My Wife My Hero

My Wife My Hero
139.keceplosa



"Mungkin saja ayahmu dan Steven sangat khawatir padamu maklum saja kau sedang hamil." ucap Dinda, tampak Anisa tak lagi menjawab perkataan Dinda karena dia yakin pasti dia harus mengalah untuk ke dua orang yang selalu di benarkan karena seorang calon kakek dan ayah membuatnya tak bisa mengeluh dengan sifat overprotektif ke dua pria tersebut


"Sudahlah kalian semua sama saja kalau aku menceritakan tentang kelakuan ayah dan suamiku kalian langsung mengatakan mereka hanya khawatir karena aku hamil tapi kan aku juga butuh kebebasan sedikit." ucap Anisa


"Kalian ini sebenarnya mau datang melihatku atau mau datang curhat tentang masalah kalian masing-masing aku bingung dengan kalian sudah datang kemari tidak bawa apa kalau pulang pasti bawa pulang bungkusan berisi makanan." ucap Sofia yang tau karakter ke tiga wanita tersebut kalau sudah datang ke rumahnya apalagi saat setelah makan siang di rumahnya mereka pasti akan membungkus beberapa makana yang mereka sukai


"Tentu saja kami datang untuk melihatmu maaf kami tak sempat membawa apapun habis kakak juga mau datang mendadak." ucap Dinda


Sofia memutar bola matanya malas sudahlah aku sudah tau bagaimana kalian, Sheila tadi balasan paman apa ." tanya Sofia tiba-tiba "apa balasan apa aku tak pernah mengirim pesan pada ayahku ." ucap Sheila polos dia tak sadar bahwa Sofia menjebak dirinya


Mendengar perkataan Sheila semua langsung menatap pada Sheila sontak saja Sheila yang di tatap langsung terbelalak dia baru ingat bahwa tadi dia mengatakan membalas pesan ayaha nya sontak saja Dinda langsung memegang tangan Sheila sementara Sofia memegang kakinya cepat Anisa ambil ponsel Sheila dia sudah berbohong membawa-bawa nama paman." ucap Sofia


Anisa bangkit tapi saat hendak mengambil ponsel dia lupa tak bisa menunduk karena perutnya yang besar, Sheila sini berikan hp mu kami ingin melihat apa yang kau rahasiakan cepat angkat tangan mu aku tak bisa menunduk." ucap Anisa penuh percaya diri


Sofia dan Dinda menatap tak percaya ke arah Anisa , apakah dia tak melihat tangan dan kaki Sheila saat ini di pegang jika sampai terlepas mereka tak akan mendapatkan ponsel Sheila karena Sheila cukup hebat dalam bertarung takutnya kamar Sofia hancur dan mereka semua bisa di usir oleh Kikan termasuk Sofia jika sampai kamar itu rusak


"Kau sedang hamil Anisa sebaiknya kau menjauh lagi pula aku tak mau memberikan ponselku pada siapapun." ucap Sheila tersenyum tipis saat melihat Anisa yang tak bisa menjangkau ponselnya di belakang punggungnya


Anisa melihat ke tiga wanita Tersebut sudahlah aku tambah pusing melihat kalian aku akan pergi makan eh maksudnya pergi membantu ibu memasak ucap Anisa tanpa perasaan lalu keluar begitu saja dari kamar Sofia tanpa rasa bersalah


"Astaga bumil satu itu lalodnya tak tertolong lagi sejak kapan dia bisa di andalkan tapi sepertinya dia tambah cuek apa karena menikah dengan kakak Steven." ucap Dinda karena Anisa tampak sedikit berbeda setelah hamil


"Sudahlah jangan berharap padanya dia pasti ke dapur mencari makan apa kau tak lihat makanannya sudah habis." ucap Sofia sambil melirik toples yang tadi full sekarang tanpa sisa


"Tapi bagaimana mengambil ponsel yang ada di punggungnya kalau sampai aku melepaskan salah satu tangannya dia pasti akan membuat kamar ini hancur." ucap Dinda


"Tunggu apa yang kalian lakukan Baiklah aku menyerah aku akan menceritakan semuanya pada kalian tapi ingat rahasiakan ini apalagi dari ayahku karena sejak kejadian yang lalu ayahku tambah overprotektif padaku ." ucap Sheila


Sementara itu di dapur tanpa Anisa yang masuk dengan senyumannya saat melihat beberapa macam makanan dan kue sudah siap dan akan disajikan sebentar lagi saat makan siang kikan yang melihat sang menantu dengan perut besarnya hanya bisa tersenyum melihat menantunya yang hamil cucu pertamanya "kenapa sayang kau pasti mencari cemilan apa kau ingin makan sekarang." tanya kikan dengan lembut


"Iya ibu aku ingin makan aku sebenarnya sudah lapar dari tadi tapi ibu jika nanti waktu makan siang ibu jangan mengatakan bahwa aku sudah selesai makan aku juga ingin ikut makan saat makan siang bersama yang lain tapi untuk saat ini aku hanya ingin makan terlebih dahulu karena aku lapar." ucap anisa tanpa rasa malu Kikan hanya bisa terkekeh melihat menantunya


"Baiklah sayang ibu mengerti sekarang kau duduklah di meja makan ibu akan menyiapkan makanan kalau boleh makan terlebih dahulu ibu akan mengatakan apapun saat nanti makan siang di saat kau ingin makan bersama lagi." ucap kikan


Anisa langsung duduk di meja makan sesuai dengan instruksi ibu mertuanya setelah beberapa menit hidangan sudah siap di atas meja tempat ikan bertanya makanan apa yang diinginkan oleh Anisa setelah mengambilkan makanan untuk sang menantu kikan kemudian kembali ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan yang memang sudah disiapkan untuk Anisa


Sementara itu Steven yang berada di perusahaan tempat menghubungi kediaman mertuanya karena sepertinya istrinya lupa membawa ponsel miliknya dan memberitahu bahwa dirinya akan ke rumah ke dua orang tua Steven untuk melihat Sofia yang baru kembali Untung saja telepon itu diangkat oleh ibu mertuanya membuat Steven tahu bahwa istrinya sedang berada di rumah orang tuanya


"Astaga Anisa ini bagaimana bisa dia melupakan ponselnya sebenarnya apa isi kepalanya aku akan jadi khawatir karena menghubunginya lewat ponsel tapi dia tak mengangkat atau membalas pesan, sebaiknya aku makan siang di kediaman kedua orang tuaku sekalian aku akan melihat keadaan istriku." ucap Steven


Tampak sebuah ketukan pintu membuat Steven mengalihkan pandangannya tampak Dion membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan "maaf tuan ini beberapa berkas yang Tuan harus periksa." ucap Dion


"Baiklah simpan saja di situ tapi aku mungkin akan memeriksanya setelah makan siang apa kau ingin ikut denganku untuk makan siang di kediaman kedua orang tuaku." tanya Steven


"Benarkah tuan bolehkah aku makan siang di kediaman kedua orang tua tuan." ucap Dion dengan mata berbinar, tampak Steven menghentikan pekerjaannya lalu melihat ke dion "tumben kau sangat senang saat aku mengajakmu makan siang di kediaman ke orang tuaku biasanya kau akan berkata aku sudah makan siang tuan walaupun kau belum makan apakah kau menyembunyikan sesuatu pasalnya beberapa hari ini aku selalu melihatmu melihat ponselmu sambil tersenyum dan itu terjadi beberapa kali." tanya Steven , "tidak Tuan aku hanya senang saja." ucap Dion berusaha menutupi sesuatu


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya