
"Ayah dan ibumu bertemu di kota A saat mereka sama-sama melanjutkan pendidikan di universitas saat itu ibumu merupakan anak yatim piatu dan hanya dibesarkan oleh kakeknya, akhirnya ayah dan ibumu menjadi teman saat berkuliah lalu saat mereka selesai ayahmu memutuskan untuk melamar ibumu setelah itu mereka pun menikah tak berselang beberapa bulan kakek ibumu meninggal akhirnya ibumu meninggalkan kota A dan tinggal di kerajaan sampai dia meninggal." ucap pengasuh
"Berarti kalau aku ingin sekolah ke kota A seperti ayah dan ibu itu mungkin saja bisa terjadi apalagi ibu dan ayah bertemu di kota A jadi apa salahnya aku juga pergi ke kota A untuk bersekolah siapa tahu saja di sana aku bertemu dengan jodohku." ucap putri Emeli dengan semangat
"Entahlah Tuan Putri semua keputusan ada di tangan kakek dan ayah tuan putri jika mereka mengizinkan Tuan Putri sekolah di sana tapi aku rasa itu akan sulit apalagi mengingat kakek dan ayah tuan putri ingin Tuan Putri untuk menikahi dengan salah seorang pangeran dari kerajaan tetangga." ucap bibi pengasuh
Inilah yang aku pikirkan bibi sebenarnya aku tak ingin menikah dengan pangeran dari kerajaan tetangga aku bahkan tak bisa memilih diantara mereka karena mereka semua memiliki sifat dan karakter yang sama membuat aku sangat tidak nyaman untuk berdekatan dengan mereka apalagi berniat untuk menjadi pasangan hidup mereka tapi aku bingung apa yang harus aku lakukan untuk bisa keluar dari kerajaan aku juga ingin bebas melakukan apa yang aku inginkan sebelum aku terkurung kembali di dalam istana bagai burung di dalam sangkar nasibku sungguh lagi menjadi putri suatu kerajaan tapi tak memiliki kebebasan apapun bahkan untuk memberi pendapat untuk masa depanku pun sangat sulit aku utarakan apalagi kakek dan ayah selalu memaksakan kehendaknya kepadaku membuat aku sedikit frustasi aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari istana ini walaupun hanya satu hari untuk bersenang-senang di tempat yang jauh dari istana ini." ucap Putri Emeli dengan wajah lesunya karena merasa hidupnya tak ada artinya dia hanya sebagai pelengkap di istana
"Bukannya ayahmu akan berkunjung ke kota A beberapa hari lagi bagaimana jika kau meminta padanya agar kau ikut ke sana dan berjalan-jalan menemaninya dalam kunjungan tersebut lagi pula di sana cukup aman." ucap pengasuh
"Bibi benar baiklah aku akan bersiap-siap dan pergi mencari ayah untuk mengatakan hal tersebut aku yakin ayah tak akan menolak untuk hal tersebut apalagi aku pergi bersamanya ucap Putri Emeli sambil bersiap-siap hendak menemui ayahandanya
Sementara itu di kota A tampak Samuel dan Abraham kembali ke perusahaan setelah berbincang-bincang begitupun Dion kembali ke perusahaan meninggalkan Steven yang sedang beristirahat bersama sang istri sementara Dinda dan Sheila juga kembali untuk bekerja setelah semua orang pergi tampak Sofia kembali ke dalam kamarnya
Kini Samuel sudah tiba di perusahaan dan langsung masuk ke dalam ruangannya bersama Abraham yang mengikuti dari belakang "Tuan aku ingin berbicara denganmu." ucap Abraham
Samuel yang tadinya sudah duduk di kursi kebesarannya dan sedang membuka laptop pribadinya langsung melihat ke arah Abraham yang saat ini sudah duduk di hadapannya "ada apa kau seperti anak kecil saja dengan wajah seperti itu di mana wajah batu kalimu." ucap Samuel
"Tuan bisakah kau menghapus foto yang kau katakan di ruangan keluarga tadi aku sungguh tak ingin bertengkar dengan karena hal sepele seperti itu aku bahkan harus mengeluarkan jurus yang diajarkan oleh kakekku agar bisa membuat Dinda tidak marah lagi padaku dan persyaratannya adalah foto tersebut harus dihapus." ucap Abraham dengan lesu saat melihat senyuman tipis Samuel yang terlihat seperti ayahnya saat mempunyai pikiran licik tentang seseorang
Abraham menghembuskan nafasnya kasar dia yakin akan semudah itu untuk bernegosiasi dengan Samuel yang terkenal sedikit licik daripada Steven, "baiklah Tuan katakan apa yang harus aku lakukan agar Tuan mau menghapus foto tersebut." ucap Abraham
"Anak pintar kau tahu kan setiap bulan nenek dan ibuku akan pergi melakukan arisan dan sebagai cucunya pria yang belum mempunyai pasangan mereka berniat untuk menyuruhku hadir di acara arisan tersebut jadi aku ingin kau menggantikan aku pergi dengan mereka katakan pada ibu dan nenekku bahwa aku sedang sibuk di perusahaan sehingga kau menggantikan aku untuk menetap mereka." ucap Samuel
Abraham menelan silvanya dengan kasar dia tahu betul seperti apa yang dilakukan oleh para ibu-ibu tersebut mereka bukannya arisan tapi mencarikan jodoh untuk putra-putri mereka dengan berkedok arisan, "tapi Tuan bagaimana jika Oma dan ibu Kikan marah jika aku menggantikan Tuan untuk hadir ke acara tersebut." tanya Abraham
"Kau jangan khawatir mereka tak akan marah biar aku yang akan mengenang segar akibatnya kau hanya perlu hadir di sana dan mengatakan bahwa aku sedang sibuk melakukan sesuatu sehingga aku tak bisa hadir lagi pula kau di sana kan hanya sebentar setelah itu kau bisa kembali dan kau tak akan mungkin dijodohkan oleh Oma dan ibu." ucap Samuel
"Baiklah Tuan aku setuju sekarang hapus foto yang kau katakan tadi dan satu lagi tuan beberapa hari lagi pertemuan dengan beberapa kerajaan untuk melakukan berbagai macam kerjasama baik di bidang ekonomi politik dan pembangunan dan pertemuan itu akan diadakan di hotel milik Tuan." ucap Abraham
"Benarkah baiklah aku mengerti persiapkan semuanya secara baik aku tak ingin para anggota kerajaan mengeluh atas pelayanan kita pertemuan ini diadakan 5 tahun sekali Dan ini juga merupakan hal yang baik untuk memperluas bisnis kita agar beberapa hasil bumi bisa kita ekspor keluar dengan bekerjasama dengan kerajaan yang mempunyai potensi yang baik." ucap Samuel
"Benar tuan aku juga sudah mengumpulkan beberapa data kerajaan yang pertumbuhan ekonominya sangat baik di bidang hasil bumi dan kelautan yang sangat diminati oleh beberapa pengusaha dari luar Mereke rela membayar mahal, Tuan aku punya beberapa ide bagaimana kalau kita memberikan modal kepada beberapa kerajaan yang perekonomian saat ini kurang baik dan menjadikan itu sebagai utang kerajaan kepada kita dengan perjanjian jika mereka tak mampu membayar hutang tersebut maka kita berhak mengambil kerajaan yang dimilikinya dengan total utang sesuai dengan yang disepakati oleh pihak kerajaan, aku yakin mereka akan tergiur dengan investasi kita dengan begitu jika kita mendapatkan kerajaan tersebut kita bisa membangun sebuah lahan pertanian dan perikanan yang kita miliki sendiri tanpa harus bekerja sama dengan pihak lain." ucap Abraham .
"Idemu tidak terlalu buruk dengan seperti ini kita bisa memberikan pinjam pada mereka dan kita bisa bekerja sama dengan mereka berkedok investasi dan jika mereka tidak mampu mengembalikan dana yang sudah kita investasikan dan dana yang mereka pinjam maka kita akan menjadi pemilik istana tersebut." ucap Samuel.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya