
Semua orang menatap ke arah Anisa Dengan pandangan berbeda-beda, Bima dengan pandangan was-was, mama Nadia dengan pandangan bahagia, Steven dengan pandangan bingung sementara Abraham terlihat santai
"Benarkah sayang apa kau mual saat melihat hal yang lain selain sambal." tanya mama Nadia dengan bersemangat
Tapi Anisa Langsung bangkit dan berlari mencari wastafel saat Asisten Steven datang mendekat kearah meja makan, hal tersebut membuat Nadia langsung sumringah dan menyusul Anisa sementara Bima langsung lesu saat melihat hal tersebut
"Aku sudah kenyang aku akan ke ruang kerja ." ucap Bima dengan lesu tanpa ekspresi
"Ada apa dengan ayah apakah dia sedang sakit." tanya Steven
"Entalah mungkin ayah sedang ada Masalah atau sedang ngambek biasanya seperti itu." ucap Abraham
"Selamat pagi tuan." ucap Dion," oh Dion kau sudah datang ayo sarapan bersama ajak Steven, " terimakasih tuan aku sudah sarapan." ucap Dion
Baiklah kalau begitu tunggulah aku di ruang tamu sambil minum air panas dan makan cemilan." ucap Steven, Doni menunduk hormat setelah itu bertegur sapa dengan Abraham kemudian menuju ruang tamu
Sementara Anisa tampak memuntahkan semua isi perutnya membuat Nadia langsung menyapu punggung Nadia dengan tangannya dan memberikan air untuk kumur-kumur Setelah itu mengambil air hangat untuk di minum oleh anisa
"Bagaimana perasaanmu Apakah sudah merasa lebih baik kenapa kau sampai mau lagi Bukankah sambil tersebut sudah Ibu singkirkan." tanya mama Nadia
"Entahlah aku mencium bau parfum tiba-tiba aku merasa mual parfumnya sangat tidak enak dicium." ucap Anisa
"Yes akhirnya keinginanku sudah terkabul, terimakasih sayang pasti suami dan mertuamu sangat bahagia jika mengetahui hal ini tapi sebaiknya kita melakukan tes besok pagi, hari ini kau tak perlu ke perusahan." ucap mama Nadia
"Anisa mentap mamanya dengan bingung apa maksudnya mama melarangku ke perusahaan aku tidak sakit aku baik-baik saja." ucap Anisa, tapi sesaat kemudian tiba Anisa pingsan membuat mama Nadia langsung berteriak memanggil Steven karena tak kuat menahan tubuh Anisa
Tampak Steven sangat terkejut saat ibu mertuanya mengambil memanggil namanya kontak saja Steven langsung bangkit dan berlari ke arah dapur di mana wastafel berada, saat sampai di tempat tersebut berlari menahan tubuh istrinya yang tampak tak berdaya, saat ada yang menahan tubuh Anisa Steven langsung mengangkat tubuh Anisa dan membawanya ke dalam kamar diikuti oleh mama Nadia
"Apa yang terjadi mama Kenapa Anisa bisa pingsan." tanya Steven saat mereka sudah berada di dalam kamar Milik Steven dan Nadia
"Sebaiknya Mama hubungi dokter dulu nanti dia akan menjelaskan setelah memeriksa keadaan Anisa." ucap nama Nadia lalu menghubungi dokter kandungan yang dia kenal
Sementara Abraham setelah sarapan nampak menuju kamar Steven dia juga penasaran apa yang terjadi pada Anisa sampai pingsan Sementara itu di dalam ruang kerjanya Bima tampak sangat frustasi karena dia yakin Anisa saat ini sedang mengandung itu berarti harapannya untuk memisahkan Anisa dan Steven akan semakin menipis Bima menghembuskan nafasnya kasar lalu berpikir tentang Lita yang dia sudah bayar untuk menggoda Steven Bagaimana jika Steven tergoda dan anaknya menjadi janda dengan seorang anak
"Tapi Tuan Apakah ini tidak terlalu berbahaya untuk Nona Sofia." tanya Mr D, "Apa maksudmu berbahaya dia harus melakukannya sebagai pemimpin mafia dia harus terbiasa menjalani, dan dia harus bisa menjaga dirinya sendiri di Medan perang yang tak mengenal pria, wanita dan anak-anak, karena pada dasarnya jika suatu saat dia berjuang di antara hidup dan mati dia bisa belajar dari pengalamannya, dan kita tak selamanya melindunginya jadi biarkan dia sendiri bertarung hingga nyawa terakhirnya,jika dia lolos,dia akan dihargai oleh orang dunia bawa tanah Sofia harus bisa menjadi salah satu ketua di dunia bawah tanah dan aku memberinya waktu satu bulan." ucap stuart
"Baik tuan Aku mengerti." ucap Mr D tak berani lagi protes dengan apa yang dikatakan oleh stuart
Tampak Sofia yang baru saja pulang bekerja, Sofia melihat Mr D yang baru saja keluar dari ruang kerja sang ayah, "Kenapa wajah paman D terlihat tampak cemas Apakah ada sesuatu." ucap Sofia, sambil terus melangkah menuju kamarnya dia ingin membersihkan tubuhnya lalu makan
Sementara itu di pulau yang terpencil tampak sepasang suami istri sedang kesal karena tak ada bahan makanan yang tersisa,"Sayang Apa yang harus kita lakukan apakah Kakak mu itu sudah gila dia tak mengirimkan bahan makanan apapun pada kita tidak mungkin kita akan pergi berkebun dan menangkap ikan, Kalau memang dia ingin membunuh kita kenapa tidak langsung melakukannya." ucap sang suami
"Entahlah sayang aku juga Sedang berpikir mana Aku sangat lapar, sehingga otak ku tidak berfungsi dengan baik, sebaiknya ayo kita pergi mencari sesuatu di luar." ucap sang istri,ke dua pasangan laknat tersebut langsung keluar untuk mencari makna tampak kebun buah yang tak jauh dari villa mereka, "wah buahnya banayak sekali ." ucap sang istri
"Kau benar sayang tapi aku akan mengambil untuk kita makan." ucap sang suami lalu mengambil buah yang dia inginkan setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan mereka langsung makan karena merasa lapar
Sementara di sebuah markas tampak Mr D sedang duduk di kursi kebesarannya sambil memikirkan sesuatu, tak berselang lama sebuah ketukan membuta Mr D melihat ke arah pintu tampak dua orang pria masuk ke dalam
"Selamat sore tuan." ucap ke dua pria tersebut, Mr D menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap ke dua orang tersebut
"Aku mempunyai tugas untuk kalian berdua tapi aku tak ingin Tuan stuart tak mengetahuinya." ucap Mr D
"Ke dua pengawal tersebut tampak saling memandang lalu menatap ke arah Mr D, silakan katakan saja kami akan berusaha tidak terlihat bahkan tak mungkin bisa ditemukan oleh siapapun." ucap kedua pengawal tersebut
"Aku ingin saat Sofia turun ke dunia bawah tanah tempat di mana para penjahat berada kalian harus selalu mengawasinya jika memang dia membutuhkan pertolongan di titik yang dia tak bisa lagi berbuat apa-apa baru kalian menolongnya tapi ingat awasi dia dengan baik." ucap Mr. D
"Baik Tuan akan kami laksanakan." ucap kedua pengawal tersebut Lalu kedua keluar dari ruangan Mr. D
Mr D menghembuskan nafasnya lega lalu melihat sebuah foto di mana dirinya dan Sofia saat Sofia masih kecil "aku menganggap sebagai putriku aku akan melindungimu sampai kapanpun." ucap Mr D
Sementara sementara stuart yang berada di ruang kerjanya tampak tersenyum sinis "Aku tahu Kau pasti tak akan tega padanya kau bahkan bisa mengorbankan dirimu hanya demi dirinya." ucap Stuart .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya