My Wife My Hero

My Wife My Hero
316. Kevin dan Malika



Sofia nampak memikirkan sesuatu kemudian menatap pria yang ada di hadapannya "awas tempat itu dan awasi juga pria itu ingat jangan lengah dan jangan sampai dia menyadari keberadaan kalian di sekitarnya." ucap Sofia


"Baik ketua sesuai dengan keinginan anda aku akan kembali terlebih dahulu." ucap pria tersebut lalu keluar dari ruang kerja milik Arthur


Sementara itu Ruben yang berada di kediamannya tanpa sedang menyuruh kepala pelayan untuk menyiapkan hidangan spesial untuk makan malam setelah mengatakan tersebut kepada kepala pelayan langsung ke kamarnya untuk melihat keadaan Neni dan melihat baju apa yang digunakan oleh Neni agar beberapa luka lebam di tubuh Neni tidak terlihat sementara itu di kamar tampak neni bingung memilih baju yang warna yang akan dia gunakan untuk acara makan malam tersebut karena baju yang ada di lemarinya semuanya adalah baju yang sedikit terbuka dan dia tidak memiliki baju untuk makan malam yang bisa menutup beberapa lebam yang ada di tubuhnya membuatnya sedikit panik karena jika sampai Ruben tahu dia pasti akan sangat marah, saat Neni sedang panik tiba-tiba Ruben masuk ke dalam kamar


"Apa yang kau lakukan di lemari pakaian mu dari tadi kau di depan lemari tersebut sampai sekarang apakah kau masih belum menemukan baju yang akan kau gunakan kau memang tidak berguna memilih baju saja kau tidak bisa apa kau sengaja membuat ku kesal hingga aku harus benerin pelajaran lagi minggir sana biar aku yang menceritakan baju untukmu lalu mendorong nenek ke samping kemudian membongkar lemari yang berisi pakaian ini setelah membongkar beberapa menit Ruben semakin kesal lalu menatap ke arah Neni


"Apa-apaan kau ini memang ingin aku memberimu pelajaran agar kau bisa mengerti bagaimana bisa kau memiliki baju sebanyak ini di lemarimu tapi ada satupun baju yang cocok untuk acara sebentar malam apa kau ingin memperlihatkan semua luka lebam di tubuhmu dengan baju-baju yang ada di lemari ini, cepat pesan pakaian yang tertutup untuk acara makan malam awas aja jika sebentar malam kau memakai baju yang tak menutupi bekas lebam di tubuhmu." ucap Ruben lalu keluar dari kamar


Setelah kepergian Ruben Neni bergegas mengambil ponselnya lalu memilih baju yang cocok untuk acara makan malam sebentar malam agar tak menghukumnya lagi setelah memesan baju tersebut langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk makan malam


Tampak Arthur dan Kevin yang baru saja tiba di kediaman Arthur sementara itu Malik alias Malika yang sedang berdandan seperti seorang wanita tampak baru keluar dari sebuah kamar tampak Kevin lover terpanah melihat ke arah Malika membuatnya tak mendengar saat Arthur berbicara membuat atur langsung menoleh ke arah Kevin "ada apa denganmu Kenapa kau seperti orang kerasukan." tanya Arthur saat melihat wajah Kevin yang seperti orang bodoh, sementara pengawal pribadi Arthur tampak memberi hormat pada malika atau Malik yang dia ketahui merupakan salah seorang tangan kanan Sofia yang sangat pandai menyamar dan memiliki ilmu bela diri yang handal"Tuan akhirnya aku menemukan jodohku tidak salah ibuku mengganti namaku menjadi Kevin." ucap Kevin sambil melihat ke arah Malika dengan tatapan berbinar penuh cinta, Arthur pun akhirnya melihat ke arah Kevin memandang, seorang wanita cantik tinggi bagaikan model walaupun wanita itu sangat cantik tapi bagi Arthur istrinya lebih cantik, tak lama setiap pun datang untuk menyambut sang suami yang baru pulang tampak Arthur tersenyum melihat Sofia yang baru saja datang


Kini keduanya saling berdampingan berdiri di ruang tamu "sayang ayo duduk dulu ada ada yang ingin aku bicarakan dengan, Kevin bukankah kau akan ikut makan malam di kediaman Ruben sebaiknya kau kembali ke apartemen mu dan ganti pakaianmu agar kau terlihat lebih tampan dari biasanya." ucap Sofia


Kini Malika, Sofia dan Arthur sudah duduk di ruang tamu bersama, "sayang kenalkan ini Malika dia yang akan menjadi istrimu saat makan malam di kediaman Ruben." ucap Sofia, mendengar perkataan sang istri atur langsung mendekatkan bibirnya ke telinga sang istri "sayang Apa kau serius menyuruh wanita ini untuk menemaniku di kediaman Ruben apakah kau tak akan marah jika aku berdekatan dengannya karena mau tidak mau aku harus menunjukkan kemesraanku di hadapan Ruben." bisik Arthur


"Malika sepertinya suamiku khawatir dia akan tergoda padamu atau kau yang akan menggodanya seperti yang dia takut aku akan marah dan cemburu kepadamu."ucap Sofia , "Tuan jangan khawatir aku masih normal kok tenang saja tuanku yang tampan aku normal bahkan di atas normal." ucap Malika dengan genit membuat Arthur semakin jijik melihatnya padahal dia belum tahu bahwa malaikat adalah seorang pria tapi Arthur memang sangat benci jika ada wanita yang bersikap seperti itu


"nona Malika Apa yang Anda maksud dengan normal aku tidak mengerti bukankah anda seorang wanita jadi maksudnya bagaimana nona." tanya Arthur, "bagaimana Nyonya tuan benar-benar tidak tahu bahwa aku bukan seorang wanita apalagi orang lain." ucap Malika dengan suara khas Malik membuat atur langsung terbelalak setelah mendengar suara asli dari Malika


"Sayang dia seorang pria tapi mengapa dia tidak tampak seperti seorang pria apakah dia melakukan operasi plastik dia seperti wanita tulen." tanya Arthur sedikit terkejut dengan wanita yang ada di hadapannya yang ternyata merupakan seorang pria, Sofia langsung tersenyum melihat wajah Arthur "tidak sayang dia memang memiliki wajah yang cantik seperti wanita jika sedang berdandan menyerupai wanita tapi dia adalah pria normal yang cukup tampan." ucap Sofia


"Pantas saja kau tidak cemburu denganku ternyata wanita yang kau suruh mendampingi ku saat makan malam di kediaman Ruben adalah seorang pria tapi aku benar-benar tak menyangka bahwa dia seorang pria aku pikir tadi dia seorang wanita sampai-sampai Kevin oh astaga anak itu Dia mengira bahwa Malika adalah wanita bahkan mungkin saat ini dia sedang menelepon ibunya dan mengatakan bahwa dia sudah menemukan cinta sejatinya." ucap Arthur setelah mengingat asisten setianya


Sementara itu Kevin yang baru saja tiba di apartemennya tanpa langsung duduk dan mengambil ponselnya hendak menghubungi sang ibu untuk menceritakan apa yang sedang terjadi.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya