My Wife My Hero

My Wife My Hero
116.gambar



"Kau sangat beruntung mendapatkan istri yang baik dan bisa menemanimu sampai tua dan mendapatkan menantu yang baik hati pengertian dan mau merawatmu juga istrimu kau takkan bagaimana kehidupanku istriku lebih mudah beberapa tahun dariku tapi saat dia melahirkan putraku dia meninggal dunia dan kau tahu menantuku putri dari orang yang kaya raya walaupun aku juga termasuk orang kaya raya tapi sifat menantuku akan sedikit berbeda dia lebih senang hidup menyendiri dan tak ingin direpotkan oleh sesuatu apalagi dia tak bisa memasak seperti wanita pada umumnya, tapi aku beruntung setidaknya Dia memberikan aku dua orang cuci yang baik." ucap kakek Arthur sambil menghembuskan nafasnya kasar


"Bukankah sejak dulu aku sudah mengatakan padamu untuk mencari calon istri lagi dan menikah agar ada seseorang yang bisa menemani sampai tua, apalagi saat itu kau masih sangat muda." ucap pria tersebut


Kakek Arthur menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap ke arah temannya "kau tidak tahu aku sangat mencintai istriku apalagi aku sangat menyayangi putraku aku takut jika aku menikah lagi putraku akan terlantar apalagi jika aku menikah dengan wanita yang salah itu juga akan membawa penderitaan untukku kau tahu kan banyak wanita zaman sekarang hanya mementingkan penampilan dan wajah bukan hati mereka." ucap kakek Arthur


"Dulu aku berpikir kau tak menikah lagi karena kau tidak bisa menemukan perempuan cantik seperti almarhum istrimu yang mau menerima kau yang sudah tak punya harta jelek dan tak bisa diandalkan." ucap pria yang ada di hadapan membuat kakek Arthur tertawa terbahak-bahak "ya aku bersyukur dia satu-satunya wanita cantik kaya raya yang mau menerimaku." ucap Kakek Arthur saling bercanda


Sementara itu di pulau di mana Arthur berada tampak di ruang perawatan wanita yang tadi menutup seluruh tubuhnya dengan selimut langsung perlahan-lahan membuka selimut saat mengetahui sudah tak ada orang lagi di ruangan tersebut tanpa wanita tersebut bangun dan melihat sekelilingnya semua barang-barang dihadapannya familiar tapi ruangan ini tampak berbeda wanita tersebut langsung berjalan mendekati sebuah jendela tampak wanita tersebut mencoba mengingat siapa dirinya tapi hanya sekilas bayangan pesawat jas dokter dan lain-lain yang tampak di ingatannya dan hal tersebut membuat kepalanya pusing dan sedikit perih, wanita tersebut langsung kembali ke tempat tidur dan duduk sambil menatap ke depan seolah-olah sedang berpikir sebenarnya siapa Aku Dan di mana aku saat ini kenapa jatuh dokter dan alat-alat kesehatan ini sangat familiar apakah dulu aku seorang perawat atau aku sekolah di bagian kesehatan pikir wanita tersebut sambil terus menatap bingung tentang siapa jati dirinya sebenarnya


Sementara itu Arthur yang sedang berada di kamarnya tampak memegang berkas dengan senyuman riang sang asisten yang berada di sampingnya juga ikut tersenyum sepertinya "Tuan sangat bahagia tapi apakah tidak sebaiknya kita mencari tahu latar belakang perempuan yang akan anda nikahi takutnya dia memiliki rahasia masa lalu yang mungkin tak bisa diterima oleh Tuan seperti contohnya sila." ucap asisten Arthur


"Itulah mengapa Aku memanggilmu kemari bukan hanya karena surat perjanjian kau buatkan identitas baru untuk calon istriku tapi coba kau cari tahu dulu identitasnya dan setelah kau mencari identitasnya dan membuatkan dia tanda pengenalnya kau harus mengurus untuk pernikahanku lusa, aku menunggu kabarmu secepatnya, dan mengenai latar belakang calon istriku aku rasa dia wanita baik-baik dan belum pernah menikah." ucap Arthur penuh percaya diri


"Benar juga aku hampir saja lupa ucap Arthur lalu menyuruh asistennya mendorong kursi rodanya menuju ke ruang perawatan wanita tersebut tampak Arthur mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan tersebut sementara itu Sofia tampak sedang duduk sambil melihat ke jendela, tampak Silvia menoleh saat pintu dibuka begitu melihat Arthur Sofia langsung mengalihkan lagi pandangannya ke arah depan seolah-olah melihat Arthur adalah hal biasa


"Ada apa lagi kau kemarin aku Sudah menandatangani perjanjian tersebut sekarang Aku sedang malas untuk bertemu siapapun apalagi berbicara." ucap wanita tersebut, astaga mengapa kau menjadi begini apakah kesal padaku aku datang ke sini pun bukan untuk bermaksud mengganggumu tapi aku membutuhkan fotomu untuk membuat identitas dan mengurus pernikahan kita jadi aku harap kau bersedia di foto ucap atur, Sofia terdiam lalu menatap ke arah Arthur kau boleh memakai ponsel mu untuk mengambil gambarku tapi aku ingin kau hanya mencetak untuk identitas dan untuk urusan pernikahan Karena Aku paling benci di foto." ucap wanita tersebut seolah-olah kata itu tak asing baginya, "baiklah aku mengerti." ucap Arthur lalu wanita tersebut menghadap ke arah Arthur lalu Arthur mengambil ponselnya dan mengambil gambar wajah wanita tersebut yang terlihat sangat sangat cantik bibir merah wajah putih bersih padahal tak menggunakan apapun tapi kecantikan alami wanita tersebut sungguh indah, setelah mengambil gambar Sofia Arthur keluar dari ruang perawatan tampak di depan pintu sudah ada sang asisten yang menunggunya kartun mengarahkan sang asisten ke ruang kerja milik kakeknya setelah berada di ruang kerja atau langsung menyuruh sang aktif dan membawanya di depan laptop setelah melakukan sesuatu beberapa gambar lalu wanita tersebut keluar dari printer Arthur mengambil gambar tersebut kemudian menggunting beberapa buah "katakan berapa gambar yang kau butuhkan ingat tidak boleh ada sisanya harus cukup untuk membuat identitas dan pengurusan pernikahan." ucap Arthur


"Aku hanya membutuhkan 4 lembat tuan untuk keperluan identitas dan untuk urusan pernikahan." ucap sang asisten, baiklah ini lakukan tugasmu aku akan di sini sebentar Aku ingin mencari tahu tentang sesuatu." ucap Arthur, setelan kepergian ke tangan kanan Arthur tampak mengutag-utik komputer miliknya lalu dia ingin mengecek identitas wanita tersebut melalui foto yang tadi sempat dia ambil tapi saat foto tersebut masuk tiba-tiba komputer itu error dan ditolak oleh sistem membuat Arthur bingung, "ada apa dengan komputer ini bukannya tadi baik-baik saja bukankah aku selalu menggunakan komputer ini untuk mencari identitas seseorang." ucap Arthur sambil memeriksa komputernya yang tampak error, mengambil telepon di ruangan tersebut lalu menekan tombol untuk memanggil seseorang yang dapat memeriksa komputer yang rusak menghubungi salah seorang yang bertugas untuk memperbaiki komputer Arthur kemudian melihat ke arah ponselnya tampak foto Wanita tersebut langsung di jadikan wallpaper di ponselnya sambil menunggu seseorang yang akan memperbaiki komputer tak berselang beberapa menit masuk seorang pria


"Maaf tuan apa Tuan memanggilku apakah ada sesuatu yang perlu aku lakukan." tanya pria yang saat ini ada di hadapan Arthur , coba kau lihat komputer ini tadi masih baik-baik saja tapi aku saat aku menggunakan pelacak identitas tiba-tiba dia error dan mati coba kau lihat." ucap Arthur, pria tersebut langsung melihat komputer tersebut saat melihat komputer dia pun merasa bingung sepertinya ada sebuah virus yang masuk ke komputer tersebut tapi bagaimana bisa memiliki sistem antivirus yang sangat bagus dan yang lebih parah lagi komputer tersebut harus diinstal ulang agar bisa digunakan.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya