
tampak pria tersebut membuka kain pembungkus yang ada di hadapannya dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya, dari bungkusnya sudah tercium aroma yang sangat harum pasti wanita ini sering merawat dirinya." ucap pria bertopeng sambil tangannya bergerak cepat melepaskan bungkusan yang ada di hadapannya tapi saat asik membuka bungkusan tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk membuatnya terganggu akhirnya setelah melepaskan tubuh milik Lika tanpa melihat pria tersebut langsung bangkit dan membuka pintu
"ada apa kenapa kalian mengangguk ku." tanya pria bertopeng yang terlihat kesal sambil menatap pria yang ada di hadapannya, maaf ketua tapi seseorang meretas data-data milik kita dan saat ini data milik kita terhapus permanen." ucap pria tersebut, sontak saja pria bertopeng langsung berlari keluar menuju tempat pusat data, tampak pria tersebut melihat beberapa orang sedang mengutak-atik sebuah komputer dengan layar besar dan yang lain di komputer layar kecil
"ada apa ini bagaimana bisa terjadi, kalian harus segera mengembalikan semua data yang ada ini berkaitan dengan semua transaksi yang ada." ucap pria bertopeng sedikit panik
"Kami sedang berusaha ketua kami juga bingung apa yang terjadi, tadi semua baik-baik saja hingga beberapa menit yang lalu tiba-tiba semua data langsung di retas oleh seorang." ucap penanggung jawab pusat data
sementara Sofia tersenyum penuh arti "kerjamu sangat bagus Malik mereka tak akan menyadari bahwa saat kau masuk ke dalam markas tersebut dengan alat yang aku buat dan aku pasang di pakaianmu akan membuat semua data Mereka masuk ke pusat data milik ku." ucap Sofia
sementara Malik yang berbeda di dalam kamar pria bertopeng pura-pura baru sadar dan memegang kepalanya karena dia tau ada semacam kamera rahasia di kamar tersebut, tampak Malik yang pura-pura sangat ketakutan dan berusaha keluar dari ruangan tersebut yang ternyata terkunci, "sial kenapa bisa terkunci aku pikir dia akan langsung pergi dan melupakan aku, bagaimana aku bisa kabur jika seperti ini." ucap Malik dalam hati
"sayang kenapa kau menangis kau jangan takut aku ada di sini untuk melindungi mu." ucap pria bertopeng, "siapa kau biarkan aku pulang aku sangat takut di sini." ucap Lika penuh ketakutan
"aku adalah kekasihmu coba kau lihat aku, bukanya kita selalu bertukar pesan beberapa hari ini." ucap pria bertopeng, Malik rasanya ingin muntah mendengar perkataan pria yang ada di hadapannya, lika langsung melihat kearah pria bertopeng, kenapa kau memakai topeng ." tanya Lika dengan wajah seolah-olah sangat ketakutan
"oh sayang aku memang suka memakai topeng, dan aku harap kau tak keberatan dengan hal ini ayo sayang bangunlah kita ke tempat tidur kau sangat wangi." ucap pria bertopeng , "apa yang ingin kau lakukan aku masih perawan aku akan menyerah diriku pada suamiku di saat aku telah menikah kumohon bebaskan aku jika kau memang menginginkan ku sebaiknya kau menikahi ku." ucap Lika seperti seorang gadis perawan yang takut di nodai.
jangan lupa like, komen dan hadiahnya