
Di kediaman Tuan Leo gini waktunya makan malam tampak semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam bersama, tapi saat akan makan tiba-tiba Sofia mual lalu langsung berlari ke wastafel terdekat dengan cepat Arthur dan Stuart dan Mr D mengikuti Sofia tampak Stuart memegang tangan Sofia sementara Mr D memegang rambut Sofia sementara Arthur tampak berada di belakang mereka hanya melihat ke dua pria tak ada akhlak yang saat ini menolong istrinya
"Kau tidak apa-apa sayang apa kau tak menyukai sesuatu yang berada di atas meja ayah bisa menyingkirkannya atau kau tak suka suami mu aku juga bisa menyingkirkannya." ucap Stuart masih sempat-sempatnya dia berkata seperti itu
"Aku tidak apa-apa ayah aku hanya tak kuat mencium bau ikan yang ada di atas meja." ucap Sofia,secepat kilat Mr D menyingkirkan ikan yang berada di atas meja dan membawakan air hangat untuk Sofia, sayang aku sudah membawa ikan itu jauh dari meja makan dan minumlah air hangat ini." ucap Mr D, sementara Arthur di belakang mereka terbelalak melihat Mr D yang seperti setan pergi dan muncul hanya sekejap mata sampai-sampai Arthur menggosok matanya berkali-kali
"Terimakasih paman." ucap Sofia lalu mengambil air tersebut untuk dia minum, sementara di meja makan mereka tetap melanjutkan makan mereka karena itu adalah hal biasa sejak dulu jika Sofia terluka atau menangis kedua pria tersebut pasti akan muncul, ayo sayang kita kembali ke meja makan kau harus makan." ucap Arthur lalu mereka berbalik melihat Arthur yang seperti orang bodoh di belakang mereka sedang menggosok matanya, Stuart hanya geleng-geleng kepala, sementara Sofi hanya tersenyum tipis
"Hai Arthur apa yang kau lakukan kenapa matamu apa kemasukan debu, ayo kembali ke meja makan." ucap Mr D, "Sofia sepertinya dia perlu dibawa ke dokter mata lihatlah Sedari tadi dia menggosok matanya seolah-olah habis melihat setan Apa dia gila wah sebaiknya kau harus mencari tahu riwayat penyakitnya siapa tahu saja dia sebenarnya pasien rumah sakit jiwa." ucap Stuart
"Ayah jangan bercanda sajak Ayah mengetahui tentang dia semua informasi tentang kehidupan pribadi dan keluarganya sudah ada di ponsel ayah jadi tentu saja ayah tahu pasti apakah dia memiliki penyakit mental apa tidak." ucap Sofia, terdiam mendengar perkataan Sofia kini mereka sudah berada di tempat duduk masing-masing begitupun Arthur
Sementara Kevin yang sudah berada di pesawat tampak terus tersenyum merasa bebas kali ini Ruben harus menyingkir jika sampai Arthur Kembali pulang karena biar bagaimanapun kartu adalah pemegang saham terbesar di perusahaa, sementara itu Ruben yang baru saja kembali dari perusahaan terlihat kesal dia langsung masuk ke kamar melihat neni yang sedang tertidur pulas Ruben semakin kesal karena Neni tak menyambutnya padahal padahal selama ini memang tak pernah menyambutnya dia hanya sedang kesal saja sehingga membutuhkan pelampiasan
"Bangun kau ****** yang kau tahu hanya makan dan tidur kau sama sekali tak berguna." ucap Ruben sambil menarik lengan Neni, ini sangat terkejut saat lengannya ditarik gini nih sudah jatuh di bawah ranjang membuat tubuhnya semakin sakit "maafkan aku aku tadi ketiduran aku mohon jangan lagi siksa aku tubuhku sangat sakit." ucap Neni
"Apa maaf kau bilang dengar ya aku tidak mau tahu kau sudah sangat membuat aku kesal sekarang cepat layani aku." ucap Ruben membuat Neni semakin takut karena perkataan melayani dia harus merelakan tubuhnya dipukul oleh Ruben saat mereka melakukan penyatuan Hanya itu yang bisa membuat Ruben bisa menyalurkan hasratnya
"Baiklah kami akan pergi dulu ucap profesor Abdullah lalu mulai memeluk satu persatu pria yang ada di ruangan tersebut termasuk lalu anda keluar bersama Mr D untuk kembali ke kediamannya sementara atur tampak bingung apa dia pun bangkit hendak berjalan mengikuti profesor Abdullah tapi Tuan Leo langsung menghentikan langkahnya "mau ke mana kau Arthur." tanya tuan Leo
"Maaf kakek aku bingung harus melakukan apa apakah harus ikut kakek Abdullah atau tinggal di sini karena aku tidak tahu harus tidur di mana." ucap jujur Arthur, "untuk apa kau ikut mereka besok kau akan menikah tetaplah di sini kau bisa tinggal di kamar bersama Sofia toh kalian juga sudah suami istri." ucap tuan Leo
"Ayah biar aku yang mengurus Arthur aku ingin bermain catur dengannya dan para ipar-iparnya juga ingin mengajaknya untuk bersenang-senang di halaman belakang, sebaiknya ayah masuk untuk beristirahat aku yakin Ayah pasti sedikit lelah untuk hari ini." ucap Stuart sementara Samuel dan Steven hanya ikut mengangguk menyiakan perkataan sang ayah, Tuan Leo melihat ke arah putranya dia yakin pasti putranya memiliki niat terselubung tapi dia juga tak bisa melakukan apa-apa pasalnya Arthur adalah menantu tua mungkin itu cara mereka untuk saling berdekatan sementara Arthur wajahnya tampak memelas kearah Tuan Leo
"Baiklah aku akan beristirahat Arthur kau ada di tangan yang tepat bersama mertua dan para iparmu bersenang-senanglah malam ini ingat kau harus banyak istirahat untuk pernikahanmu besok." ucap tuan Leo lalu bangkit dan masuk ke dalam kamarnya meninggalkan keempat pria yang ada yang ada di ruang keluarga
"Ayo kita pindah ke taman belakang di sana kita akan memulai sebuah permainan." ucap Stuart dengan senyuman liciknya ke arah Arthur, akhirnya dengan terpaksa Arthur mengikuti ketiga orang pria yang sudah jalan di depannya menuju ke taman belakang di taman belakang tampak sebuah meja lengkap dengan beberapa minuman dan makanan dan ada meja lain di mana ada berbagai macam permainan keempat pria tersebut kini sudah berada di taman belakang "baiklah aku adalah pria yang sangat jujur dan baik ini adalah permainan yang semua orang bisa tapi di sini juga ada hadiah dan ada hukuman bagaimana Arthur Apa kau setuju dengan permainan yang akan kita mainkan." tanya Stuart, atur hanya mengangguk saja tak berani mengatakan apapun apalagi Stuart sudah melihatnya dengan pandangan berbeda
"Ayah apakah hukumannya seperti biasanya atau sekarang ada hukuman baru." tanya Samuel, "oh sekarang ada hukuman baru karena ada orang baru jadi tentu saja kita harus memperbarui hukuman itu." ucap Stuart
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya