
Setelah kepergian kikan dan Stuart, tampak Arthur yang baru saja kembali dari kamar mandi wajahnya sudah seperti semula tidak ada lagi bekas coretan apapun pelayan merasa lega melihat Arthur yang sudah kembali seperti semula, Arthur yang melihat Kevin sedang bersimpuh di dekat ranjang mulai bingung ada apa dengan asistennya itu "ada apa denganmu Kenapa kau bersimpuh seperti itu dekat kasur bangunlah." ucap Arthur yang berada di belakang Kevin
"Oh astaga Tuan aku tadi mendapat durian runtuh aku bertemu dengan idolaku yang selama ini selalu aku puja-puja bahkan aku sengaja tak memberitahumu karena aku takut kau merasa kalah saing, berfoto dengannya agar aku bisa mengirimkan kepada ibuku dia pasti akan sangat kegirangan dia bisa membuat acara 7 hari 7 malam karena mendapatkan foto itu." ucap Kevin
"siapa idolamu aku tidak pernah tahu bahwa kau memiliki idola Jangan katakan Dia seorang dukun lagi karena di kediaman ini tidak ada dukun sama sekali." ucap Arthur, "Tuan ini sembarangan saja bicara aku mengidolakan tuan Stuart sejak aku masih dalam kandungan bahkan seluruh keluargaku juga mengidolakannya aku tadi berkesempatan bertemu dengannya dan memperlihatkan semua foto tentangnya dari saat muda Sampai saat ini tapi sepertinya dia kurang nyaman melihatku entahlah atau Dia mungkin terkejut seorang wanita baru bayar yang masih cantik yang langsung menariknya pergi tapi aku tidak mendengar apa yang dia katakan tapi tadi dia sempat berbicara." ucap Kevin
mata Arthur terbelalak mendengar perkataan sang asisten, apa katamu kau mengidolakan tuan Stuart, "kau jangan mencoba mendekati calon Ayah mertuaku itu aku tak ingin gara-gara kau aku mendapatkan masalah." ucap Kevin, Tuan jangan khawatir aku takkan membawa masalah apapun kepada Tuan." ucap Kevin penuh percaya diri, baiklah bantu aku bersiap-siap sebentar lagi pernikahan akan dimulai." ucap Arthur
sementara itu di kamar Sofia tampak tua dan Kikan melihat sang putri yang sudah memakai gaun pernikahan terlihat cantik dan menawan "Sofia mungkin kau dengan Arthur akan berbeda pendapat dan berbeda pemikiran tapi kau harus tahu di mana batasanmu sebagai seorang istri walaupun mungkin kau berkata benar tapi kau harus menghargai perkataan suamimu jika memang itu yang terbaik hargai dia sebagaimana kau menghargai orang tuamu karena suami adalah seseorang yang akan menjadi teman hidupmu yang bisa menjadi orang tuamu, temanmu dan juga kekasihmu." ucap Kikan
baik ibu aku akan mengingat semua perkataan ibu terima kasih ibu karena sudah merawatku dari kecil hingga dewasa seperti ini aku sangat menyayangi ibu." ucap sofia
Setelah Kikan berbicara Sofia, Sofia melihat ke arah ayahnya sang ayah tersenyum lalu memeluk Sofia "sayang aku hanya mengatakan ini padamu agar ibumu tidak mendengarnya aku sangat menyayangimu dan mencintaimu ingat jika Arthur sampai melakukan hal-hal yang kau tidak suka cukup katakan pada ayah, ayah akan membereskannya untukmu Jangan katakan ini pada ibumu." bisik Stuart, sementara Sofia hanya mengangguk mendengar perkataan sang ayah
"Apa kau tak ingin mengatakan apapun kepada putrimu dia akan menjalani rumah tangganya dia harus mengerti apa tanggung jawabnya." ucap Kikan, Stuart melepaskan pelukannya pada Sofia aku harap kau bisa menjadi seorang istri yang baik dan semoga kau selalu sehat dan bahagia jagalah baik-baik cucu ayah ayah menantikan kelahirannya dan baiklah pada suamimu Dia pria yang lumayan baik walaupun tak sebaik ayah." ucap Stuart, semua orang menahan senyumnya saat Stuart mengatakan hal tersebut dia seolah-olah sangat iri dengan Arthur
"Oh astaga aku tak menyangka kau adalah kakek dari bocah itu yang sudah berhasil merebut hati cucuku Sofia." ucap Tuan Leo, oh astaga aku tak pernah menyangka bahwa Arthur kita beruntung itu menikah dengan cucumu yang kau katakan sangat cantik dan berbakat dan dia seorang dokter ucap kakek Arthur
"Sudahlah kalian berdua sebaiknya kalian berdua masuk terlebih dahulu ke dalam karena pernikahan sebentar lagi akan dimulai setelah itu kalian bisa membahas masa lalu saya suka kalian." ucap nenek sofia, "astaga kau masih sangat cantik seperti dulu aku hanya bisa mendengar kabarmu dari Leo tapi aku tak pernah melihatmu secara langsung Baru kali ini lagi aku bisa melihat wajah cantikmu." ucap kakek Arthur, tampak wajah nenek Sofia bertemu merah mendengar pujian kakek Arthur
"Kau berhenti memuji istriku aku tahu dia sangat cantik dan mempesona tapi carilah wanita lain untuk kau puji jangan istriku dasar menyebalkan." ucap tuan Leo, "memang kenyataannya Dia sangat cantik dan mempesona tidak mengambilnya kau jangan terlalu cemburu kau masih saja belum berubah selalu saja berpikir negatif akan setiap ucapanku pada istri mu." ucap kakek Arthur
Sudahlah kalian berdua ini berhenti berdebat kalian berdua bisa membuat aku kesal ayo masuk ucap nenek Sofia lalu masuk ke dalam disusul oleh Tuan Leo dan kakek Arthur serta kedua orang tua Arthur sementara itu di taman belakang tampak hiasan pernikahan tampak jelas meja pernikahan dan penghulu pun sudah ada di tempat ini penghulu dan Arthur sudah saling berhadapan "aku yakin pernikahanmu pasti baru direncanakan semalam atau mungkin kau kedapatan sedang berduaan di dalam kamar." tebak sang penghulu yang sudah biasa menikahkan keluarga huges turun temurun
Arthur menatap bingung ke arah pak penghulu yang mengatakan hal seperti itu "apa maksud anda aku sudah pernah menikah dengan istriku sebelumnya hanya saja saat itu kami menikah secara diam-diam sekarang kami baru melaksanakan pernikahan lagi." ucap Arthur klarifikasi, penghulu tersebut hanya mengangguk mengerti tampak semua tamu sudah berada di ruangan pernikahan tinggal menunggu sang pengantin wanita yang akan datang di dalam kamar pengantin wanita sedang bersama dengan ibu Arthur dan Kikan.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya