My Wife My Hero

My Wife My Hero
322. dukun



"Kau benar sayang dengan adanya saingan cinta pasti Ruben akan lebih semangat untuk mengejar cinta Malika, baiklah sayang bagaimana saja kau mengaturnya yang jelas aku tidak ingin sampai ada seseorang yang terluka karena patah hati tapi jika memang itu yang terbaik kita bisa apa anggaplah itu pelajaran kecil untuk Kevin asalkan jangan sampai dia pergi ke dukun untuk menyantet Malika." ucap Sofia lalu tertawa terbahak-bahak bercanda mengenai hal tersebut karena berkata Arthur padanya bahwa Kevin mengganti namanya karena seorang dukun yang dipercayai oleh ibunya


"Jika pun dia pergi ke dukun sepertinya dukun itu akan susah untuk melakukan santet kepada Malika karena jin yang dia suruh pasti bingung saat melihat Malika karena tidak sesuai dengan perkataan Kevin." ucap Arthur balik bercanda, sementara Kevin di ruang tamu terus melihat ke arah kamar yang ditempati oleh Malika sambil melihat jam di tangannya tapi sudah mau hampir jam 07.00 malaikat belum juga keluar dari kamarnya sementara Arthur yang sudah selesai berolahraga tampak kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya begitupun Sofia yang kembali ke kamarnya setelah menyiapkan hidangan sarapan pagi


Sementara itu Malika yang berada di kamarnya tampak membersihkan tubuhnya lalu berdandan seperti seorang wanita karena pagi ini dia akan ke kediaman Ruben setelah sarapan sesuai dengan janjinya kepada Neni tampak Malika yang sudah cantik dan rupawan keluar dari kamar hendak menuju ruang makan tapi saat melewati ruang tamu Malika tampak melihat Kevin yang sedang tersenyum sumringah kepadanya membuat mereka menautkan alisnya karena pria tersebut sudah ada di ruang tamu "selamat pagi Nona Malika." ucap Kevin


"Selamat pagi Kevin yang tampan wah kau pria yang sangat rajin kau kemari jam berapa." tanya Malika, "aku kemarin jam 06.00 pagi." ucap Kevin malu-malu, tampak Malika melotot bingung karena Kevin datang jam 06.00 pagi ke kediaman Arthur "untuk apa kau datang pagi-pagi sekali apakah Arthur memanggilmu atau adakah sesuatu yang terjadi." tanya Malika


"Aku datang pagi-pagi sekali agar aku menjadi orang pertama yang melihat mu begitupun sebaliknya." ucap kevin, "aku merasa tersanjung bahwa pria tertampan dirimu datang pagi-pagi kemarin hanya untuk melihatku baiklah aku akan ke ruang makan untuk sarapan sepertinya tuan Arthur dan juga nyonya Sofia sebentar lagi akan ke ruang makan apakah kau mau ke sana bersamaku." tanya Malika, tampak Kevin mengangguk lalu bangkit dari kursi tempat dia duduk kemudian melangkah mengikuti langkah kaki Malika menuju ke ruang makan


Sementara itu di kamar tampak Sofia sedang membantu Arthur memakai pakaian kerjanya "aku rasa Malika sudah bangun dan pasti sudah bertemu dengan Kevin." ucap Sofia, aku harap dia sudah berpakaian layaknya seorang wanita sebelum keluar dari kamar jika sampai dia tidak berpakaian seperti wanita pasti rencana kita akan kurang berasa." ucap Arthur


"Kau tenang saja sayang Malik atau Malika jika mempunyai misi menjadi seorang wanita maka sejak dia keluar dari kamar sampai dia masuk kembali Dia akan bersikap seperti wanita tapi jika misinya selesai makan dia akan berubah begitulah dia jika sedang melakukan sebuah misi jadi aku yakin saat ini dia sudah berdandan menjadi seorang wanita sebelum keluar dari kamarnya." ucap Sofia


"Benarkah baguslah kalau begitu sayang mari kita keluar dan sarapan bersama aku ingin sekali kau menyuap ku untuk sarapan entah mengapa aku ingin bermanja-manja padamu ucap Arthur Sofia hanya tersenyum lalu mengangguk kini kedua pasangan tersebut keluar dari kamar menuju ke ruang makan sementara itu di ruang makan tampak Malika dan Arthur sedang berbincang-bincang seperti pasangan kekasih apalagi Malika merespon setiap perkataan Arthur dengan cara yang genit seperti seorang wanita yang sedang merayu seorang pria


Sementara itu Ruben di sebuah kamar tampak menaburkan beberapa bunga di ranjang dan beberapa pakaian seksi serta sebuah botol anggur lengkap kamar tersebut disulap seolah-olah kamar pengantin setelah melihat kamar itu sudah seperti keinginannya Ruben berjalan keluar dan mengunci pintu kamar tersebut kemudian masuk ke dalam kamarnya melihat neni yang sedang melamun tampak perubahan langsung mendekati "Neni Apa yang kau pikirkan Kenapa kau belum bersiap juga cepat bersiaplah sopir yang akan mengantarmu ke kediaman orang tuamu." ucap Ruben, beni sangat terkejut karena Ruben sudah berada tepat di sampingnya padahal tadi dia tak menyadari bahwa Ruben sudah berada di dalam kamar


"Maaf aku hanya sedikit sakit kepala." ucap Neni mencari alasan, sakit kepala kau jangan berlebihan kau pasti tidak sedang sakit kepala Ayo cepat bersihkan tubuhmu lalu ganti pakaianmu aku sudah menyiapkan beberapa oleh-oleh untuk orang tuamu ingat kau jangan dulu buru-buru kembali ketika kediaman ini sebelum aku menghubungimu." ucap Ruben, Neni hanya mampu mengangguk lalu bergegas mengikuti perintah Ruben setelah dia pergi aku akan membersihkan tubuhku lalu mandi dengan sabun mandi aroma bunga agar tubuhku wangi." ucap Ruben dengan tersenyum


Sementara itu di kediaman Arthur tampak semua orang telah selesai sarapan kini atur dan Kevin sudah berada di dalam mobil hendak menuju ke perusahaan tapi wajah Kevin terlihat masam karena Arthur tak menginginkannya untuk mengantar Malika ke kediaman Ruben padahal dia ingin sekali mengantar Malika karena merasa khawatir dengan keselamatan Malika, kini mobil sudah melaju menuju perusahaan Arthur tampak Arthur melihat wajah Kevin yang masam seperti mangga muda "sudahlah berhenti berwajah masam aku tak meluaskanmu untuk mengantar Malika karena aku ingin memberikanmu sebuah pekerjaan penting." ucap Arthur beralasan


Sementara itu di kediaman Arthur tampak Malika sedang berbicara dengan Sofia di ruang kerja "Malika kau jawab terlalu berlebihan bermain-main dengan asisten Arthur takut-takut anak itu akan bunuh diri jika tahu kau adalah seorang pria." ucap Sofia


"Nyonya tahu dia sangat lucu membuat aku ingin selalu mengerjainya lihatlah wajahnya saat Tuan Arthur tak memperbolehkannya untuk mengantarku dia seperti anak kecil yang sedang merajuk meminta permen baiklah aku akan terlalu menggodanya." ucap Malika


Sementara itu di kediaman Ruben tampak Neni yang sudah bersiap-siap dan akan masuk ke dalam mobil setelah Neni masuk sang sopir langsung melajukan mobil tersebut keluar dari kediaman Ruben, setelah kepergian neni Ruben langsung menyuruh sopirnya untuk menjemput Malika tampak Ruben sangat sumringah hanya dengan memakai baju mandi saja "aku akan mencicipi tubuh istri Arthur setelah itu aku akan merekam semua adegan yang kami lakukan agar aku bisa mempermalukan Arthur dan mengancam dia dengan video tersebut." ucap Ruben .


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya