My Wife My Hero

My Wife My Hero
42.ruang perawatan



"Tampak damar tak mengatakan apapun kepada kedua orang tuanya dia takut ibunya akan memarahinya apalagi saat ini dia berada di rumah sakit, "yang melakukan itu seorang wanita yang bernama Sheila dia mengatakan bahwa dia tunangan damar." ucap wanita tersebut mengompori


Ibu damar langsung melihat ke arah damar "kau memang pantas mendapatkan semua itu, Ayah Ayo kita pulang anak ini sudah mempermalukan kita entah apa yang harus kita katakan pada kedua orang tua Sheila." ucap Ibu damar lalu pergi dari ruang perawatan tersebut


Mendengar perkataan ibunya damar langsung menutup matanya Dia terlihat sangat kecewa pada dirinya sendiri Sementara wanita yang ada di sampingnya tampak tersenyum karena merasa akan menang


"Pergi kau dari sini Jangan pernah datang lagi menemuiku." ucap damar, "tapi sayang Bagaimana bisa kau mengatakan itu padaku Aku sangat mencintaimu." ucap wanita tersebut


"Aku katakan yang terakhir kalinya pergi dari sini jangan pernah menyebut lagi Aku tak ingin bertemu denganmu apalagi berusaha denganmu." ucap damar kalau menekan tombol di dekat ranjang miliknya tampak perawat masuk


"Apakah anda baik-baik saja dok ada yang perlu di bantu." tanya perawat tersebut, "suruh perempuan ini keluar dari ruanganku dan jangan biarkan dia masuk lagi." ucap damar


"Maaf Nona sebaiknya anda keluar pasien sepertinya ingin beristirahat." ucap perawat tersebut mengusir secara halus, wanita tersebut tampak sangat kecewa "setelah aku sudah mengejarnya beberapa bulan pada akhirnya dia mengusirku." ucap wanita tersebut langsung pergi dari rumah sakit


Sementara damar tampak frustasi dia berpikir Sheila tak akan mengetahui perbuatan apalagi dia baru kali ini melakukannya, apalagi ada Sofia dan yang lainya di restoran tersebut membuat damar Semakin frustasi


Sementara itu Sofia yang sudah lebih baik langsung melihat ke arah Sofia Dinda dan Anisa "aku tak menyangka damar tega melakukan hal itu padaku padahal kami sudah menjalin hubungan sangat lama." ucap Sheila


"Sudahlah lupakan damar mungkin jodohmu memang bukan dia kau harus lebih sabar siapa tahu ada pria yang lebih baik darinya." ucap Sofia


Sheila hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu mengangguk, tampak keempatnya keluar dari restoran tersebut karena jam makan siang sudah lewat tiga puluh menit setelah Dinda menyelesaikan pembayaran restoran setelah insiden yang terjadi, Steven yang sedang menunggu keempat wanita tersebut langsung bergegas pulang bersama Doni ke perusahaan saat melihat keempatnya keluar sebelum Anisa menyadari keberadaannya


Sementara itu Darmanto yang sedang berada di ruang kerjanya tampak menghembuskan nafasnya kasar saat mendapatkan laporan dari bawahannya saat ini "tentang apa yang terjadi, sekarang dia bisa belajar bahwa lamanya hubungan tak menjamin kesetiaan, bagaimana damar dia tak sampai cacat atau mati kan." tanya Darmanto


"Tidak tuan dia hanya pingsan dan memar di bagian tubuhnya Untung saja dia juga ahli bela diri tapi di bandingkan nona Sheila dia tidak ada apa-apanya, di sana juga ada nona Sofia, Dinda dan Anisa." ucap bawahannya darmanto


"Katakan pada dokter yang memeriksanya buat dia agar tidak bisa berjalan selama 1 tahun agar dia tak bertemu Sheila Selama rentang waktu tersebut dan kirim damar ke luar negeri untuk sementara waktu aku akan membayar semuanya katakan sebagai permintaan maaf dan jangan sampai ada yang tau terutama Sheila tentang masalah ini semuanya harus di lakukan secara diam-diam." ucap Darmanto


"Tapi untuk apa Tuan lagi pula nona Sheila tak akan memaafkan perbuatan yang dilakukan oleh damar." ucap bawahan Darmanto


"Untuk menjaga kewarasan putriku dan menjaga hatinya kau tidak tahu bagaimana seorang wanita itu sangat mudah dirayu oleh seorang pria bermulut manis kau tahu kenapa wanita banyak yang tersakiti karena mereka mudah dibohongi Aku tak ingin putriku merasakan hal yang sama jadi aku ingin damar menghilang untuk sementara waktu sampai hati Sheila pulih dan ada orang lain yang mengisinya agar Sheila tak sakit hati saat bertemu damar nanti." ucap darmanto


"Sepertinya Tuan sangat memahami hati perempuan sepertinya ada pengalaman pribadi ." ucap bawahan Darmanto sambil tersenyum


"Di restoran ada nona Sofia, Dinda dan Anisa." ucap bawahan Darmanto


"syukurlah ada mereka setidaknya Sofia tau apa yang harus di lakukan, pergilah dan lakukan tugasmu." ucap Darmanto


"Baik tuan." ucap bawahan darmanto langsung bergegas pergi


Sementara itu di rumah sakit tampak nama sedang beristirahat seorang perawat masuk menyuntikan sesuatu ke infus damar setelah beberapa menit perawat tersebut menyuntikkan beberapa bagian kaki damar setelah menyelesaikan tugasnya perawat itu bergegas keluar dari ruang perawatan damar


Tampak damar terbangun tapi sesaat kemudian dia tersadar dia tak bisa merasakan kakinya "apa yang terjadi perasaan kakiku tadi baik-baik saja kenapa sekarang aku tak merasakannya." ucap damar, tombol di samping ranjangnya tak bersama lama seorang perawat tiba-tiba muncul


"Ada apa Tuan Apa ada yang bisa kami bantu." tanya perawat tersebut, " panggilkan dokter aku tak bisa merasakan kakiku ucap damar


Oerawat bergegas keluar dan memanggil salah seorang dokter tampak seorang dokter masuk dan memeriksa keadaan damar kemudian dia menyarankan untuk melakukan CT scan pada seluruh tubuh damar dan pemeriksaan darah


Setelah melakukan semua pemeriksaan tersebut damar kembali ke ruang perawatan sementara dokter keruangannya, tampak kedua orang tua darma berada di ruang dokter dokter menjelaskan apa yang terjadi setelah itu kedua orang tua damar menandatangani sebuah berkas "terima kasih Dokter karena sudah membantu kami aku yakin anakku akan segera pulih aku tak menyangka dia memiliki alergi pada jenis obat tertentu membuatnya lumpuh." ucap Ibu damar


"Ibu jangan khawatir masalah biaya pengobatan dan yang lainnya rumah sakit yang akan membayarnya untuk dokter damar jadi anda jangan khawatir pengobatannya paling lama 1 tahun dan paling cepat setengah tahun aku mohon Ibu merahasiakan tentang kondisi damar agar tidak terlalu banyak orang yang mengetahui tentang apa yang terjadi." ucap dokter tersebut


"Aku mengerti dokter."ucap ibu damar lalu pamit keluar, tanpa kedua orang tua damar sudah ada di ruang perawatan damar "Apakah kau baik-baik saja sebentar sore kau akan terbang ke luar negeri untuk berobat di sana." ucap Ibu damar


"Apa ke luar negeri memangnya ada masalah apa dengan kakiku mungkin saja ini karena reaksi alergi atau ada sesuatu dengan beberapa jaringan di kakiku untuk apa aku ke luar negeri di sini pun pengobatan untuk alergi dan syaraf sudah semakin canggih." ucap Damar


"Sudahlah jangan banyak komplain ibu dan ayah tak akan menemanimu ada dokter dan perawat yang akan merawat selama kau di luar negeri." ucap orang tua damar


"Bagaimana dengan Sheila aku berencana untuk meminta maaf padanya Ibu tolong hubungi Sheila dan katakan padanya aku ingin berbicara dengannya." ucap Damar


"Sebagai hukumannya Ibu tak akan menghubungi Sheila atau memberitahukan tentang apa yang terjadi padamu apalagi Ayah Sheila berpesan padaku untuk sementara waktu jangan mengganggu putrinya karena alasan tertentu." ucap Ibu damar.


Damar langsung memukul ranjang tempat tidurnya "Baiklah ibu berikan aku kertas dan pulpen aku akan menulis surat untuk Sheila." ucap damar, sang ibu mengambil kertas dan pulpen lalu memberikan pada damar.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya