
Arthur yang mendengar perkataan Stuart hanya bisa menelan silvernya dengan kasar oh Tuhan kenapa mertuanya seperti ini tapi dia bisa apa, setelah memeluk Arthur dan mengancamnya Stuart kemudian berjalan ke arah sang istri tapi begitu dia akan mendekatkan Kikan, tangan kikan langsung menghentikannya jangan terlalu dekat padaku kau sangat bau dan jelek aku tak suka melihatmu kau sebaiknya menjauh sedikit dariku." ucap kikan
Mendengar perkataan istrinya Stuart langsung terbelalak sementara itu semua orang yang ada dalam ruangan tersebut tampak menahan tawanya melihat ekspresi Stuart saat melihat ke arah Kikan, "tapi sayang bagaimana aku bisa memelukmu kalau aku tidak mendekat padamu ayolah sayang sebentar saja aku memelukmu Kita kan sudah damai sudah tak bertengkar lagi aku sudah melakukan apa yang kau inginkan jadi berilah aku sedikit hadiah ini sudah waktunya kau kembali ke rumah." ucap Stuart
"Aku tahu aku akan kembali bersama aku dan Sofia tapi aku tidak ingin satu mobil denganmu jangan mendekatiku jangan mencobanya atau kau ingin aku mencakar mu." ucap Kikan serius sepertinya sejak kehamilannya Sofia sangat tidak suka pada Stuart apalagi menurut Sofia, Stuart sangat bau dan wajahnya jelek, "oh Tuhan cobaan apa lagi ini mengapa bisa istriku menjadi seperti ini padahal waktu dia hamil si kembar dia baik-baik saja tapi saat dia hamil kali ini kenapa dia sangat berbeda." ucap Stuart dalam hati
"Kenapa kau melihatku seperti itu kau tidak suka padaku kau tidak terima apa yang aku katakan kau ingin bertarung denganku kau ingin aku mencakar mu." ucap Kikan dengan wajah serius membuat Stuart tak berani mendekati arah istrinya
Stuart menghembuskan nafasnya kasar dia tahu ini bukan keinginan istrinya tapi ini keinginan cabang bayi dalam kandungan Sofia, baru juga saya pergi jagung sudah menyebalkan seperti ini apalagi kalau dia sudah lahir bisa-bisanya anak ini seharusnya dia mencintaiku sepenuh hati karena akulah yang lebih menginginkan keberadaannya dibanding siapapun dasar anak durhakim awas aja nanti jika kau sudah lahir aku akan membuatmu patuh padaku." dalam hati Stuart
"Tapi saat berbalik hendak duduk di tempat duduknya tua melihat Arthur dan Sofia saling memandang penuh dengan senyuman kebahagiaan tapi saat atur bangkit dan hendak duduk di samping Sofia tiba-tiba tua menarik Arthur untuk duduk di sampingnya "enak saja kau mau duduk di samping putriku kau pikir segampang itu aku saja tak diterima oleh istriku dan kau ingin bermanja-manja bersama putriku Jangan mimpi selama istriku tidak suka aku berada di dekatnya selama itu pula kau akan berada di dekatku." ucap Stuart
Tampak Arthur yang pasrah duduk di samping Stuart, hanya bisa saling memandang walaupun jarak mereka tidak jauh tapi mereka tidak bisa berdekatan karena Stuart selalu menghalangi mereka, tampak semua orang memberikan selamat kepada dan Sofia tampak Mr D langsung memeluk Sofia dengan erat membuat Stuart sedikit cemburu begitupun dengan Arthur yang berada di sampingnya, lihatlah penghianat satu itu sekarang dia tersenyum di atas penderitaanku dengan seenaknya memeluk putriku lihatlah dia memeluknya seolah-olah Dia takkan pernah melepaskannya jika bukan karena Sofia sangat menyayanginya aku pasti sudah memukul wajahnya dari tadi." ucap Stuart
"Bukankah Ayah juga mengatakan hal seperti itu tadi mengapa aku tidak bukan kah Sofia adalah istriku." ucap Arthur dengan lugu, hai dengar ya pesek jelek jangan panggil aku ayah panggil aku tuan dan aku ini adalah Ayah Sofia orang yang sudah merawat dan membesarkannya dari dia kecil sementara mister di adalah orang yang menjaganya dari kecil jadi kalau aku mengatakan hal itu adalah wajar sementara kau itu tidak wajar itu saja intinya." ucap Stuart egois, mendengarkan sesuatu membuat atur hanya bisa diam saja tak berani membantah apapun perkataan sang mertua
"Sayang selamat ya atas kehamilanmu aku yakin kau bisa melewati semuanya Paman sudah tidak sabar melihat cucu paman aku akan merawatnya dan membesarkannya seperti dulu merawat mu ucap Mr D pada Sofia, "terima kasih Paman sudah membantuku dan sekarang Paman juga ingin merawat anakku aku sangat menyayangi Paman seperti aku menyayangi orang tuaku sendiri." ucap sofa, setelah berbicara keduanya melepaskan pelukan lalu Mr D duduk di tempat duduknya sementara kedua orang pria yang sedang duduk berdampingan sedang melihat ke arah Mr D dengan pandangan yang sulit diartikan
"Baiklah jika semuanya sudah selesai persoalannya aku dan profesor Abdullah akan bermain catur di ruangan kerjaku dan membahas sesuatu dan untuk pernikahan Sofia besok aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mengurusnya jadi kalian jangan khawatir oh iya orang tuamu bagaimana apa kau sudah mengabari mereka kau tenang saja nanti pesawat jet pribadi kakek yang akan menjemput orang tua dan kakekmu agar mereka bisa datang tepat waktu dan semuanya akan diurus oleh kakek kau jangan khawatir kau hanya perlu mengatakan pada mereka agar bersiap untuk dijemput ke tempat mereka." ucap tuan Leo
"Baik kakek aku akan menghubungi mereka." ucap Arthur lalu berjalan agak menjauh dari ruangan tersebut kemudian menghubungi sang kakek halo Kakek bisakah kakek bersiap akan ada seseorang yang menyebut kakek aku akan menikah kembali Dengan istriku aku sekarang di kota A di kediaman kakek istriku." ucap Arthur setelah sang Kakek mengangkat panggilan teleponnya, sementara itu kakek Arthur yang sedang bersantai tampak bingung menerima telepon dari cucunya tapi dia tidak ingin lagi berdebat ataupun bertanya mengenai apa yang dilakukan oleh sang cucu setelah kejadian ana dan ayahnya baiklah aku akan segera bersiap ucap kakek Arthur lalu panggilan telepon tersebut lalu masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap setelah menghubungi sang kakek Arthur pun menghubungi kedua orang tuanya dan berkata hal yang sama kedua orang tua Arthur nampak bingung karena mereka saja tidak mengetahui kapan Arthur menikah tapi mereka hanya mengikuti apa yang diarahkan oleh Arthur tak lupa Arthur menelepon Kevin.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya