
"Maaf Tuan ada satu hal lagi usia kandungan nona sila baru 2 bulan dan ini adalah informasi yang baru saja aku dapat dari dokter kandungan pribadi nona sila jadi saat dia bersama dengan Tuan Smith dia sama sekali tidak hamil dan saat meminta untuk membelikan sesuatu yang katanya adalah keinginan sang bayi itu tidak benar sementara dokter yang memeriksanya saat dia dinyatakan hamil adalah dokter yang dibayar ucap Rendra
"Apa maksudmu jadi wanita laknat dan licik itu telah menyusun berbagai macam hal untuk menipu kakakku dan berujung membunuhnya dengan cara membuatnya kecelakaan sungguh wanita iblis aku tak akan pernah mengampuninya akan ku pastikan dia dan Edi mendapatkan hukuman yang tertimpa dariku." ucap Arthur
Tuan ada informasi penting lainnya dan aku baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu sepertinya Edi menjadi salah satu orang yang bekerja sama dalam dunia mafia sepertinya harta kakak anda membuatnya bisa melakukan usaha di pasar gelap dengan bergabung di salah satu organisasi mafia yang Cukup di takuti apalagi ternyata pemimpin organisasi tersebut adalah pamannya yang baru bertemu Edi saat Edi tinggal bersama sila beberapa Minggu setelah kematian Smith, sepertinya kakek Anda juga sedang melakukan sesuatu." ucap Rendra
"Aku tak peduli siapa Edi dan siapa yang ada di belakangnya aku akan membuat dia mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan semua apa yang dia lakukan pada kakakku, aku yakin kakak belum bertindak karena memikirkan aku yang lumpuh saat itu apalagi dia pikir anak yang ada di kandungan sila adalah anak dari Smit membuat kakek tak bisa melakukan apapun tapi kini aku sudah tahu bahwa tidak pernah hamil anak Smith."ucap Arthur bertekad
"Alangkah baiknya sebelum tuan bertindak sebaiknya Tuan mendiskusikannya kepada kakek Tuan agar dia tahu apa yang sebenarnya terjadi dan dia bisa memberikan tuan beberapa masukan yang mungkin baik untuk rencana Tuan kedepannya." ucap Rendra
"Baiklah aku mengerti maksudmu aku ingin kau tetap bersamaku dan mengawasi orang-orang di sekitarku aku yakin James dan juga adiknya kurang setuju dengan pembagian warisan yang dilakukan oleh kakek mereka apalagi aku mendapatkan 50% saham perusahaan raksa dan rumah serta beberapa aset berharga." ucap Arthur
"Tuan tenang saja aku akan melakukan yang terbaik untuk menjaga keamanan tuan dan mengawasi mereka agar kita tahu apa yang mereka inginkan." ucap Rendra
"Baiklah sekarang kau pergilah beristirahat besok pagi kau pergilah ke rumah kakek raksa dan temui paman dan katakan padanya bahwa kau ingin mengetahui beberapa informasi tentang perusahaan, sebelum aku diperkenalkan menjadi pimpinan perusahaan, karena aku yakin ada beberapa informasi yang belum aku ketahui dan hanya diketahui oleh orang dalam perusahaan." ucap Arthur
"Baiklah aku mengerti Tuan." ucap Rendra lalu bangkit dan keluar dari kamar Arthur, sementara Arthur setelah kepergian Rendra tampak melihat berkas-berkas yang ditinggalkan oleh Rendra untuknya dan beberapa flash disk
Sementara itu Steve yang sudah tiba di kediamannya tampak Steven
Frustasi bagaimana tidak Anisa langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah kecutnya tanpa menunggu sang suami membukakan pintu walaupun dia kesusahan saat keluar dengan perut besarnya tapi dengan tekadnya dia bisa keluar sendiri dari mobil dan berjalan menuju kamarnya tanpa menoleh ke belakang ke arah Steven sementara Nadia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat putrinya yang sedang ngambek karena cemburu kepada suaminya sementara Steven cepat-cepat keluar dari mobil setelah mengambil beberapa barang miliknya yang berada dalam mobil lalu mengejar sang istri yang sudah duluan masuk ke dalam kamar dan menguncinya
"Sudah nggak usah masuk ke dalam kamar pergi saja ke dokter Tiara mana pakai acara tetap tatapan lagi pegangan tangan lama pula." ucap Anisa
Suara mobil dari pekarangan mengalihkan perhatian Steven "aduh sial mertua laknat sudah kembali dia pasti akan menjadi duri dalam daging aku pasti akan tidur di luar jika cepat-cepat tak merayu Anisa kalau sampai dia masuk ke dalam rumah otomatis romantis aku akan dicuekin dan disuruh tidur di ruang keluarga." ucap Steven
"Sayang begini saja biarkan aku masuk ke dalam kamar terlebih dahulu setelah itu kau boleh melakukan apapun padaku Dan apapun yang kau inginkan maka akan aku penuhi semuanya apapun itu." ucap Steven
"Benarkah kakak akan melakukan apapun untukku dan memenuhi semua apa yang aku inginkan apakah kakak yakin termasuk membiarkan aku berjalan-jalan dengan Dinda dan yang lain tanpa pengawasan kakak." tanya Dinda
"Nanti kita bicarakan di dalam kamar sekarang bukalah pintunya cepat aku ingin masuk dan mengatakan sesuatu yang penting sekarang buka pintunya sayang." ucap Steven
"Tidak aku takkan membuka pintu itu sebelum kakak mengatakan iya karena kakak selalu menipuku Dengan mengatakan akan selalu menyetujui apa yang aku inginkan ternyata kakak hanya mengatakan itu di hadapanku setelah beberapa menit Kakak akan seolah-olah lupa dengan janji kakak." ucap anisa
"Aduh kenapa perasaanku tidak enak ya ada hawa yang tidak baik sepertinya di belakangku." ucap Steven tanpa sadar, "kau pikir aku setan dasar menantu laknat sayang dengarkan ayah mana ada laki-laki yang mau mengakui bahwa dia bersalah tidak ada, jika suami memang bersalah tiap pantas dihukum jika kaum muda memaafkannya maka dia akan terus melakukan kesalahan yang sama." ucap Bima sambil tersenyum puas melihat ke arah Steven
"Ayah kau sudah pulang ayah ayah aku ingin memelukmu, tapi aku tak ingin kak Steven masuk ke dalam kamar aku hanya ingin ayah saja yang masuk." ucap Anisa sambil membuka pintu membuat Bima langsung menyingkirkan Steven yang berada di depan pintu lalu masuk ke dalam kamar Anisa membuat Steven hanya bisa terpaku di depan pintu saat pintu kembali ditutup oleh Bima dengan senyum kepuasan
Steven langsung terduduk di depan pintu dengan lemas jika sudah ayah mertuanya yang masuk ke dalam kamar dijamin Dia takkan bisa masuk ke dalam kamar sampai sang istri yang akan mencarinya untuk memanggilnya masuk ke dalam kamar oh Tuhan sungguh cobaan yang berat mempunyai mertua yang menganggapnya sebagai saingan akan cinta istrinya, sebaiknya aku ke dapur untuk mengambil minuman sepertinya malam ini aku harus berjuang lebih keras saat berselang lama ponsel Steven berdering tampak panggilan dari Tiara membuat Steven menautkan alisnya karena sudah hampir satu tahun Tiara tak pernah menghubunginya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya