My Wife My Hero

My Wife My Hero
210. lamaran di terima



"See...see..selamat malam Tuan." ucap raja Arjun yang sedikit terbata-bata jujur dia tak menyangka akan langsung bertemu dengan Stuart yang selama ini hanya bisa didengar namanya jarang ada orang yang berhasil bertemu dengan ketua apalagi setelah dia mengalihkan perusahaan yang dipimpinnya kepada putranya


" Santai saja kita akan segera menjadi keluarga, lihatlah putrimu juga ada di sini apa kau tidak ingin memeluknya." tanya Stuart karena dari tadi setor juga melihat tingkah Emeli yang selalu memperhatikannya dengan Sofia, setelah mendengar perkataan Stuart barulah raja Arjun sadar bahwa ternyata di tempat itu putrinya juga ada


"Emeli kau baik-baik saja nak." tanya raja Arjun tapi masih duduk tepat duduk di samping Stuart


"Aku baik-baik saja Ayah, Ayah apa kabar." karena dia tak pernah berpikir bahwa ayahnya tak mengetahui bahwa selama ini dia tak ada di kerajaan, tanpa kerajaan Arjun bingung atas pertanyaan putrinya bukannya dia baru hilang kemarin kenapa seolah-olah dia bertanya sudah beberapa minggu tidak ketemu sebenarnya aku ingin, "ayah baik-baik saja kau ini sepertinya tak pernah mendengar tentang Ayah sudah beberapa minggu baru saja beberapa hari di kota A kau sudah seperti itu." ucap raja Arjun, mendengar perkataan ayahnya membuat email sedikit bingung pasalnya dia sudah beberapa minggu di kota A dan tak pernah mendengar kabar apapun dari sang ayah tiba-tiba ayahnya berkata seperti itu akhirnya memilih hanya diam saja Saya ingin lanjut perkataan sang ayah


Sementara Stuart sudah berpindah tempat duduk kembali ke tempat duduknya semula tepat di samping putrinya sementara raja Arjun, Samuel dan Emeli tepat di hadapan mereka "permisi tuan Stuart dan Tuan Samuel aku sebenarnya bingung ada apa sehingga Tuan Samuel mengundangku datang kemari apalagi aku langsung ke kediaman pribadi tuan dan bisa bertemu dengan Tuan Stuart." tanya raja Arjun


"Baiklah kita tidak usah berbelit-belit untuk masalah ini aku sebagai ayah dari Samuel ingin melamar Putri Anda Emily untuk dijadikan istri putraku." ucap Stuart


Tampak raja Arjun sangat terkejut matanya melotot bahkan mulutnya tak bisa terbuka karena sangat terkejut mendengar perkataan yang ingin melamar putrinya, " maaf tuan maksud anda anda ingin melamar putri saya Emily untuk dijadikan istri Tuan Samuel." tanya ulang raja Arjun


"Bener raja Arjun tiba-tiba putraku tadi datang bersama putrimu dan dia memintaku untuk merestui hubungan mereka atau dia akan meniduri putri anda malam ini juga dan sekaligus meminta ku untuk melamar putri anda apakah anda bersedia menerima lamaran putraku, karena aku tak ingin putraku melakukan hal-hal yang buruk aku sangat salut padanya karena langsung datang kepadaku untuk meminta Restu." ucap Stuart


Tampak raja Arjun yang terkejut mendengar perkataan Tuan apalagi perkataannya yang merestui hubungan mereka atau Dia akan meniduri putrinya "aku takkan mungkin menolak lamaran tuan tapi aku juga ingin bertanya kepada putriku apakah dia bersedia untuk menikah dengan Tuan Samuel." ucap raja Arjun


"Jadi emeli bagaimana apakah kau mau menikah dengan Samuel kau boleh mengatakan tidak jika memang kau tak ingin menikah aku sendiri yang akan menjamin segalanya bahkan jika memang ada pria lain yang kau inginkan aku bisa membawamu kepadanya, bicaralah agar ayahmu bisa mendengar apa keinginanmu." ucap Stuart , "aku bersedia menikah dengan Kak Samuel." ucap tugas


"Baiklah raja Arjun Anda dengar sendiri bahwa Putri anda bersedia menikah dengan putraku tanpa paksaan apapun jadi pernikahan bisa kita laksanakan secepatnya." ucap Stuart


"Baiklah raja Arjun begini pertama-tama aku meminta maaf atas tindakan putraku yang kurang sopan menjemput anda kemarin untuk melamar Putri anda tapi semua ini dilakukan karena putraku ingin menikah dengan Putri anda malam ini juga di kediaman kami anda tenang saja pernikahan ini hanya pernikahan secara agama dan aku berjanji akan datang ke kerajaan taruna untuk melamar Putri anda secara langsung beberapa hari setelah pernikahan ini berlangsung." ucap kikan


Raja Arjun langsung mengalihkan pandangannya kepada Kikan wanita yang sangat cantik dan menawan di usianya sudah tidak muda lagi membuat Stuart sedikit cemburu, tapi untung saja lagi Arjun langsung melihat ke arah putrinya Sofia yang berbeda wajahnya dengan sang istri tapi sangat mirip wajahnya dengan ayahnya tapi Sofia memang sangat cantik


"Terima kasih nyonya atas pengertiannya aku tak bisa menolak semua kebaikan yang Tuhan dan nyonya sudah berikan bagiku kebahagiaan putriku adalah yang utama jika memang pernikahannya akan dilangsungkan malam ini aku siap menjadi wali nikahnya masalah lamaran aku akan menunggu di kerajaan taruna." ucap raja Arjun


"Baiklah semua sudah sepakat jadi pernikahan ini bisa dilangsungkan malam ini sayang tolong panggil pang penghulu langganan kita biarkan dia yang menikahkan Samuel dan Emeli dan sayang jangan lupa telepon ayah dan ibu oh iya Sofia telepon kakak mu Steven suruh dia kemari, Abraham apakah kau sudah melakukan apa yang ibu suruh sekarang bantu Samuel untuk bersiap-siap dan Sofia bawa calon Kakak iparmu ke kamar agar dia bisa memakai gaun yang sudah ibu siapkan." ucap Kikan


Emeli sedikit terkejut mendengar perkataan calon ibu mertuanya bagaimana tidak ibu mertuanya tidak pernah pindah dari tempat duduknya tapi semua sudah langsung siap, mengambil ponselnya dan menghubungi kedua orang tuanya dan pak penghulu begitupun Sofia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi kakaknya setelah itu Sofia tampak menggandeng tangan kembali untuk masuk ke sebuah kamar sementara itu sampai langsung berdiri dan pergi ke kamarnya bersama dengan Abraham


Samuel dan Abraham sudah tiba di kamar milik Samuel sebuah baju pengantin tampak sudah tergantung sempurna di lemari "apakah ini yang dipesan oleh ibu saat kau dalam perjalanan kemarin." tanya Samuel


"Benar ibu memang memesan itu dia mengirim pesan agar membuka butik dan mengambil sebuah rancangan di salah satu kamar yang merupakan rancangan terbaik dan aku sudah menyuruh anak buahku untuk membawanya ke rumah utama." ucap Abraham


Sementara itu Sofia tampak membawa kembali ke sebuah kamar tampak di dalam kamar tersebut sudah ada beberapa orang wanita yang akan membantu Emily bersiap untuk pernikahannya sedikit terkejut karena semuanya sudah siap padahal mereka baru saja beberapa jam, "ayo kakak ipar mereka akan membuat Kakak ipar jadi cantik seperti ratu malam ini." ucap Sofia.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya