
Kevin yang mendengar hal tersebut hanya bisa mengangguk lalu berdiri di pojok yang jauh dari tani, tapi kerena merasakan kakinya pegal Kevin pindah dan duduk di sofa sementara Tania yang keras kepala masih mencoba membuka bajunya tanpa bantuan siapapun padahal itu tak akan mungkin terjadi karena tangannya tak sampai di mana kancing res tersebut berada Kevin yang melihat hal tersebut hanya bisa geleng-geleng kepala
sementara di luar kamar tampak ke dua orang tua Tania, "Ayah aku yakin Tania pasti akan mengusir suaminya keluar dari kamar jika kita sudah masuk ke dalam kamar Apa yang harus kita lakukan." tanya ibu Tania, "tak kenal maka tak sayang tak sayang maka Tak cinta bagaimana kalau kita menahan pintu kamar tersebut agar tidak bisa terbuka nanti besok pagi baru kita membukanya kembali biarkan mereka semalaman bersama di kamar tersebut walaupun tidak terjadi apa-apa yang penting mereka berdua tetap berada di dalam kamar dan kita akan memutuskan sambungan listrik pada AC kamar sehingga kamar akan sangat panas dan aku yakin itu akan membuat kesan romantis di dalam kamar ." ucap ayah Tania, setelah kedua orang tua tersebut berdiskusi Mereka pun menghubungi seseorang tak berselang lama seorang pria dengan sebuah tas yang sepertinya berisi peralatan kerja tampak pria tersebut masuk ke dalam lalu mulai memeriksa dinding setelah melakukan pekerjaannya pria tersebut berpamitan tapi sebelum pergi dia masih memasang penyangga di pintu kamar milik Tania agar kamar tersebut tidak bisa terbuka lalu menyerahkan sebuah kunci kepada kedua orang tua Tania "Tuan ini kunci penyangga yang aku buat jika Tuhan ingin membukanya silakan melakukannya dengan menggunakan kunci ini." ucap pria tersebut sebelum keluar dari apartemen tersebut, tanpa kedua orang tua tadi yang mengangguk mengerti setelah mengantar pria tersebut orang tua Tania langsung mengunci pintu apartemen kemudian masuk untuk beristirahat dengan tenang
sementara itu di dalam kamar tampak Tania Bingung kenapa ac-nya tiba-tiba tidak berfungsi padahal aset tersebut selalu diperiksa dan dibersihkan tampak Tania melihat AC tersebut dan ternyata AC itu tidak menyala sama sekali membuat Tania berniat untuk menghubungi pihak apartemen tampakkannya berniat untuk keluar untuk menggunakan telepon di ruang tamu untuk berbicara dengan pengelola apartemen tapi saat akan membuka pintu Tania bingung karena pintu itu tidak bisa dibuka "ada apa dengan pintu ini kenapa tidak bisa dibuka Apa yang terjadi." ucap Tania sambil berusaha membuka pintu
"sayang bagaimana jika Tania menelepon pengen lagi dong dan mengeluh tentang asing yang rusak pasti mereka akan datang kemari untuk memperbaiki AC tersebut dan itu berarti mereka pasti akan menolong Tania untuk membuka pintu." ucap ayah Tania, "kau jangan khawatir sayang karena tadi ponsel Tania dititipkan olehnya kepadaku dan sepertinya dia lupa mengambilnya kembali lihatlah ponsel ini ada di tanganku jadi aku rasa dia tak akan bisa menghubungi siapapun dari dalam kamar tersebut." ucap ibu Tania tersenyum sumringah
"Dan saat ayah masuk ke dlm kamar ayah tanpa sengaja menemukan ponsel ini sepertinya ini ponsel menantu kita, sepertinya takdir benar-benar berpihak pada kita membuat semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita." ucap ayah Tani
sementara itu Kevin tampak bingung dengan Tania yang terlihat panik dan terus berusaha untuk membuka pintu padahal jelas-jelas pintu itu tidak terkunci, Tania sangat frustasi mengetahui bahwa pintu kamarnya tidak bisa dibuka Dan ac-nya pun mati apalagi bajunya tidak bisa dia buka sendiri harus ada seseorang yang membantunya membuat Tania benar-benar sangat frustasi tampak Tania melihat ke arah Kevin yang dengan santai duduk menikmati semilirnya angin di luar karena tadi Tania sempat bertengkar dengannya karena menyetujui pernikahan tersebut membuat Kevin melangkah pergi ke teras luar untuk menghirup udara segar karena di ruang tamu ada kedua orang tua Tania, tampak tani berjalan mendekati Kevin
"Berikan padaku ponsel mu aku harus menghubungi seseorang." ucap Tania, "untuk Apa kau menggunakan ponselku untuk menghubungi seseorang bukankah kau juga mempunyai ponsel." ucap Kevin, "kalau aku memiliki ponsel aku tak akan meminjam ponselmu cepat berikan padaku tidak usah banyak protes." ucap tania
"oh astaga aku melupakan ponselku di kamar sebelah saat aku tadi berganti pakaian ucap Kevin lalu bangkit berjalan menuju pintu hendak mengambil ponselnya di kamar sebelah tapi saat akan membuka pintu Kevin bingung kenapa pintu itu tidak bisa terbuka padahal kunci ada di dalam kamar tampak Kevin terus memutar kunci tersebut Lalu berusaha untuk membuka pintu tapi tetap saja tidak berhasil Kevin kemudian melihat ke arah Tania yang tampak hanya melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan kau "jangan bertanya padaku aku tidak tahu apa yang terjadi pintu itu tidak bisa terbuka sama sekali padahal jelas-jelas kuncinya ada di dalam itu berarti kita sudah dikunci dari luar oleh kedua orang tuaku dan sekarang AC kamar ini pun mati dan kau dengan cerobohnya meninggalkan ponsel mu di kamar sebelah, sekarang apa yang akan kita lakukan." ucap Tania
Mendengar perkataan Tania membuta Kevin tak bisa berkata-kata di sini dia yang paling menderita karena harus berada di dalam kamar bersama harimau betina yang tak berhenti meraung-raung tidak jelas padanya "terus apa yang harus kita lakukan terus ponselmu di mana." tanya Kevin, tadi yang menghembuskan nafasnya kasar dia juga bingung apa yang harus dia lakukan tapi pertama-tama dia harus melepaskan baju pengantin yang ada di tubuhnya yang membuatnya sangat kepanasan apalagi dengan tidak artinya tidak adanya AC di dalam kamar mau tidak mau dia terpaksa meminta bantuan Kevin untuk menurunkan resleting baju pengantin yang dia kenakan
"aku juga tidak tahu apa yang harus kita lakukan kita hanya bisa menunggu sampai kedua orang tuaku membuka pintu tersebut tapi sebelumnya tolong bantu aku untuk menurunkan resleting bajuku aku ingin melepasnya dan mengganti baju yang lain ini terasa sangat panas." ucap Tania yang tampak menurunkan egonya, tanpa TV mendekati Tania lalu membantunya untuk menurunkan resleting bajunya setelah resleting itu sudah turun Tania langsung memegang baju tersebut agar tidak melorot lalu berlari masuk ke sebuah ruangan di mana ruangan tersebut berfungsi sebagai tempat ganti baju Tania setelah beberapa menit berada di ruangan tampak Tania keluar dengan menggunakan baju tidur pendek sementara Kevin yang melihat hal tersebut hanya bisa menelan silvernya dengan kasar.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya
Makasih doanya saudaraku sekalian semoga kita selalu di berkahi kebaikan dan keselamatan semoga mataku cepat pulih walaupun gak parah tapi hanya bisa pakai kacamata hitam agar mata tidak sakit tapi aku usahakan tetap up ..... karena kalian adalah penyemangat ..... makasih doanya