My Wife My Hero

My Wife My Hero
347. hotel mewah



Tampak resepsionis terus menolak malika apalagi kali ini suaranya semakin judes membuat Ruben yang mendengar hal tersebut sangat jengkel sambungkan aku dengan manajer mu atau kau ingin pemilik hotel ini yang aku hubungi." ucap Ruben, mendengar hal tersebut resepsionis langsung menatap kearah Ruben tampak resepsionis itu pun mengambil telepon untuk menghubungi sang manajer tak berselang lama tampak seorang pria datang menghampiri Meraka "oh astaga tuan Ruben biar aku yang melayani tamu ini ada apa anda kemari apa yang bisa kami bantu maafkan bawahanku jika dia melakukan kesalahan." ucap sang manajer


Aku mencari kamar seseorang yang bernama Arthur." ucap Robert yang tidak tau sebenarnya hotel ini sudah menjadi jebakannya semua yang berada di hotel sedang berakting termasuk resepsionis dan manajer tersebut, karena tuan adalah orang penting dan merupakan orang terpandang aku akan memberikannya tapi tuan aku mohon tuan jangan membuat keributan di hotel ini, ini nomor kamarnya." ucap sang manajer memberikan selembar kertas, dengan cepat Malika mengambil kertas tersebut dan berjalan cepat menuju lift sementara itu Ruben bergegas ikut dengan Malika


Sementara di kamar hotel pasang suami istri itu masih santai menikmati semua fasilitas yang ada di kamar hotel tersebut, "sayang sepertinya Malika dan Ruben sudah akan sampai sebaiknya kau bersiap-siap." ucap Sofia , "benarkah tunggu dulu dadaku harus sedikit terbuka untuk meyakinkan hal itu." ucap Arthur, Sofia menatap tajam arth yang tadinya melonggarkan baju mandinya agar dadanya kelihatan langsung di perbaiki oleh Sofia sambil menatapnya tajam, "apa kau ingin semua orang melihat tubuhmu kau akan berlari keluar dengan mengunakan baju ini di luar banyak orang." ucap Sofia ya g tak ingin tubuh suaminya di lihat oleh orang lain


"Sayang kita kan sedang berakting itu namanya totalitas dalam berperan, apa kau tak melihat ada artis yang sampai telanjang." ucap Arthur, Mereka telanjang bukan karena totalitas berakting tapi mereka sedang membuat film dewasa, kau ini ada-ada saja sudah awas ya kalau bajumu sampai terbuka saat lari kau harus selalu memperhatikannya." ucap Sofia, sementara Malika di luar mencari kamar Arthur dan Sofia dengan langkah cepat dan penuh emosi dan airmata seolah-olah dia benar-benar seorang istri yang suaminya sedang berselingkuh sepertinya Malika benar-benar memerankan istri yang tersakiti dengan sangat totalitas sekali sementara Ruben terus mengikuti dari belakang, tampak Malika akhirnya menemuka Nomor kamar yang dia cari, "apa kau yakin ini kamarnya dan Arthur ada di dalam siapa tau saja dia sedang membahas bisnis." ucap Ruben, apa kau pikir aku bodoh mana ada seseorang yang membahas bisnis di dalam kamar hotel apalagi dia bersama dengan seorang wanita." ucap Malika lalu menekan bel pintu, setelah menekan beberapa kali akhirnya pintu terbuka


Arthur tampak membuka pintu sangat terkejut dengan keberadaan Malika dan Ruben, "apa yang kau lakukan di sini." ucap Stuart sambil keluar dari kamar sambil menutup pintu karena Malika berusaha masuk ke dalam, "kenapa kau menutup pintunya biarkan aku masuk aku ingin melihat wanita seperti apa yang sudah menggoda mu." ucap Malika, Malika sebaiknya kita bicarakan ini baik-baik tak ada siapapun di dalam sana aku hanya gerah dan ingin mandi saja sebaiknya kita menyewa kamar lain untuk bicara ." ucap Arthur


Kau memang brengsek ucap Malika lalu berjalan pergi meninggalkan Arthur Ruben pun mengikuti Malika sementara Arthur pura-pura mengejar Malika tapi langkah kaki Malika dipercepat sementara Arthur pura-pura berlari padahal sebenarnya dia sengaja agar malika tak terkejar Malika langsung naik ke mobil dan menguncinya sementara Ruben yang hendak naik ditahan oleh Arthur "Ruben kau adalah suami sepupuku biarkan aku bicara dengan istriku." ucap Arthur


"Maaf Arthur aku memang adalah tapi kau sudah melakukan sebuah kesalahan kepada istrimu kami harus pergi." ucap Ruben lalu masuk ke dalam mobil kemudian mobil itu keluar dari halaman hotel sebentar masih menutup matanya karena menangis "aku tak percaya dia bisa melakukan itu dengan ini aku akan menyuruh dengan caraku untuk melayangkan gugatan cerai kepadanya." ucap Malika, tampak Ruben tersenyum penuh arti mendengar perkataan Malika


"Anggap saja kau sedang menangkan diri dengan begitu Arthur pasti akan mudah untuk menemukan mu tapi jika di tempat lain dia pasti akan menggangu mu dan bisa saja dia mengubah pendirian mu." ucap Ruben, "sebaiknya aku tidak tinggal di villa mu jika aku sampai tinggal di villa mu dan seseorang mengetahuinya pasti mereka akan berpikir bahwa aku yang pergi meninggalkan Arthur karena berselingkuh denganmu sebaiknya aku ke kediaman kakakku saja kebetulan dia memiliki kediaman di kota D ini, atau jangan kekediaman kakakku sebaiknya kita ke hotel milik ku." ucap Malika


"Benarkah jadi Di mana alamat rumah Kakak mu biar aku membawamu ke sana." ucap Ruben, dalam hati Ruben Dia sangat senang karena jika sampai malaikat kembali ke rumah kakaknya itu akan mempercepat perceraian antara Malika dan Arthur karena dia akan memberitahukan kakaknya apa yang terjadi dengan begitu bisa saja atur akan menjual sahamnya jika nanti terjadi dan dia akan dengan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan, langsung saja ke hotel galaksi." ucap Malika, Ruben hampir saja merem mendadak mobilnya bagaimana tidak hotel galaxy adalah hotel internasional yang sangat berkelas dan hotel itu adalah hotel terbaik di kota D walaupun tak ada yang mengetahui siapa pemiliknya tapi menurut kabar yang beredar memang pemiliknya adalah seorang wanita dan Ruben tak menyangka bahwa pemilik hotel itu adalah Malika wanita yang saat ini duduk di sampingnya betapa bodohnya Arthur menyanyi akan wanita seperti Malika pikir Ruben.


Sementara itu di hotel di mana Sofia dan atur berada tanpa pasangan itu sedang memakai pakaiannya lalu keluar dari hotel bersama-sama setelah kepergian kedua orang tersebut para pegawai hotel yang tadi berjaga langsung ikut pergi dan langsung digantikan, "sayang aktingmu luar biasa saat mengejar Malika untuk saja baju mandi mu itu tak sampai terbuka kalau tidak semua orang pasti akan melihat beda bidang dan itu akan membuatku kesal karena tubuhmu adalah milikku." ucap Sofia


"Biasa saja sayang oh iya Malika akan membawa Ruben ke mana." tanya Arthur, " dia akan membawa ke hotel mewah miliku yang di urus oleh malika semua itu untuk memamerkan harta kekayaannya dengan begitu Ruben akan semakin mencintainya dan semakin tergila-gila padanya." ucap Sofia


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya