar seperti itu." ucap Darmanto
"Kau sayang tidak pernah berkaca pada dirimu sendiri dia keras kepala seperti itu mengikuti dirimu tapi aku bersyukur walaupun dia centil dan cepat berpacaran tapi dia masih tahu batasannya tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan sebagai seorang wanita." ucap Yuli, dalam hati Darmanto "kau tidak tahu saja Sayang aku mengawasi ketat Sheila tak akan aku biarkan laki-laki menyentuhnya sampai pria tersebut datang di hadapanku dan meminta putriku secara baik-baik dan menikah dengan baik." ucap Darmanto dalam hati.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya