
Sementara itu di kediaman Tuan Leo tepatnya di kamar Sofia tampak 3 perempuan tersebut sedang berada di dalam kamar setelah Sheila keluar dari kamar mandi tampak Sofia langsung masuk ke kamar mandi tampak Dinda dan Sheila menunggu Sofia yang berada di kamar mandi dengan harap-harap cemas
"Astaga kenapa dia lama sekali keluar membuat kita semakin tegang saja di sini ini kan sudah lewat dari 30 menit saya harusnya dia sudah keluar dari 15 menit yang lalu." ucap Dinda
Sementara itu di dalam kamar mandi tampak Sofia mencoba semua tespek yang dibelikan oleh Dinda setelah melihat semua hasilnya tampak Sofia, Sofia menghembuskan nafasnya kasar lalu mengambil satu saja tespek lalu yang lainnya dia buang ke tong sampah tampak Sofia keluar dari kamar mandi disambut langsung oleh Dinda dan Sheila
"Jadi bagaimana hasilnya apakah kau benar-benar hamil seperti yang kau duga." tanya Dinda, Sofyan hanya mengangguk lemas lalu berjalan ke dekat lagi menyimpan tespek tersebut kemudian duduk di ranjang sementara Dinda dan Sheila tampak sangat bergembira atas kabar tersebut mereka berdua berpelukan seolah-olah kabar itu adalah kabar yang sangat menggembirakan mereka tidak menyadari bahwa masalah tentang Arthur belum selesai keduanya tampak terdiam saat mengingat apa yang terjadi lalu keduanya berjalan mendekati Sofia yang duduk di ranjang
"Aku berpikir ini adalah kabar baik siapa tahu saja jika sampai ayahmu tahu bahwa kau sedang mengandung cucunya dia akan merestui mu dengan Arthur." ucap Dinda, aku sependapat dengan Dinda Sofia lagi pula biar bagaimanapun yang ke kandung ini adalah cucunya anakmu tidak mungkin dia tak menerima cucunya sendiri." ucap Sheila
"Entahlah aku tidak tahu harus memulai dari mana semua ini aku akan berbicara terlebih dahulu dengan ibu setelah itu baru setelah aku mendengar pendapat ibuku, barulah aku memutuskan apa yang harus aku lakukan sesuatu." ucap Sofia
"Bukankah ada baiknya kau memeriksakan kandunganmu ke rumah sakit apakah kau tahu sudah berapa bulan kau tidak datang bulan." tanya Dinda, aku juga lupa sejak kapan aku tidak datang bulan karena aku selalu terlalu sibuk akhirnya aku tidak terlalu memperhatikan tentang jadwal datang bulanku." ucap Sofia
"Kau ini bisa-bisanya kau menjadi seorang dokter tapi tak menjaga kesehatanmu bukankah mengetahui jadwal datang bulan itu sangat penting sehingga kita bisa mengetahui apakah kondisi kita normal apa tidak." ucap Shella, "apakah kau menginginkan sesuatu atau kau ingin makan sesuatu." tanya Dinda
"Aku tak selera makan dan tak menginginkan apapun aku hanya ingin berbaring untuk beristirahat." ucap Sofia, baiklah kami akan menemanimu untuk beristirahat di sini kebetulan kami membawa baju ganti untuk menginap di sini." ucap Dinda
"Aku akan pergi ke luar ingat kau jangan pernah keluar dari kamar ini aku akan datang saat siang untuk menjemputmu kita akan kembali ke kediamanku aku tahu kau tidak tidur kau jangan berpura-pura lagi." ucap pria tersebut lalu keluar dari kamar hotel berjalan menuju ke mobilnya tampak mobilnya kini sudah melaju keluar dari parkiran hotel, sementara itu wanita yang berada di dalam kamar tampak berusaha membuka matanya dengan tangisan dia tak menyangka bahwa hidupnya akan saya menderita ini semalam dia diperlakukan seperti binatang bahkan bekas ikatan di kaki dan tangannya terlihat jelas di kulit putihnya seluruh badannya terasa sakit bahkan di area sangat nyeri bahkan saat ini dia tidak bisa bergerak untuk pergi kemana-mana karena begitu dia bergerak area intinya seperti terluka parah sementara tubuhnya sangat lemah wanita itu hanya bisa menangis
Sementara Kikan yang berada di kamarnya tampak sedang memikirkan sesuatu dia harus bisa membuat suaminya merestui pernikahan Arthur dan Sofia, sementara itu Kevin yang sudah beberapa hari tiba di kota D tampak belum bisa ke perusahaan dia masih saja berada di apartemennya dia masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan akhirnya Kevin memutuskan akan pergi ke perusahaan seperti pesan Arthur padanya tanpa Kevin sudah membersihkan tubuhnya dan berpakaian rapi
kini Kevin sudah masuk ke perusahaan semua orang tampak melihat Kevin dengan pandangan yang sudah diartikan karena sudah hampir satu minggu ini Arthur tidak muncul di perusahaan sementara Kevin baru saja muncul tapi tidak dengan Arthur, Kevin mengetahui tatapan mereka tapi dia berusaha tenang dia tak ingin ada orang yang mengetahui bahwa saat ini dia tidak mengetahui di mana keberadaan bosnya tersebut tapi dia percaya pada Abraham dan Nona Sofia
Sementara Ruben juga baru saja masuk ke perusahaan dengan jabatan sebagai wakil direktur menggantikan sang ayah mertua membuat Kevin sedikit bingung kenapa tiba-tiba Ruben menjadi wakil direktur tapi setelah dia berbicara dengan sekretaris Kevin akhirnya dia mengerti apa yang terjadi Kevin sangat terkejut bahwa Ruben telah menikah dengan Neni bukannya Ruben sangat membenci Justin karena Justin sudah membawa lari uang miliknya tapi Kevin tak ingin banyak berpikir dia hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya yang selama satu minggu ini sudah ditinggalkan tanpa beberapa orang yang mempunyai urusan langsung dengan Arthur menanyakan di mana keberadaan Arthur kepada Kevin tapi Kevin berkata bahwa Arthur sedang menjalani pengobatan sehingga Arthur belum bisa masuk ke perusahaan
Sementara itu di kediaman tuan Leo tepatnya di ruang tamu tampak pasangan paruh baya itu sedang berdiskusi tentang persoalan rumah tangga sang putra "aku bingung dengan Stuart apakah dia tidak ingin melihat putrinya bahagia kau tau saat aku melihat Sofia menangis di pelukanmu aku yakin bahwa Sofia sangat mencintai pria itu." ucap sang istri
"Aku juga berpikir hal yang sama apalagi Sofia jarang sekali tertarik pada seseorang seharusnya Stuart itu harus bersyukur Sofia menemukan pria yang dia cintai apalagi pria itu adalah suami Sofia sendiri walaupun saat mereka menikah Sofia kehilangan ingatannya." ucap tuan Leo .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya