
Tampak kedua wanita tersebut berbicara tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar percakapan mereka dari balik tembok, setelah mendengar percakapan tersebut pria itu langsung berjalan menuju sebuah kamar yang sepertinya adalah kamar miliknya setelah mendengar percakapan itu
"Oh iye emeli kapan kau akan kembali ke kerajaan taruna agar kami bisa ke sana untuk melamar mu seperti yang semestinya memakai kebiasaan kerajaan taruna." tanya Kikan
"Entahlah ibu kakak Samuel tidak mengatakan apapun padaku, dan ayahku juga belum pernah menghubungi ku untuk persoalan itu." ucap emeli, tampak ke dua wanita tersebut telah selesai melakukan aktivitas dapur kini keduanya berjalan keluar dapur menuju kebun belakang untuk bersantai setelah memasak makanan untuk makan malam, saat Kikan dan emeli duduk di taman tampak Kikan melihat jam di tangannya, seharusnya Samuel sudah berada di rumah saat ini
Stuart yang baru kembali langsung menghampiri Kikan mengecup istrinya dengan mesra membuat emeli yang baru melihat hal tersebut langsung menjadi malu, "sayang apa-apaan sih Jangan begitu disini ada menantu baru kita." ucap kikan
"Dia juga pasti melakukan hal yang sama dengan Samuel, sayang ayo ke kamar aku ingin membersihkan tubuh ku." ajak Stuart
Kikan menghembuskan nafasnya kasar itu adalah kegiatan rutin yang akan dia lakukan saat Stuart pulang setelah bekerja menyiapkan segala keperluan Stuart saat akan mandi, " sayang ibu masuk dulu sepertinya Samuel juga sudah datang tapi dia langsung ke kamar coba kau ke kamar untuk melihatnya." ucap Kikan, setelah kepergian Kikan dan Stuart emeli langsung bangkit dan berjalan ke kamar Samuel yang pernah di perlihatkan Samuel padanya
Sementara itu di kamar tampak Stuart dan Kikan baru saja masuk, "sayang aku ingin melamar Emeli Minggu depan sesuai adat kerajaan taruna." ucap kikan
"Baiklah sayang jadi kau ingin aku melakukan apa ." tanya Stuart , aku ingin kau memasukan emeli ke yayasan sekolah kita saat acar pernikahannya telah selesai." ucap Kikan, Tampak ketukan pintu membuat kikan dan Stuart langsung mengalihkan pandangannya, buat langsung berjalan untuk membuka pintu setelah membuka pintu tampak Stuart melihat Samuel yang ada di depan pintu kamar mereka Stuart pun langsung mengajak Samuel masuk ke dalam kamar
"Ada apa nak kenapa kau sampai datang ke kamar kami." tanya Kikan, ibu kapan kalian akan datang ke kerajaan taruna untuk melamar Emily." tanya Samuel, pas sekali nak ibu juga ingin membicarakan hal tersebut kepadamu saat makan malam tapi karena kau sudah datang kemarin itu akan menjadi lebih baik lagi aku berencana minggu depan untuk ke kerajaan taruna bersama ayahmu dan juga tentu saja dirimu untuk melamar sesuai adat yang berlaku di kerajaan taruna." ucap kikan
"Aku sangat setuju kalau seandainya minggu depan kita akan berangkat ke kerajaan taruna oh iya ayah bisakah Ayah memasukkan istriku ke sekolah khusus wanita milik Ayah yang ayah buat khusus untuk Sofia bersekolah." tanya Samuel
Tampak kikan tersenyum sepertinya putranya tadi sudah datang dan mengetahui perbincangannya dengan sang istri di dapur, "itu tidak masalah setelah acara pernikahanmu selesai dan kau memboyong Emily ke kota A ini dia bisa langsung bersekolah ." ucap Stuart
Sementara itu di tempat lain tampak Edi dan pamannya sedang berdiskusi karena malam ini mereka akan melakukan penculikan terhadap Arthur setelah Arthur pulang dari perusahaan, "jadi Paman berapa orang bawahanmu yang akan kau ajak untuk pergi menyelesaikan tugas ini tanya." Edi
"Baiklah paman aku akan menunggu kabar baik dari paman aku akan menunggu di markas saja kebetulan aku juga sedang mencari kakek Arthur sampai saat ini dia belum muncul juga padahal aku selalu mengawasi Arthur tapi mereka belum pernah bertemu." ucap Edi
Sementara itu mister ditampak sedang sibuk mempersiapkan penobatan Sofia sebagai wakil ketua ketua beberapa anggota memuji Sofia yang sangat bertalenta pasalnya dari kecil hingga dewasa Mereka melihat bagaimana Sofia menjatuhkan lawan-lawannya bahkan Sofia sangat ahli dalam berbagai macam hal itulah mengapa tak ada yang merasa komplain jika dia menjadi wakil ketua dengan pengalaman yang segudang walaupun usianya masih muda
Sementara itu Arthur yang sedang bekerja di perusahaannya tampak sedang merindukan Sofia "sayang di mana kau saat ini aku sangat merindukanmu kau selalu tiba-tiba datang dan tiba-tiba menghilang aku bingung sendiri kau itu bidadari apa manusia." ucap Arthur
Sementara itu Rendy tampak baru saja masuk ke ruangan Arthur "selamat sore tuan jam berapa Tuhan akan kembali apakah seperti kemarin atau lebih cepat." tanya Rendy , "sebenarnya aku sangat malas untuk kembali ke rumah tapi akan kurang nyaman jika aku tidur terus di perusahaan sebaiknya kita kembali saja." ucap atur
Tampak mobil yang ditumpangi Arthur sudah melaju membela jalan menuju kediamannya tapi saat mereka melewati sebuah simpangan yang sedikit gelap tiba-tiba sebuah mobil langsung menghadang mobil milik Arthur sontak saja sang supir langsung mengerem mendadak mobil tersebut sementara Rendra dan Arthur tampak kebingungan karena biasanya jalan tersebut tidak sepi ayo cepat keluar ucap seorang pria sambil menggedor-gedor pintu kaca mobil milik Arthur sementara itu beberapa pengawal Arthur sudah dilumpuhkan oleh beberapa orang pria tampak seorang pria langsung memukul kaca jendela mobil hingga pecah lalu membuka pintu dan menodongkan pistol ke kepala Arthur dan Rendy
Kini Arthur dan Rendy sudah diikat dan dibawa ke sebuah mobil lain dengan mata ditutup sementara itu Sofia yang sedang berada di rumah sakit tiba-tiba ponselnya berbunyi alarm dipakai oleh Arthur tampak berbunyi itu berarti ada sesuatu yang terjadi kepada suaminya sontak saja membuat Sofia sedikit panik dengan cepat Sofia menghubungi bawahannya agar bisa melakukan penerbangan secepatnya untuk pergi ke kota D sementara Dinda yang melihat Sofia pergi begitu saja tampak bingung
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Arthur dan Rendra sampai di sebuah markas yang cukup besar keduanya langsung dibawa masuk ke dalam tampak Edi tersenyum simpul melihat Arthur Baskoro langsung membuka penutup mata halo Arthur selamat datang ucap Edi sementara Baskoro langsung duduk di sebuah kursi
"Apa yang kalian lakukan Kenapa kalian menculik ku dan kau Edi apakah kau tidak puas telah membunuh kakakku." ucap Arthur
"Kau sangat lucu Arthur siapa yang membunuh kakakmu bukankah dia kecelakaan dan kau juga kan dulu kecelakaan bukan kami yang melakukannya." ucap Edi .
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya