
"Kau memang orang rendahan yang brengsek mengapa aku tidak langsung membunuhmu saja tidak usah menunggu untuk melaporkan ke polisi tentang semua kejahatan yang kau sudah lakukan." ucap Arthur
Edi tampak mendekati Arthur lalu mulai memukul pipinya dengan lembut "sepertinya kau sudah terlambat karena setelah hari ini kau tak akan bisa melakukan apapun lagi dan oh apa kau tak mendengar sesuatu tentang kakekmu aku harap kau tahu bahwa beberapa minggu yang lalu kakimu dan detektif yang dia sewa tempat mengalami kecelakaan." ucap Edi, "apa yang kau katakan aku tidak mengerti kau jangan berbicara sembarangan kakekku baik-baik saja Dia sedang ada di kediamannya." ucap Arthur
"Ha ha ha orang lemah sepertimu dan kakekmu sepertinya memang sudah takdir kalian untuk tak bisa bertahan hidup di dunia yang kejam seperti ini." ucap Edi, "lepaskan aku aku akan membunuhmu sekarang juga dasar kau manusia setan jahanam brengsek tidak tahu diri aku pasti akan membunuhmu." ucap Arthur
"Ikat dia di kursi itu sebelum aku mengambil semua apa yang dia miliki aku akan membuat dia mengerti arti kehidupan." ucap Edi Sombong satu pukulan mendarat tepat di wajah Arthur membuat bibirnya sedikit robek dan pipinya luka
"Kau jangan terlalu kasar bermain dengannya kita masih membutuhkan tangannya untuk menandatangani dokumen-dokumen yang sedang kita siapkan." ucap Baskoro, sementara rindu hanya bisa terdiam melihat sang bos yang sudah diikat sedangkan dirinya tampak diikat tiang di hadapan sang bos
"Paman jangan khawatir aku hanya akan memukulnya di bagian tertentu hanya sekedar berolahraga." ucap Edi
Sementara itu Sofia yang baru saja keluar dari rumah sakit tanpa menghubungi salah seorang bawahannya untuk menyiapkan jet pribadi karena dia akan segera berangkat ke kota D secepatnya tampak Sofia mengemudikan kendaraannya dengan sangat cepat menuju ke bandara begitu sampai bandara Sofia langsung menaiki jet pribadi miliknya
Tampak di pesawat Sofia sangat khawatir dengan keadaan setelah hampir 30 menit perjalanan akhirnya pesawat pun mendarat dengan sempurna, tampak di bandara bawahan sosial langsung menjemputnya tampak Sofia langsung melihat titik lokasi di mana Arthur berada, "kau keluarlah dari mobil ini dan kembali ke tempatmu." ucap Sofia pada sopir yang menjemputnya, setelah sopir tersebut keluar Sofia langsung melajukan kendaraannya ke markas Baskoro
Sementara dalam sebuah ruangan tampak Arthur sudah terluka di beberapa bagian tubuhnya begitupun Rendra "bagaimana apa kau sudah merasakan kerasnya kehidupan." ucap edi
Arthur meludah ke depan "kalau berani lepaskan aku dan Kita bertarung satu lawan satu aku tahu kau mengingatku dan memukuliku karena kau tak bisa bertarung untuk melawanku." ucap Arthur
Tampak seseorang datang dari arah belakang dan masuk ke dalam ruangan di mana Arthur dan Edi berada maaf tuan pengacara yang anda tunggu sudah datang dan sepertinya dia sedang berbicara dengan Tuan Baskoro mungkin sebentar lagi dia akan kemari, sementara itu di ruangan Baskoro tampak sang pengacara sedang menjelaskan apa yang harus dilakukan tapi saat mereka sedang berbicara tiba-tiba beberapa granat meledak di sekitar markas tersebut membuat Baskoro sangat terkejut sontak saja Baskoro dan pengacara langsung keluar dari ruangan Edi juga ternyata mendengar suara tersebut tampak Baskoro dan sang pengacara sudah berada di ruangan di mana Edi juga berada bersama dengan Arthur dan Rendy, karena di ruangan sebelah adalah monitor dan tempat untuk mengawasi semua yang ada di markas seseorang langsung melapor maaf tuan sepertinya ada seorang penyusup yang masuk ke dalam sini beberapa penjaga sudah tak bernyawa ditemukan ucap pria tersebut tampak Baskoro sedikit panik
Tiba-tiba dari luar ruangan ada beberapa tembakan yang terdengar jelas dan beberapa teriakan dari bawahan Baskoro, sebenarnya sementara yang memberi laporan tentang orang yang menyusup tampak sangat terkejut karena dengan cepat orang tersebut sudah menerobos masuk sampai ke dalam tampak pintu yang sudah terkunci di dobrak oleh seseorang langsung menjadikan Arthur sebagai Sandra sebentar Edi sudah mengamankan sementara sang pengacara langsung bersembunyi di belakang Baskoro
Tampak seorang wanita yang memakai cadar masuk ke dalam ruangan tersebut "siapa kau berani-berani aku mengacu di tempatku apa kau tidak tahu siapa aku." ucap Baskoro terlihat jelas wajah Baskoro yang panik apalagi sepertinya bawahannya yang berjaga di markas tersebut sudah terluka parah atau sampai meninggal
Wanita bercadar tersebut Tampak santai mengambil kursi lalu duduk berhadapan dengan kelima orang yang ketiganya masih berdiri sedangkan yang kedua orang tampak terduduk dengan wajah memar dan berdarah "sepertinya kau punya banyak nyawa dengan melukai seseorang yang salah." ucap wanita tersebut
Sementara Arthur yang tadinya tertunduk karena kesakitan dan juga lelah tampak mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang ada di hadapannya sepertinya suaranya sangat familiar "apa maksudmu aku tidak mengerti ini adalah urusan keluarga kau tidak berhak mencampurinya." ucap Baskoro
"Ha ha ha ha Baskoro pedagang ilegal dan penjual organ tubuh serta penjualan wanita bawahan mafia bawah tanah yang tidak terlalu terkenal sepertinya kau harus memeriksa kalung yang digunakan oleh pria tersebut sehingga kau mengetahui siapa pria yang sudah kau culik itu." ucap wanita tersebut
Baskoro langsung mengambil kalung yang berada di leher Arthur saat melihat cincin HS tampak tubuh Baskoro gemetar bukannya apa cincin adalah cincin yang digunakan oleh keturunan mafia nomor 1 dan siapapun yang menggunakan cincin tersebut maka dia dibawa perlindungan "maafkan aku tidak tahu bahwa pria ini memiliki hubungan erat dengan mafia nomor 1 aku lihat olehnya untuk menculiknya dia yang melakukan ini padanya." ucap Baskoro langsung menyalahkan Edi dia tak ingin mati hari ini
"Kau tenang saja aku sudah memikirkan hukuman terbaik untukmu karena sudah menculik seseorang yang terlindungi dan tak boleh disentuh sementara untuk pria yang sudah membuatnya terluka parah tentu saja hukumannya akan berbeda apalagi dia memukulnya hingga wajahnya seperti itu." ucap wanita tersebut
"Paman apa yang kamu lakukan bukannya ini ide kita berdua untuk mencuri Arthur dan mengambil semua harta yang dimilikinya, dia hanya seorang perempuan jika dia macam-macam kita akan langsung membunuh Arthur dan juga." ucap Edi
"Tutup mulutmu Edi semua ini karenamu sehingga aku berurusan dengan orang berkuasa apa kau tak lihat Queen sekarang berada di sini dia adalah orang kepercayaan dari mafia nomor 1, Quin aku mohon maafkan aku, aku terhasut oleh ucapan pria itu dia yang sudah merasuki otakku sehingga aku melakukan hal ini dan aku benar-benar tidak mengetahui identitas dari pria yang aku culik yang aku tahu dia hanya seorang pengusaha biasa." ucap Baskoro .
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya