
"Kau tenang saja aku sudah memikirkan hal tersebut aku sudah menyusun rencana untuk menyewa seorang pembunuh bayaran saat wasiat itu belum dibacakan tapi saat ini wasiat itu sudah dibacakan dan harta itu telah dilimpahkan menjadi milik Arthur jadi aku akan mencari cara lain agar Arthur menyerahkan harta warisan tersebut secara sukarela." ucap James
"Apa maksudmu jangan katakan kau berniat menculik Arthur atau menculik orang terdekatnya dan menjadikan orang tersebut sebagai tawanan agar Arthur mau menyerahkan hartanya sebagai ganti orang yang kau culik." ucap Neni
"Tepat sekali apa kau tahu terakhir kali aku berkomunikasi dengan dokter Robby dia mengatakan bahwa Arthur telah menikah dengan seorang wanita cantik dan Arthur sangat mencintai istrinya itu hal yang sangat bagus aku bisa menggunakan istri Arthur untuk membuatnya menyerahkan semua hartanya atau aku bisa membunuh Arthur dan menikahi istrinya setelah dia menjadi janda." ucap James
Ibu James menatap putranya dengan tatapan yang sulit diartikan apa kau gila menurut kakeknya Arthur belum pernah menikah bagaimana bisa kau mengatakan bahwa dia sudah menikah dan memiliki istri kalaupun dia sudah menikah dia pasti akan mengajak istrinya bukan hanya datang bersama kakeknya." ucap ibu James
"Ibu benar dan kau masih saja percaya pada dokter Robby yang sudah menghilang entah ke mana tak menyelesaikan tugasnya dengan baik mungkin saja dia berbohong." ucap Neni
James terdiam mendengar perkataan ibu dan adiknya "jadi kalian ingin aku bagaimana apa yang harus aku lakukan aku juga bingung mencari cara agar kita bisa menguasai harta tersebut, atau Neni kau bisa merayu Arthur siapa tahu saja dia mau denganmu dengan begitu kau bisa menjadi istrinya jika kau menjadi istrinya itu berarti harta itu juga milikmu, dan jika terjadi sesuatu pada Arthur maka semuanya akan ada di dalam genggamanmu ." ucap James
Tampak Neni dan ibunya saling memandang kemudian melihat ke arah James dengan tatapan yang sulit di artikan, James benar kau sebaiknya jangan terlalu menor dalam berdandan dan sebaiknya kau pura-pura menjadi wanita yang baik lalu dekati Arthur buat dia percaya padamu dan merasa nyaman denganmu aku akan bicara dengan ayah mu siapa tahu saja dia bisa berbicara dengan kakek Arthur agar kalian bisa dijodohkan dengan begitu pernikahan kalian akan bisa dilaksanakan secepatnya." ucap ibu James
Neni memutar bola matanya malas ibu ini adalah dandanan yang sangat natural apalagi pakaian yang aku kenakan adalah semua barang branded yang sangat mahal bisa-bisanya ibu mengatakan bahwa aku menor saat berdandan, lagi pula pria kampungan dan cacat seperti Arthur pasti tak akan menolak pesonaku aku wanita cantik dan berkelas aku pun memiliki pendidikan yang bagus dan latar belakang keluarga yang cukup untuk bisa menjadi pendampingnya mana mungkin dia akan menolak ku sudahlah aku tak perlu merubah penampilanku dia pasti akan tertarik padaku." ucap Neni yang terlihat kesal tapi penuh percaya diri
James menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah adiknya, "maaf Neni aku adalah kakakmu tapi aku adalah seorang pria sebaiknya kau jangan terlalu memakai riasan yang tebal dan sebaiknya pakaianmu jangan terlalu terang pria suka wanita yang sederhana tapi berkelas, ibu bagaimana halo ibu saja yang mendandani Neni untuk saat ini sampai pernikahannya setelah dia menikah terserah dia ingin melakukan apa pada tubuhnya." ucap James
"Aku tidak mau aku ingin seperti ini dan aku merasa nyaman dengan penampilanku saat ini lagi pula hanya seorang Arthur yang lumpuh untuk apa kalian repot-repot menyuruhku menjadi orang lain aku yakin pria kampungan seperti dia pasti akan tertarik dengan wanita sepertiku jika aku merayunya apalagi aku wanita normal tak sepertinya cacat." ucap Neni percaya diri
"Itu tidak masalah yang penting aku harus memakai bedak agak sedikit tebal kau tahu kan wajahku sedikit bermasalah apalagi kemarin aku sempat melakukan operasi plastik sehingga wajahku iritasi itulah mengapa aku memakai kosmetik yang sedikit tebal." ucap Neni
"Itu tidak masalah aku akan menyewa seseorang yang ahli dalam merias wajah baiklah kita sudah sepakat, sebaiknya kita keluar dan pura-pura menerima kehadiran Arthur dan kakeknya aku yakin sekarang ayah bersama mereka." ucap James, tempat James keluar terlebih dahulu disusul oleh adik dan ibunya Mereka melihat sekelilingnya mencari keberadaan Arthur dan sang kakek tapi sepertinya tak ada tanda-tanda keberadaan Arthur dan kakeknya langsung berjalan menuju ruang kerja sang ayah tampak ayah James yang sedang berada di depan laptopnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah putranya, tampak James langsung masuk ke dalam ruangan disusul oleh adik dan ibunya, sang ayah terlihat bingung karena seluruh anggota keluarganya tampak ada di ruang kerjanya
"Ada apa kalian bertiga kemarin apakah ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan kalau mengenai warisan kalian sudah dengar dan kita tak bisa melakukan apapun." ucap ayah James
"Ini bukan masalah itu ayah kami hanya merasa kurang enak kepada Arthur dan kakeknya kami hanya ingin meminta maaf pada mereka sebelum mereka pergi tapi kami tak melihat mereka." ucap James, tampak ayah James menautkan alisnya saat mendengar perkataan sang putra "ada apa denganmu kenapa tiba-tiba kau berubah menjadi peduli kepada Arthur dan kakeknya mereka sudah pergi dari tadi mungkin melihat rumah yang akan mereka akan tinggali." ucap ayah James
"Tidak ayah kan mulai minggu depan Arthur akan menjadi pemimpin perusahaan jadi aku dan neni yang akan bekerja sama dengannya ingin bisa saling menerima satu dengan yang lain agar pekerjaan kami bisa lebih lancar." ucap James
"Benarkah ternyata kau sudah dewasa ayah senang mendengar apa yang kau katakan aku akan mengundang Arthur dan kakeknya untuk makan malam bersama agar kita bisa saling mengenal dengan baik, lagi pula saat minggu depan dia masuk ke perusahaan ayah akan menemaninya dan memperkenalkannya sebagai pemilik saham terbesar dan juga sebagai perusahaan kalian harus mendampinginya." ucap ayah James
"Iya ayah akhirnya aku mengerti mungkin itu memang sudah milik Arthur dan kami sudah menerima Arthur sebagai orang yang memiliki saham terbesar di perusahaan baiklah ayah kami akan keluar." ucap lalu keluar dari ruangan sang ayah bersama ibu dan adiknya
Setelah keluar dari ruang kerja ayahnya sang ibu langsung menarik anak-anaknya ke dalam sebuah ruangan "ini untukmu Neni ini adalah kesempatan yang bagus saat acara makan malam rayu Arthur agar dia dekat denganmu dan saat di perusahaan kalian bisa mulai saling bekerja itu adalah momen yang tepat untuk mengambil hati Arthur kau wanita yang sangat hebat dalam bekerja, Arthur pasti akan kagum melihatmu apalagi kau adalah lulusan luar negeri." ucap ibu James bangga.
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya