
Sementara itu di sebuah pulau tempat lab Edi berada setelah beberapa jam menunggu akhirnya pintu lab tersebut terbuka, tampak di dalam gelap gulita tak ada cahaya sedikitpun dengan cepat para bawahan mencari saklar listrik setelah beberapa menit tampak lampu Lab menyala Stuart dan Mr D langsung masuk ke dalam lab tersebut tampak di dalam lab penuh dengan debu sepertinya lab itu ditinggalkan begitu saja dan itu sudah lama
"Kalian semua periksa setiap ruangan yang ada di lab ini dan cari petunjuk yang bisa kalian temukan sementara yang lain pergilah keluar bawa alat pemindai untuk melihat apakah ada sesuatu di bawah tanah mungkin saja ada sesuatu yang disembunyikan atau di tanam di bawah tanah." ucap Stuart , setelah mendengar perintah dari Stuart beberapa orang bawahannya tampak membagi dua kelompok yang satu di dalam lab yang satunya di luar lab sementara Stuart dan Mr D tampak mengelilingi setiap sudut lab tersebut, tampak Stuart yang memeriksa kamar milik Edi bingung karena di kamar tersebut banyak sekali foto Edi dan keluarga kecilnya tapi tak ada foto anaknya saat dewasa bukankah seharusnya anaknya saat ini sudah berumur 20 tahun tapi di dalam ruangan itu hanya foto anaknya saat berusia 10 tahun selebihnya tidak hanya fotonya dan seorang pria yang tampak sedang berfoto di dalam lab apalagi setelah mengelilingi kamar milik Edi terlihat jelas bahwa barang-barang Edi masih ada pada tempatnya bahkan barang-barang berharganya pun masih ada setelah melihat kamar Edi kemudian keluar lalu beralih ke sebuah kamar yang di pintunya tampak sebuah pesawat yang tergantung sepertinya kamar itu adalah kamar milik putra tampak Stuart membuka kamar tersebut
Stuart yang baru saja masuk ke kamar tersebut langsung menutup hidungnya debunya lebih banyak daripada gambar milik Edi apalagi jendelanya tertutup rapat dan kamar itu sangat gelap kuat berusaha mencari tombol lampu begitu menemukan tombol tersebut Stuart menyalakan lampu tampak kamar itu terlihat berantakan seolah-olah ada yang sedang mengamuk sebelum meninggalkan kamar tersebut tapi yang menarik perhatian sentuhan adalah ada ceceran darah di ruangan tersebut walaupun sudah lama dan sudah sangat kering tapi Stuart yakin itu adalah ceceran darah setelah melihat kamar tersebut itu artinya kemudian keluar dari ruangan lalu memanggil Mr D kirim ke tugas lapangan kemari untuk memeriksa semua detail yang ditinggalkan oleh Kak Edi sepertinya aku menemukan beberapa bercak darah di ruangan kamar milik anak kakak Edi dan coba cari siapa tahu saja ada CCTV tersembunyi di sini aku akan kembali dulu untuk memastikan sesuatu." ucap Stuart lalu berjalan keluar dari lab tersebut meninggalkan Mr D dan para bawahannya untuk mencari tahu apa yang terjadi di lab tersebut
Sementara itu di sebuah hotel tampan Sofia dan Arthur sudah menggunakan baju mandi hotel sambil menonton sebuah siaran TV sementara itu di tempat lain tampak Malika sedang berada di dalam mobilnya malaikat lalu mengambil ponselnya sementara itu Ruben yang ada di kediamannya tepatnya di ruang kerjanya tampak terkejut saat melihat nomor yang menghubunginya itu adalah nomor milik Malika yang sudah dihubungi berkali-kali tapi malaikat tak pernah meresponnya sama sekali tapi kali ini Mari kita sendiri yang menghubunginya dengan senyuman sejuta watt Ruben pun mengangkat panggilan telepon tersebut
"Halo sayang akhirnya kau mau menghubungiku aku tahu kau pasti sangat mencintaiku begitupun Hanya diriku sangat mencintaimu itulah mengapa kau menghubungiku." ucap Ruben, tapi Ruben hanya bisa mendengar isak tangis dari Malika membuat Ruben sedikit panik "sayang apa yang terjadi mengapa kau menangis seperti itu tenanglah sayang coba katakan kau sekarang di mana aku akan datang menemuimu katakan padaku apa yang terjadi sayang kau di mana." ucap Ruben, tiba-tiba seorang pelayan mengetuk pintu lalu masuk setelah dipersilahkan oleh Ruben "maaf Tuan ada seorang wanita cantik di luar sepertinya wanita itu adalah tamu yang pernah datang kemari saat makan malam saat aku menghampirinya untuk membawanya masuk dia tidak mau Dan juga dia tidak ingin turun dari mobilnya dan dia hanya menangis saja." ucap pelayan tersebut
Ruben sontak bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dia yakin bahwa yang dimaksud pelayan di kediamannya tersebut adalah Malika wanita yang sedang dia telepon saat ini Ruben langsung berlari benar saja Ruben melihat Malika yang duduk-duduk di kursi pengemudi tampak sedang menangis tersedu-sedu Ruben langsung masuk ke dalam mobil tersebut "ada apa mengapa kau menangis seperti ini coba ceritakan padaku aku mohon berhentilah menangis bila kau menangis seperti ini aku akan sedih aku tak akan mengerti apa kau katakan." ucap Ruben
"Aku yakin dia berselingkuh di belakangku aku mohon kau ikutlah denganku untuk menghangatkan bahasa mereka aku tidak tahu harus meminta kepada siapa lagi tentang persoalan ini aku tidak ingin keluargaku mengetahui tentang apa yang dilakukan oleh Arthur." ucap Malika, Ruben tampak memeluk Malika dengan erat "sabar aku merasa sangat menyesal apa yang telah dilakukan oleh Arthur kepadamu tapi percayalah kepadaku aku adalah pria setia jika nanti kau bersamaku aku bersumpah tak akan pernah berselingkuh dengan wanita manapun aku hanya akan mencintaimu saja." ucap Ruben
"Terima kasih kau seperti cahaya di dalam hidupku setelah Arthur meniup cahaya tersebut hingga mati sebaiknya kita segera pergi ke hotel aku yakin pasti mereka sedang berperan saat ini." ucap Malika, baiklah kita akan ke hotel tapi biar aku saja yang membawa mobil ini aku tahu kondisimu sedang tidak baik-baik saja untuk mengemudi jadi biar aku saja mengemudi ucap Ruben lalu mengambil alih setir kemudian mulai melajukan kendaraannya menuju sebuah hotel
Tak berselang beberapa menit tampak mobil yang ditumpangi oleh Ruben dan Malika sudah terparkir sempurna di depan hotel tersebut tampak keduanya masuk, Malika langsung singgah ke resepsionis untuk menanyakan nomor kamar milik Arthur tapi sang resepsionis bersama menyembunyikan hal tersebut membuat Ruben sedikit kesal, , "bagaimana bisa kalian tak bisa memberikan informasi kamar milik Tuan Arthur aku adalah istrinya." ucap Malika, maaf Nyonya itu adalah peraturan dari hotel ini kami tidak bisa memberikan informasi tentang tamu yang menginap di hotel ini walaupun dia adalah kelapa terdekatnya jika tak ada konfirmasi dari pihak yang menginap di hotel." ucap resepsionis .
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya