My Wife My Hero

My Wife My Hero
62. Queen S



Di dunia bawah tanah tampak bawahan si codet dan si tato kembali saling bertarung membuat hampir seluruh bawahan mereka Tak ada yang tersisa Hanya menyisakan beberapa orang saja membuat si codet dan sisa dan ditato tampak kebingungan karena jika mereka tak memiliki bawahan lagi Bagaimana bisa mereka menjalankan bisnis mereka saat ini Jika mereka masuk ke klan dragon atau klan sanca mereka hanya akan menjadi bawahan biasa karena mereka sudah tidak memiliki bawahan


Sementara itu di tempat lain tampak dori dan beberapa pengikutnya datang ke tempat si codet , yang menjaga markas langsung menahan "siapa Anda untuk apa kemarin." tanya penjaga tersebut "aku dori ingin bertemu dengan si Codet, "katakan saja padanya dori ingin.", tersebut melihat ke arah dori lalu melapor kepada si codet, si codet langsung berdiri dari tempat duduknya "persilahkan dia masuk." ucap si codet


Tampak dori memasuki markasih codes dan langsung ke ruang kerja milik langsung menyambut dori, "aku tak menyangka kau masih hidup dan segar bugar setelah apa yang terjadi beberapa tahun lalu aku sungguh terkejut mendengar namamu, aku sempat mencarimu Tapi aku tak menemukan jejakmu sama sekali." ucap si codet


Dori menghembuskan nafas kasar lalu melihat ke arah si codet "aku sudah melupakan masa lalu mungkin saat itu aku terlalu percaya diri sehingga mengabaikan peringatan mu aku datang kemari hanya ingin menyampaikan sesuatu dari pimpinan ku dia ingin bertemu denganmu." ucap dori


Tampak si codot menatap bingung ke arah dori "maksudnya kau memiliki atasan dan dia ingin bertemu denganku ." tanya si codet


"Benar dan dia mengundangmu dengan dua pilihan kau ikut sejarah baik-baik atau aku akan membawamu secara paksa." ucap dori


Sedikit terkejut dengan pernyataan dori tapi melihat keseriusan membuat tak berani menolak undangan tersebut "Baiklah aku akan ikut denganmu." ucap si codet


"Aku hanya membawa kau seorang bawahanmu tak perlu ikut Kau tahu aku tidak mungkin melakukan hal buruk padamu ucap Dori lalu keluar dari ruangan tersebut bersama si codet, mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang menuju sebuah tempat


Sementara si tato yang sudah terlebih dahulu berada di tempat tersebut tampak melihat sekeliling ruangan untuk memastikan siapa yang akan bertemu dengannya tapi tak ada apapun di ruangan tersebut hanya kursi dan meja serta beberapa yang memakai baju serba hitam berjaga di beberapa sudut ruangan tampaknya tempat tersebut baru di bangun, si tato menautkan alisnya saat melihat si codet datang bersama pria yang tadi juga menjemputnya di markasnya, dan si tato saling melihat dengan tatapan permusuhan


"Silakan kalian duduk Aku harap kalian tidak melakukan hal yang bisa memicu pertengkaran Aku tak ingin ada seseorang yang kehilangan nyawa di tempat ini." ucap dari, Mendengar hal tersebut tampak si tato dan tichoder saling membelakangi mereka tak ingin saling memandang


"Apakah masih ada seseorang yang ditunggu, Jika tidak ada di mana pemimpinmu Bukankah kami sudah berada di sini." ucap si codet, "kalian menunggu Tak usah banyak berbicara sebentar lagi pemimpin ku akan datang." ucap Dori


Tak berselang lama suara sepatu wanita terdengar di telinga datang dengan gaya elegan dan manis seperti bukan seorang mafia tapi seperti gadis biasa yang sedang bekerja, Dori serta pria yang lain langsung memberi hormat membuat si tato dan si codet tampak terkejut lalu saling pandang kemudian menatap ke arah dori dan yang lain setelah itu melihat ke arah wanita cantik yang saat ini ada di hadapannya dengan senyuman yang manis


"Apa yang membuat berpikir bahwa kami akan menjadi bawahan seorang wanita sepertimu yang mungkin saja tak bisa memegang senjata." ucap si codet memandang remeh Sofia


Sofia tertawa terbahak-bahak lalu melihat ke arah si codet "kau mungkin tak menyadari hal ini Tapi saat kau masuk ke markas ini kau sudah terkena racun jadi jika kau pergi dari markas ini tanpa penawar maka sebelum kau tiba di pintu gerbang markasmu kau sudah mati." ucap Sofia


Si code dan si tato tampak terkejut mendengar perkataan Sofia, si codet lalu melihat ke arah dori yang hanya bisa tertunduk, "kau jangan menakutin aku nakutin kami Kau pikir aku akan percaya dengan sebuah lagu itu Mana mungkin aku bisa terkena racun hanya dengan masuk ke markas ini." ucap si codet


"Baiklah jika kau tidak percaya padaku silahkan pergi dari tempat ini aku akan menyuruh dori ikut bersamamu dengan penawar di tangannya jika memang kau ingin mencoba reaksi racun itu." ucap Sofia


Si codet sangat terkejut tapi dia bukan seorang pria yang akan mudah percaya dengan hal tersebut, tampak si codet menyetujui perkataan Sofia untuk mencoba apakah benar dia terkena racun apa tidak sedangkan si tato tampak diam menunggu kebenaran dengan kepergian si codet dan Dori tampak si code dan Dori sudah memasuki mobil dan keluar dari markas tersebut dan menuju markas di si Condet


"Silakan makan dan minum." ucap Sofia sambil jelas teh yang ada di atas meja, tato hanya mengangguk tapi tak berani untuk menyentuh minuman dan makanan yang ada di atas meja, "Ada apa kau takut makanan dan minuman ini beracun kau tenang saja makanan dan minuman ini tidak beracun."


Di perjalanan tampak si codet merasakan sesuatu yang berbeda di tubuhnya tapi dia masih bisa menahannya begitu hendak sampai di pintu gerbang markas tiba-tiba jantung si codot berdetak kencang dan nafasnya semakin tidak beraturan dan dadanya mulai sesak membuat langsung memegang tangan Dori "berikan aku penawarnya." ucap si codet


Dori langsung mengambil sesuatu di saku bajunya lalu memberikan kepada si codet dengan cepat menelan pil tersebut membuat jantungnya semakin stabil dan nafasnya mulai normal "itu adalah obat penawar yang hanya bisa bertahan 10 menit Jika kita tidak kembali ke markas maka kau akan segera mati." ucap Dori


"Cepat kita kembali ke markas dan bertemu pimpinanmu siapa sebenarnya wanita itu bagaimana dia bisa meracuniku tanpa aku melakukan apapun atau meminum apapun bahkan aku hanya masuk ke markas." ucap si codet


"Itulah hebatnya pemimpinku dia tidak akan pernah membunuh seseorang yang bekerja untuknya dengan penuh kesetiaan Aku mengatakan ini padamu karena kita punya hubungan baik di masa lalu pimpinanku adalah seseorang wanita cerdas dan mempunyai kemampuan di atas rata-rata kau jangan pernah berpikir untuk bermain-main atau menghianatinya karena dia tak memiliki belas kasih kepada seorang penghianat." ucap Dori


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya