
setelah kepergian asistennya Carla bangkit dan melihat wajahnya di cermin tampak wajahnya semakin tirus saja dan tubuhnya sangat kurus "Aku pastikan akan membuat kembali ke dalam pelukan jika tidak bisa dengan wajah ini maka aku akan berubah menjadi wajah yang lain." ucap Carla sambil tersenyum sinis melihat ke arah cermin
sementara Steven yang berada di ruangannya tampak terus memikirkan istrinya apalagi ini kehamilan pertama istrinya tapi dia yakin ibu mertua dan ayah mertuanya pasti selalu menjaga istrinya dengan baik
"Tuan apa Tuan tidak merasa curiga Nona Carla tampaknya tak ada reaksi apapun selama satu minggu ini seolah-olah dia menghilang." ucap Doni
Steven tampak berpikir kemudian melihat ke arah Doni "coba kau cek apa yang terjadi pada Carla Aku takutnya dia melakukan sesuatu dengan niat tertentu." ucap Steven
baik Tuan akan aku segera laksanakan ucap Doni lalu keluar dari ruangan Steven sementara Steven tampak kembali melakukan kegiatannya dengan laptop miliknya
Sementara itu di kediaman tuan baroto tampak sarapan pagi tengah dilakukan oleh keluarga tersebut, wajah Alisa tampak berbeda setelah kejadian tadi pagi perubahan sikap Daren padanya membuat Alisa sedikit bingung apalagi Daren terlihat sangat kasar dan tak peduli padanya
baruto melihat wajah putrinya yang tampak sedih tapi baroto tak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga antara Alisa dan Daren sementara Aron Tampak santai tak ada raut wajah penyesalan
sementara Aron hanya diam melihat situasi yang ada setelah selesai sarapan bangkit selalu meminta izin pada tuan baruto untuk bekerja Daren pun melakukan hal yang sama, stelah itu Daren mencium pipi Alisa lalu pergi
Tuan baroto bangkit dari meja makan lalu pergi meninggalkan Alisa yang tampak masih duduk di meja makan untuk menghabiskan sisa makanannya, setelah selesai makan Alisa langsung masuk ke kamarnya Dia sedikit merenung dengan apa yang terjadi pada Daren
sementara Daren yang sudah kembali ke perusahaan miliknya tampak duduk di kursi kebesarannya sang asisten sudah berada di hadapan menyerahkan sesuatu kepada Daren "Apa kau yakin ini racun yang tak akan bisa dilacak tak berbau dan tak bisa dideteksi, "Saya yakin tuan racun ini adalah racun yang sangat langka." ucap asisten Daren
"Aku ingin kau menyiapkan seorang dokter bedah plastik khusus untukku." ucap Daren, asisten yang tampak melihat ke arah alur dengan bingung tetapi dia tetap mengangguk setuju mendengar perintah
sementara itu di markas mr D tempatnya di ruang kesehatan tampak Sofia yang Sudah mulai sadar dari tidurnya tampak Sofia membuka matanya "air ucap Sofia Mr D yang berada di ruangan tersebut mendengar perkataan Sofia buru-buru memberikan air kepada Sofia tapak Sofia langsung meminum air tersebut hingga tandas, sepertinya Sofia selain kelelahan dia juga kehausan
"syukurlah kau baik-baik saja Paman sangat khawatir begitupun ayahmu dari semalam Ayah mu tak tidur karena memikirkan keadaan mu , besok kau akan turun ke dunia bawah tanah Paman harap kau bisa menjaga dirimu dengan baik untuk hari ini istirahatlah besok pagi kau bisa ke sana." ucap Mr D
"aku mengerti paman aku juga bersyukur bisa selamat Tapi semua ini berkat latihan dari paman dan ayah, terima kasih Paman sudah melihat pelatihku dengan sangat baik walaupun aku merasa Paman ingin membunuhku dengan berbagai latihan keras itu Tapi saat aku berada di bawah jurang selama beberapa hari aku baru mengerti semua yang paman dan ayah lakukan hanya untuk membuat aku bisa bertahan hidup dimanapun." ucap Sofia
Mr D tampak terdiam dia tak menoleh ke arah Sofia tapi langsung berjalan keluar dari ruang perawatan dengan mata memerah karena bahagia mendapatkan ucapan terima kasih dari Sofia atas semua yang sudah dia lakukan tadi memang sengaja melati keras Sofia agar dia bisa melindungi dirinya dari berbagai macam serangan
setelah kepergian misteri tampak Sofia melihat makanan yang sudah disiapkan di meja samping tempat tidurnya Sofia mengambil makanan tersebut Lalu memakannya dengan lahap sementara Mr D tampak mengintip dari luar melihat Sofia makan dengan lahap membuat Mr D tersenyum "terima kasih Putri paman yang cantik Sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat kuat cantik dan cerdas." ucap Mr D setelah itu dia pergi
di sebuah perusahaan tepatnya di ruangan direktur perusahaan tanpa harus sedang mengatur siasat untuk melakukan sesuatu setelah memikirkan apa yang ingin dilakukan Daren lantas menelepon sang istri Alisa "halo sayang aku ingin mengajakmu makan siang dan meminta maaf atas semua yang telah aku lakukan tadi pagi itu karena aku memiliki masalah pekerjaan yang membuat aku sangat frustasi sehingga aku melakukan hal yang membuatmu sedih maafkan aku ucap Daren lewat sambungan telepon
Sementara itu di kediaman Tuan baroto tepatnya di kamar Alisa tanpa Alisa yang masih melamun tentang sifat Daren padanya Alisa terkejut saat ponselnya berdering tampak panggilan telepon dari Daren Alisa langsung mengangkat telepon tersebut dia sangat terkejut, saat Daren langsung meminta maaf dan mengajaknya makan siang Alisa langsung tersenyum sumringah karena sifat Daren yang dulu sudah kembali seperti sedia kala membuatnya Tak Lagi berpikir macam-macam tentang Daren
"sepertinya aku yang terlalu berpikir banyak tentang Daren Aku yakin dia mencintaiku itulah mengapa dia merasa bersalah dan baru menghubungiku." ucap Alisa baru percaya diri
tampak terasa hari Sudah siang Alisa keluar dari rumah menuju ke restoran di mana Daren berada tampak Daren yang sudah menunggu Alisa di ruang VIP di dalam restoran, "hai Sayang kok terlihat sangat cantik siang ini maafkan aku sayang" ucap lalu mengecup pipi Alisa
kini Daren dan Alisa sudah duduk saling berhadapan tanpa beberapa menu yang sudah dipesan oleh Daren semua adalah makanan kesukaan Alicia Ayo makan sayang ucap Daren lalu mereka pun makan bersama setelah makan Aron tampak tersenyum lalu memegang tangan Alisa "Sayang aku sudah membeli villa mewah Aku ingin mengajak kau ayah dan Aron untuk berlibur di sana beberapa hari anggaplah itu sebagai permintaan maafku dan acara penyambutan untuk Aron dariku jadi aku ingin kau mengajak Ayah dan dari agar kita bisa secepatnya pergi ke sana." ucap Daren
Alisa tampak antusias mendengar Daren sudah membeli villa tersebut yang pernah mereka lihat di media sosial saat villa itu dijual "Benarkah sayang pasti di sana sangat sejuk Baiklah aku akan mengatakan pada ayah agar dia berbicara dengan Aron besok atau lusa kita bisa pergi ke villa tersebut." ucap Alisa.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya