
"Saat wanita tersebut hendak keluar meninggalkan ruangan tersebut nampak Neni langsung berlutut terima kasih atas bantuanmu aku sungguh tidak tahu harus berbuat apa untuk mengucapkan terima kasih suatu saat nanti jika kau membutuhkan bantuanku aku pasti akan melakukan yang kau inginkan." ucap Neni, "kau jangan berlutut seperti itu anggap saja ini adalah hadiah untukmu." ucap wanita tersebut Lalu meninggalkan ruangan tersebut
Entahlah kepergian wanita tersebut nampak sangat bahagia di raut wajahnya akhirnya dia bisa bebas sepenuhnya dari Ruben dan anggota keluarganya pun aman setelah kepergian wanita tersebut dari restoran untuk kembali ke kediamannya
Sementara itu jika di kediaman kedua orang tua James tanpa kedua suami istri itu sedang berdiskusi di dalam kamarnya ibu kita tidak bisa membiarkan begitu saja dia sudah menyakiti Putri lihat tanpa belas kasih memukulnya membuat beberapa bekas luka di tubuh Neni yang mungkin tak akan hilang seumur hidupnya." ucap Ayah James
"Tapi sayang kita tidak bisa gegabah sepertinya Ruben adalah pria yang jahat seperti yang digambarkan oleh Dedi bisa saja dia melakukan kekerasan atau berusaha menghabisi kita dan jika kita salah melangkah maka semua yang di rencanakan Neni akan sia-sia sebaiknya kita menunggu dulu apalagi ada james di tangannya jika sampai dia membunuh putra kita bagaimana." ucap ibu James, mendengar perkataan istrinya Ayah James pun terdiam
Sementara itu di sebuah rumah tampak seorang pria yang sejak dari tadi mondar-mandir menunggu kabar dari bawahannya aku sudah menunggu beberapa jam mengapa dia belum juga mengabari ku apalagi setiap aku menghubunginya ponselnya tidak pernah diangkat, "apakah terjadi sesuatu dengannya tapi itu tidak mungkin dia pasti baik-baik saja Apa mungkin dia melupakan ponselnya tapi itu juga tidak mungkin aku akan menyuruh seseorang untuk memeriksa keadaan di sana." ucap pria tersebut Lalu menyuruh seorang pria masuk ke dalam ruangannya
Tampak seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut "selamat sore tuan ada apa Tuan memanggilku." tanya pria tersebut, "kau pergilah ke pulau di mana lab milik Edi berada tapi kau harus ke sana secara diam-diam karena aku mendengar bahwa ada sebuah pesawat yang berada di pulau tersebut dan kau juga cari informasi mengenai Rocky yang sejak tadi siang aku tak pernah mendengar kabarnya aku yakin kapalnya pasti masih ada di sekitar pulau tersebut lagi pula tidak ada berita akan terjadi angin kencang atau apapun yang bisa membuat kapal tersebut mengalami musibah." ucap pria tersebut, pria yang disuruh langsung membungkuk hormat dan keluar dari ruangan
Sementara itu Stuart dan Mr D tampak sedang berdiskusi setelah peti besi yang memuat anak Edi sudah diberangkatkan menuju kota D "aku ingin kau membawa semua peralatan milik Edi ke kota A simpan semua barang milik Edi di gudang kosongkan semua yang berada di lab ini untuk mayat yang kita temukan sebaiknya lakukan pembedahan lebih lanjut di kota A saja, setelah ini aku akan kembali ke kota A." ucap Stuart
"Baik Tuan aku akan memuat semua barang-barang yang ada di lab ini menggunakan kapal laut agar semuanya bisa di bawah dengan mudah dan juga tidak memakan waktu." ucap Mr D, setelah berbicara dengan Mr D Arthur kemudian keluar dari lab Edi kemudian langsung naik pesawat yang membawanya ke kota A, sementara Mr D langsung menyuruh anak buahnya bergegas memuat semua barang-barang milik Edi ke dalam sebuah kapal besar yang sengaja di bawah oleh Mr D untuk membuat barang-barang berat dan besar yang tidak mungkin dimuat oleh pesawat terbang
Sementara itu di sebuah dermaga milik Arthur tampak sebuah kapal sudah sadar beberapa orang tampak keluar membawa beberapa orang pria terikat tampak orang-orang yang terikat tersebut melihat sekelilingnya Mereka tampak sedikit bingung tapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena banyak pengawal yang menjaga mereka apalagi tangan dan kaki mereka diikat tampak mereka semua masuk ke dalam mobil karena mereka akan dibawa ke markas milik Stuart
"Astaga sayang jangan katakan kau sudah beberapa jam di ruang kerja sebenarnya apa yang kau lakukan sayang di ruang kerja sehingga kau tak menyadari bahwa ini sudah Sora jangan bilang kau belum makan siang jika sampai kau lupa makan maka aku akan mengunci ruang kerja ini." ucap Arthur
"Aku sudah makan siang sayang tidak mungkin aku melupakan hal itu tadi setelah makan siang aku langsung masuk ke ruang kerja dan berencana hanya di sini beberapa jam saja setelah itu aku akan ke kamar untuk menonton drama tapi karena aku sedang mengerjakan sesuatu sehingga aku lupa waktu maafkan aku sayang Ayo kita ke kamar kau harus mengganti pakaian dan membersihkan tubuh mu dan kebetulan ada yang ingin aku bicarakan denganmu setelah kau membersihkan tubuhmu." ucap Sofia lalu keduanya bergandengan berjalan keluar dari ruang kerja menuju kamar pribadi mereka
Tanpa terasa malam telah datang menyapa tampak Sofia dan Arthur sedang berbincang-bincang di dalam kamar sambil menunggu makan malam ada apa aku pikir kau ingin membicarakan sesuatu denganku ucap Arthur yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sudah duduk di sofa dengan Sofia
"Sayang aku ijin besok dan selama beberapa hari ini aku mungkin akan pergi bekerja di sebuah lab khusus ada seorang pasien yang harus aku rawat intens beberapa hari agar aku bisa mengetahui apa yang terjadi padanya." ucap Sofia
"Bukannya kau bilang kau sedang tidak ingin bekerja memangnya siapa pasien yang membutuhkan perawatan darimu." tanya Arthur, "dia adalah sepupuku ayahnya adalah kakak angkat ibuku saat ini dia sedang tak sadarkan diri dan belum tahu pasti apa penyakitnya jadi ayah menyuruhku untuk merawatnya dan memberikan dia pengobatan." ucap Sofia
Arthur menghapuskan nafasnya kasar sayang aku bukannya melarangmu tapi kau tahu kan jika kau berada di lab pasti kau akan menghirup berbagai macam obat-obatan dan juga zat-zat yang kita tidak ketahui apakah itu bagus untuk bayimu apa tidak ingat sekarang kau sedang mengandung aku tak ingin terjadi sesuatu kepada bayi kita walaupun aku tau kau seorang dokter.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya