My Wife My Hero

My Wife My Hero
126.pernikahan Roy dan Ratih



"Benar Tuan itu yang disampaikan bi Ija kepadaku sebelum dia meninggal." ucap Ratih dengan wajah lesu seperti orang habis menangis sedari tadi matanya bengkak dan selalu mengeluarkan air mata, dalam hati Ratih sudah sangat bahagia karena berpikir pasti Arthur akan memilihkan pria terbaik diantara yang terbaik untuknya paling tidak dia bisa menikahi dengan asisten Arthur yang bernama Rendra atau Arthur akan menjaganya seperti adiknya sendiri dan nanti di saat Arthur sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri dia akan membuat Arthur menjadi miliknya semua pemikiran untuk membuat hidupnya lebih baik dan menjadi wanita kaya raya yang memiliki suami tampan sudah berada dalam benak Ratih, pikir Ratih semua mimpinya akan segera terwujud


"Baiklah karena kau sendiri yang mengatakan bahwa ini semua pesan dari bijak yang sudah meninggal Aku akan mengabulkan permintaan bi Ija mumpung di sini ada pak penghulu yang siap untuk menikahkan kau sekarang pergilah ke kamarmu nanti akan ada yang membantumu untuk berhias masalah mempelai prianya kau jangan khawatir aku memilih akan memilihkan pria yang tepat untuk menjadi pasangan." ucap Arthur


Terima kasih Tuan Arthur ucap Ratih lalu pergi menuju kamarnya berpikir bahwa segala mimpinya akan terwujud sementara itu Arthur tampak memanggil Rendra setelah berbisik dengan Rendra atur tampak mengajak sang istri untuk kembali ke kamar setelah para tamu membeli memberi mereka selamat di dalam kamar tampak istri Arthur membuka tudung kepalanya sambil duduk melihat Arthur yang sedang mencari sesuatu apakah wanita tadi yang bernama Ratih keponakan di Ijah tadi mereka berdua ada di kamarku sebelum pernikahan tapi tiba-tiba mereka berdua langsung pergi begitu saja keluar dari kamarku dengan siapa kau akan menikahkan Ratih." tanya Queen


"Aku berencana menikahkannya dengan pengawal paling tampan di Pulau ini jadi kau jangan khawatir dia akan mendapatkan apa yang sesuai dengan yang sudah dia lakukan aku tak mengerti kenapa bisa diijat tiba-tiba meninggal tidak ada angin tidak ada hujan dan siapa meracuninya sungguh hal aneh bagiku." ucap Arthur saat berbicara Arthur yang tadinya membelakangi queen kembali menoleh kepada sang istri, "sayang kau begitu cantik hari ini bahkan tanpa memakai itu semua pun kau terlihat cantik bisakah kau jangan keluar jika aku tak ada di dekatmu atau jika keluar sebaiknya kau memakai penutup wajah agar aku tidak terlalu merasa cemas ada pria yang akan menculik mu ." ucap Arthur


Queen nampak tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Arthur yang dia pikir adalah sebuah lelucon sementara Arthur sangat serius dengan ucapannya "kau ini ada-ada saja mana mungkin ada yang akan menculikku lagi pula apa aku cantik itu sehingga aku harus memakai cadar agar tak ada yang melihatku." ucap Queen


Arthur menghembuskan nafasnya kasar sebenarnya dia tak ingin mengatakan semua ini kepada istrinya tapi melihat tatapan pak penghulu saja yang sangat berbinar saat melihat wajah istrinya membuat Arthur sangat tertekan apalagi dia sadar Dia memiliki banyak kekurangan, "sayang kau tahu kan aku banyak memiliki kekurangan aku menikahimu juga karena keberuntungan karena aku berhasil menyelamatkanmu aku takut jika suatu saat nanti ada yang menginginkanmu dan kau juga mau bersamanya Aku harap jika nanti ingatanmu kembali kau tetap bersedia berada di sisiku menjadi pasanganku seumur hidupku." ucap Arthur


Tampak Queen terdiam walaupun dia amnesia tapi dia tahu bagaimana ketulusan seseorang dari ucapannya walaupun Arthur tak bisa berjalan tapi dia adalah pria yang sangat baik padanya dia bahkan menolongnya, "kau jangan khawatir Aku adalah seseorang selalu menepati janjiku dalam hidupku


" ucap Queen seolah-olah Dia pernah mengatakan hal itu sebelumnya


Tampak Arthur berbalik dan menyeka air matanya dia tak menyangka bahwa wanita yang dia selamatkan bisa mengatakan hal seperti itu padahal Arthur menikahinya dengan cara menipunya, tanpa Arthur menemukan sesuatu yang dia cari lalu ia mendekat ke arah sang istri "bukalah ini adalah pemberian nenekku sebelum dia meninggal dia mewariskannya padaku." ucap Arthur


Tampak Queen mengambil sebuah kotak yang diberikan oleh Arthur kepadanya lalu membukanya tampak sebuah liontin kecil bermata ungu "ini sangat cantik dan indah." ucap Queen


Sementara itu Rendra sedang mengurus jenazah di Ijah yang langsung di bawah ke kediaman Arthur tapi bukan di kediaman utama melainkan di sebuah tempat yang khusus untuk jenazah setelah mengamankan jenazah di Ijah Rendra kemudian memanggil Roy setelah berbicara empat mata dengan Roy, Rendra pun membawa Roy ke sebuah kamar untuk didandani sementara itu Ratih tampak sangat bahagia saat memakai gaun pengantin karena berpikir semua usahanya tidak sia-sia walaupun bibinya meninggal tapi setidaknya itu berguna untuk masa depannya


Kini Arthur sudah kembali ke tempat acara sedangkan istrinya Queen dia tinggalkan di kamar untuk beristirahat tampak Arthur melihat ke arah Rendra dan Roy, tampak tempat ijab kabul sudah tersedia Roy langsung mengambil tempat untuk duduk di hadapan penghulu menunggu kedatangan Ratih tak berselang beberapa menit roti pun datang tanpa melihat siapa pengantin prianya Ratih lantas duduk dengan kepala tertunduk seolah-olah dia masih berduka atas kepergian bi Ijah walaupun dia dalam hatinya Dia sangat senang akan pernikahan ini walaupun dia tak melihat siapa mempelai prianya tapi dia yakin pasti Tuan atur akan memilih pria terbaik untuknya mengingat jasa-jasa bi Ija kepadanya


"Ratih Aku tak ingin kau menyesal atas apa yang sudah aku putuskan jadi apa kau yakin akan menerima dan menyetujui semua yang telah aku putuskan begitupun siapa pengantin pria yang saat ini akan melakukan ijab Kabul untuk menjadikan kau sebagai istrinya." tanya Arthur untuk kesekian kalinya di depan para saksi


Ratih yang masih tertunduk tampak mengangguk "aku menerima semua keputusan yang Tuan ambil ucap Ratih tegas tanpa mempertanyakan." siapa pengantin prianya


"Baiklah pak penghulu silakan menikahkan mereka berdua sesuai dengan apa yang sudah diputuskan." ucap Arthur, " baiklah aku akan langsung melaksanakan pernikahan antara Rasyid bin salam dengan Ratih bagaimana sakti kita akan mulai sekarang baiklah mari kita mulai." ucap pak penghulu


Ratih tetap tenang karena nama mempelai pria adalah Rasyid sementara Ratih tidak tahu bahwa nama Roy adalah panggilan saja sedangkan nama asli Roy adalah Rasyid bin salam, " baiklah saudara Rasyid bin salam saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Ratih binti Zainal dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai." ucap pak penghulu


"Saya terima nikah dan kawin nya saudari Ratih binti Zainal dengan masker win tersebut dibayar tunai." ucap Roy lantang, bagaimana saksi sah.....Saha ...sah, sementara Ratih yang sangat terkejut karena mendengar suara calon suaminya yang sangat mirip dengan Roy membuat Ratih tak bisa berbuat apa-apa karena dia sangat terkejut apalagi kata sah sudah terucap dari mulut penghulu dan para saksi.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya